Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengusulkan 36 ribu sambungan Jaringan Gas (Jargas) kepada Kementerian Energi dan Sumber Air Mineral (ESDM).
Tujuannya untuk memperluas cakupan kepada masyarakat, mengingat sambungan jargas di PPU baru menyentuh 18 persen rumah.
“Terbanyak jargas di Kecamatan Penajam karena merupakan ibu kota kabupaten,” ucap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Selasa (29/4/2025).
Ia menjelaskan 36 ribu usulan tersebut nantinya akan dipasang untuk tiga kecamatan, yakni Penajam, Waru dan Babulu. Sedangkan Sepaku yang masih merupakan wilayah administrasi PPU belum bisa mendapatkan akses karena jaraknya terlalu jauh dari titik sambungan.
“Wilayah Sepaku belum bisa kita capai karena titik jargas yang sudah ada terlalu jauh untuk disambungkan ke Sepaku,” ungkap Sodikin.
Sepaku yang kini masuk dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bahan pertimbangan Pemkab PPU untuk menyambungkan Jargas. Sebab pemasangan pipa jargas di Sepaku dikhawatirkan mengenai kabel-kabel listrik yang telah terpasang di dalam tanah.
“Jadi kami menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan dari OIKN,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengusulkan 36 ribu sambungan Jaringan Gas (Jargas) kepada Kementerian Energi dan Sumber Air Mineral (ESDM).
Tujuannya untuk memperluas cakupan kepada masyarakat, mengingat sambungan jargas di PPU baru menyentuh 18 persen rumah.
“Terbanyak jargas di Kecamatan Penajam karena merupakan ibu kota kabupaten,” ucap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Selasa (29/4/2025).
Ia menjelaskan 36 ribu usulan tersebut nantinya akan dipasang untuk tiga kecamatan, yakni Penajam, Waru dan Babulu. Sedangkan Sepaku yang masih merupakan wilayah administrasi PPU belum bisa mendapatkan akses karena jaraknya terlalu jauh dari titik sambungan.
“Wilayah Sepaku belum bisa kita capai karena titik jargas yang sudah ada terlalu jauh untuk disambungkan ke Sepaku,” ungkap Sodikin.
Sepaku yang kini masuk dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bahan pertimbangan Pemkab PPU untuk menyambungkan Jargas. Sebab pemasangan pipa jargas di Sepaku dikhawatirkan mengenai kabel-kabel listrik yang telah terpasang di dalam tanah.
“Jadi kami menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan dari OIKN,” pungkasnya.
(Sf/Lo)