Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay, M Hendratno. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kondisi geografis Kecamatan Kelay yang memiliki jarak antarkampung cukup jauh menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Berau menyiapkan langkah khusus melalui Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay guna memastikan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay, M Hendratno, mengatakan wilayah Kelay memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kecamatan lainnya di Berau.
"Kelay memiliki kondisi yang berbeda dari beberapa kecamatan lain, baik dari sisi jarak maupun kebutuhan utilitasnya. Karena itu program pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus dilaksanakan bersama-sama oleh OPD terkait," ujar Hendratno
Menurutnya, fokus utama pembangunan saat ini diarahkan pada pemenuhan utilitas dasar serta penguatan Indeks Desa Membangun (IDM) yang menjadi salah satu indikator kemajuan kampung.
"Dalam upaya percepatan pembangunan di Kecamatan Kelay, berbagai program yang akan diambil itu merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Di situ kebutuhan masyarakat dihimpun dan disusun menjadi program prioritas yang akan dilaksanakan secara bertahap," tuturnya.
Oleh karena itu, ia juga menilai keberadaan Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Sehingga, berbagai kebutuhan pembangunan yang ada di wilayah hulu dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.
"Dengan adanya tim ini, kami berharap ada ruang khusus untuk memperhatikan pembangunan di Kecamatan Kelay. Tantangan yang dihadapi cukup kompleks sehingga perlu sinergi seluruh OPD agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal," katanya.
Ia juga menekankan, keberhasilan pembangunan di Kecamatan Kelay nantinya tidak hanya diukur dari jumlah program yang terealisasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas kampung dan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengakui capaian program belum dapat dihitung dalam bentuk persentase dalam waktu dekat.
"Kalau ingin melihat persentasenya tentu ada indikator yang digunakan, tetapi tidak bisa diukur dalam jangka pendek. Program musrenbang ini berjalan per tahun sehingga hasilnya baru dapat dievaluasi secara bertahap," terangnya.
Hendratno pun berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh OPD, berbagai tantangan pembangunan di Kecamatan Kelay dapat teratasi.
"Upaya ini juga sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Berau," tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay, M Hendratno. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kondisi geografis Kecamatan Kelay yang memiliki jarak antarkampung cukup jauh menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Berau menyiapkan langkah khusus melalui Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay guna memastikan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay, M Hendratno, mengatakan wilayah Kelay memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kecamatan lainnya di Berau.
"Kelay memiliki kondisi yang berbeda dari beberapa kecamatan lain, baik dari sisi jarak maupun kebutuhan utilitasnya. Karena itu program pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus dilaksanakan bersama-sama oleh OPD terkait," ujar Hendratno
Menurutnya, fokus utama pembangunan saat ini diarahkan pada pemenuhan utilitas dasar serta penguatan Indeks Desa Membangun (IDM) yang menjadi salah satu indikator kemajuan kampung.
"Dalam upaya percepatan pembangunan di Kecamatan Kelay, berbagai program yang akan diambil itu merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Di situ kebutuhan masyarakat dihimpun dan disusun menjadi program prioritas yang akan dilaksanakan secara bertahap," tuturnya.
Oleh karena itu, ia juga menilai keberadaan Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Sehingga, berbagai kebutuhan pembangunan yang ada di wilayah hulu dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.
"Dengan adanya tim ini, kami berharap ada ruang khusus untuk memperhatikan pembangunan di Kecamatan Kelay. Tantangan yang dihadapi cukup kompleks sehingga perlu sinergi seluruh OPD agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal," katanya.
Ia juga menekankan, keberhasilan pembangunan di Kecamatan Kelay nantinya tidak hanya diukur dari jumlah program yang terealisasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas kampung dan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengakui capaian program belum dapat dihitung dalam bentuk persentase dalam waktu dekat.
"Kalau ingin melihat persentasenya tentu ada indikator yang digunakan, tetapi tidak bisa diukur dalam jangka pendek. Program musrenbang ini berjalan per tahun sehingga hasilnya baru dapat dievaluasi secara bertahap," terangnya.
Hendratno pun berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh OPD, berbagai tantangan pembangunan di Kecamatan Kelay dapat teratasi.
"Upaya ini juga sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Berau," tandasnya.
(Sf/Lo)