Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, meminta masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang telah disediakan pemerintah.
Ia menilai, program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap kondisi kesehatannya, apalagi pemeriksaan ini diberikan tanpa biaya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda, pada 15 April lalu baru terdapat sekitar 774 warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut sejak diluncurkan pada Februari 2025.
Karenanya, Novan berharap sosialisasi PKG bisa terus digalakkan bahkan hingga tingkat RT. Ia menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar, seperti ketua RT dan kader-kader PKK, juga posyandu dalam menyebarluaskan informasi mengenai program kesehatan ini.
"Sebenarnya ini harapan kita terus digalakkan dan disosialisasikan khususnya di tingkat RT," ujar Novan baru-baru ini.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan, tujuan dari program ini cukup luas, termasuk mendeteksi lebih dini masalah kesehatan gigi dan kesehatan umum lainnya. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan tepat sebelum atau pada hari ulang tahunnya, sebagaimana yang tercantum dalam identitas pribadi.
Menurut Novan, rendahnya partisipasi ini salah satunya disebabkan oleh anggapan keliru di masyarakat mengenai antrean panjang saat pemeriksaan.
Padahal, menurutnya, sistem pendaftaran PKG sudah terpisah dari layanan rutin di puskesmas dan bisa diakses secara online.
"Jadi pemikiran ini perlu diberikan pencerahan bahwa sistemnya tidak mengantre lama karena ada jalur dan pendaftarannya ada sistem sendiri," jelasnya.
Ia pun mengakui masih ada kendala seperti keterbatasan waktu masyarakat karena jam kerja puskesmas yang berbarengan dengan jam kerja umum.
Meski demikian, Legislator Partai Golkar ini tetap mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu, karena pemeriksaan ini hanya memakan waktu tak sampai berjam-jam, namun manfaatnya besar untuk kesehatan jangka panjang.
"Harapan kita minimal bisa di 30-40 persen lah. Karena ini fasilitas gratis, saya juga mau. Apalagi ini gratis. Jangan tunggu sakit baru mau periksa," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, meminta masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang telah disediakan pemerintah.
Ia menilai, program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap kondisi kesehatannya, apalagi pemeriksaan ini diberikan tanpa biaya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda, pada 15 April lalu baru terdapat sekitar 774 warga yang memanfaatkan fasilitas tersebut sejak diluncurkan pada Februari 2025.
Karenanya, Novan berharap sosialisasi PKG bisa terus digalakkan bahkan hingga tingkat RT. Ia menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar, seperti ketua RT dan kader-kader PKK, juga posyandu dalam menyebarluaskan informasi mengenai program kesehatan ini.
"Sebenarnya ini harapan kita terus digalakkan dan disosialisasikan khususnya di tingkat RT," ujar Novan baru-baru ini.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan, tujuan dari program ini cukup luas, termasuk mendeteksi lebih dini masalah kesehatan gigi dan kesehatan umum lainnya. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan tepat sebelum atau pada hari ulang tahunnya, sebagaimana yang tercantum dalam identitas pribadi.
Menurut Novan, rendahnya partisipasi ini salah satunya disebabkan oleh anggapan keliru di masyarakat mengenai antrean panjang saat pemeriksaan.
Padahal, menurutnya, sistem pendaftaran PKG sudah terpisah dari layanan rutin di puskesmas dan bisa diakses secara online.
"Jadi pemikiran ini perlu diberikan pencerahan bahwa sistemnya tidak mengantre lama karena ada jalur dan pendaftarannya ada sistem sendiri," jelasnya.
Ia pun mengakui masih ada kendala seperti keterbatasan waktu masyarakat karena jam kerja puskesmas yang berbarengan dengan jam kerja umum.
Meski demikian, Legislator Partai Golkar ini tetap mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu, karena pemeriksaan ini hanya memakan waktu tak sampai berjam-jam, namun manfaatnya besar untuk kesehatan jangka panjang.
"Harapan kita minimal bisa di 30-40 persen lah. Karena ini fasilitas gratis, saya juga mau. Apalagi ini gratis. Jangan tunggu sakit baru mau periksa," pungkasnya.
(Sf/Rs)