Jauh dari Harapan, Komunitas Skateboard Hingga BMX Harapkan Pemkab Kukar Bangun Skatepark Berstandar Internasional

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    31 Maret 2026 06:25 WIB

    Skatepark di kawasan Pujasera Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Skatepark di kawasan Pujasera, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) yang kini masih dibangun pemerintah daerah (Pemda), hasilnya jauh dari harapan para komunitas, baik bagi kalangan skateboard, in-line skate hingga BMX.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh kalangan komunitas saat diskusi bersama Wakil Bupati (Wabup) Kukar, Rendi Solihin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Wiyono, Senin (330/3/2026).

    Perwakilan Komunitas, Dery mengatakan konsep skatepark yang dibangun terkesan kaku dan kurang nyaman bagi para raiders, terutama pada bagian arena melengkung yang dinilai seperti dinding, sehingga menyulitkan para raiders saat melakukan atraksi.

    “Seharusnya dibikin kayak gini (melengkung) tapi ini kayak tembok, jadi nggak bisa dimainkan oleh para raiders,” ujar Dery.

    Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya melibatkan para komunitas saat tahap perencanaan konsep.

    Pelibatan komunitas dinilai penting agar skatepark yang dibangun sesuai dengan kebutuhan para pengguna serta menghindari potensi pemborosan anggaran akibat proyek yang tidak optimal.

    “Mereka bilang itu bowl tapi kenyataan itu quarter pipe, kalau bowl itu bentuknya bulat seperti kolam renang, jadi buang-buang dana aja kayak gitu,” terangnya.

    Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi terkait konsep skatepark ke depan serta membangun fasilitas yang memenuhi standar internasional, sehingga dapat digunakan secara optimal para penggiat skateboard dan BMX di Kukar

    “Harapannya semoga dibikin berstandar internasional jadi kita bisa bersaing dengan atlet dari luar daerah,” harapnya.

    Rendi Solihin menegaskan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para komunitas, terutama menyangkut soal kondisi bangunan skatepark.

    “Harapannya jajaran DPU bersama konsultan dapat melakukan studi banding ke tempat-tempat yang dapat dicontoh,” tuturnya.

    Ia mengungkapkanj pemerintah daerah memiliki keinginan untuk menghadirkan skatepark terbaik se-Indonesia, bersaing dengan skatepark yang berada di Bali dan Jakarta.

    Keinginan ini disampaikan bertujuan untuk mendukung potensi atlet daerah agar mampu berkembang dan bersaing di kancah nasional.

    “Kita banyak punya atlet yang telah juara di nasional dan meraih emas jadi potensi itu harus kita dukung bersama,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Jauh dari Harapan, Komunitas Skateboard Hingga BMX Harapkan Pemkab Kukar Bangun Skatepark Berstandar Internasional

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    31 Maret 2026 06:25 WIB

    Skatepark di kawasan Pujasera Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Skatepark di kawasan Pujasera, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) yang kini masih dibangun pemerintah daerah (Pemda), hasilnya jauh dari harapan para komunitas, baik bagi kalangan skateboard, in-line skate hingga BMX.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh kalangan komunitas saat diskusi bersama Wakil Bupati (Wabup) Kukar, Rendi Solihin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Wiyono, Senin (330/3/2026).

    Perwakilan Komunitas, Dery mengatakan konsep skatepark yang dibangun terkesan kaku dan kurang nyaman bagi para raiders, terutama pada bagian arena melengkung yang dinilai seperti dinding, sehingga menyulitkan para raiders saat melakukan atraksi.

    “Seharusnya dibikin kayak gini (melengkung) tapi ini kayak tembok, jadi nggak bisa dimainkan oleh para raiders,” ujar Dery.

    Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya melibatkan para komunitas saat tahap perencanaan konsep.

    Pelibatan komunitas dinilai penting agar skatepark yang dibangun sesuai dengan kebutuhan para pengguna serta menghindari potensi pemborosan anggaran akibat proyek yang tidak optimal.

    “Mereka bilang itu bowl tapi kenyataan itu quarter pipe, kalau bowl itu bentuknya bulat seperti kolam renang, jadi buang-buang dana aja kayak gitu,” terangnya.

    Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi terkait konsep skatepark ke depan serta membangun fasilitas yang memenuhi standar internasional, sehingga dapat digunakan secara optimal para penggiat skateboard dan BMX di Kukar

    “Harapannya semoga dibikin berstandar internasional jadi kita bisa bersaing dengan atlet dari luar daerah,” harapnya.

    Rendi Solihin menegaskan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para komunitas, terutama menyangkut soal kondisi bangunan skatepark.

    “Harapannya jajaran DPU bersama konsultan dapat melakukan studi banding ke tempat-tempat yang dapat dicontoh,” tuturnya.

    Ia mengungkapkanj pemerintah daerah memiliki keinginan untuk menghadirkan skatepark terbaik se-Indonesia, bersaing dengan skatepark yang berada di Bali dan Jakarta.

    Keinginan ini disampaikan bertujuan untuk mendukung potensi atlet daerah agar mampu berkembang dan bersaing di kancah nasional.

    “Kita banyak punya atlet yang telah juara di nasional dan meraih emas jadi potensi itu harus kita dukung bersama,” tandasnya.

    (Sf/Rs)