Seputar Kaltim

    Jaringan M2M Diputus, Efisiensi Anggaran Bikin Layanan Jemput Bola di PPU Terhenti

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 15:28 WITA

    Potret pelayanan adminduk di kantor Disdukcapil PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini belum bisa menjalankan layanan jemput bola ke desa maupun kelurahan.

    Faktor utama yang menyebabkan layanan jemput bola di PPU terhenti, yaitu jaringan Machine to Machine (M2M) atau jaringan pusat yang disediakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menghubungkan perangkat pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di daerah ke server pusat diputus.

    Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil PPU, Dony Ariswanto mengatakan pemutusan jaringan M2M ini dikarenakan kebijakan efisiensi anggaran yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025.

    “Karena saat ini jaringan kecamatan dan M2M-nya masih dipending, dicopot oleh pusat karena kena efisiensi (anggaran),” ucap Dony dalam pekan ini.

    Kini Disdukcapil PPU dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah berupaya menghadirkan jaringan sendiri sebagai alternatif.

    “Sebelumnya kami belum ada perencanaan awal bahwa harus mengadakan jaringan sendirian karena selama ini jaringan selalu disupport Kemendagri. Tapi kami saat ini lagi berupaya dengan Diskominfo untuk mengadakan jaringan VPN,” beber Dony.

    Namun sebelum menghadirkan jaringan VPN sendiri, Disdukcapil PPU perlu berkoordinasi terlebih dahulu kepada Kemendagri guna memastikan standar keamanan data terlindungi.

    “Kalau kita memang sudah ada penyediaan jaringan VPN-nya, maka kita tinggal mengajukan saja ke Kemendagri,” ujarnya.

    Dony memperkirakan layanan jemput bola akan mulai dijalankan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan agar memudahkan masyarakat dalam mengurus Adminduk.

    “Semoga dua atau tiga bulan ke depan (layanan jemput bola) sudah mulai beroperasi lagi,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jaringan M2M Diputus, Efisiensi Anggaran Bikin Layanan Jemput Bola di PPU Terhenti

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 15:28 WITA

    Potret pelayanan adminduk di kantor Disdukcapil PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini belum bisa menjalankan layanan jemput bola ke desa maupun kelurahan.

    Faktor utama yang menyebabkan layanan jemput bola di PPU terhenti, yaitu jaringan Machine to Machine (M2M) atau jaringan pusat yang disediakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menghubungkan perangkat pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di daerah ke server pusat diputus.

    Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil PPU, Dony Ariswanto mengatakan pemutusan jaringan M2M ini dikarenakan kebijakan efisiensi anggaran yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025.

    “Karena saat ini jaringan kecamatan dan M2M-nya masih dipending, dicopot oleh pusat karena kena efisiensi (anggaran),” ucap Dony dalam pekan ini.

    Kini Disdukcapil PPU dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah berupaya menghadirkan jaringan sendiri sebagai alternatif.

    “Sebelumnya kami belum ada perencanaan awal bahwa harus mengadakan jaringan sendirian karena selama ini jaringan selalu disupport Kemendagri. Tapi kami saat ini lagi berupaya dengan Diskominfo untuk mengadakan jaringan VPN,” beber Dony.

    Namun sebelum menghadirkan jaringan VPN sendiri, Disdukcapil PPU perlu berkoordinasi terlebih dahulu kepada Kemendagri guna memastikan standar keamanan data terlindungi.

    “Kalau kita memang sudah ada penyediaan jaringan VPN-nya, maka kita tinggal mengajukan saja ke Kemendagri,” ujarnya.

    Dony memperkirakan layanan jemput bola akan mulai dijalankan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan agar memudahkan masyarakat dalam mengurus Adminduk.

    “Semoga dua atau tiga bulan ke depan (layanan jemput bola) sudah mulai beroperasi lagi,” tandasnya.

    (Sf/Rs)