Seputar Kaltim

    Jangan Jadi Penonton, Desman Minta Pemuda Kukar Ambil Peran

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    30 Mei 2026 pukul 22:13 WITA

    Desman Minang Endianto, saat memberikan pemaparan mengenai pentingnya peran pemuda sebagai pemimpin, pelaku usaha, dan agen perubahan (Foto: Heri/Koran Kaltim)

    Tenggarong – Pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) diminta tidak hanya menjadi penonton di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    Anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto mendorong generasi muda mengambil peran strategis sebagai pemimpin, pelaku usaha dan agen perubahan bagi daerah.

    Pesan tersebut disampaikan Desman saat menjadi pemateri dalam seminar kepemimpinan dan rekrutmen anggota Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kukar di Tenggarong.

    Menurutnya, posisi Kukar sebagai daerah penyangga utama IKN menempatkan pemuda sebagai salah satu elemen penting yang menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

    “Pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek strategis yang harus mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah,” ujar Desman, Sabtu (30/5/2026).

    Ia menjelaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik yang dibangun pemerintah, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan mengisi dan mengelola berbagai peluang yang muncul di masa mendatang.

    Dalam paparannya, Desman menyoroti masih adanya sejumlah kesenjangan yang perlu diisi oleh organisasi kepemudaan, khususnya dalam aspek kepemimpinan, kewirausahaan dan partisipasi kebijakan publik.

    “Pemuda harus menjadi jembatan yang merangkul keberagaman dan mampu hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan,” ungkapnya.

    Selain itu, Desman juga menyoroti tingginya ketergantungan pemuda terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan. Menurutnya, peluang ekonomi baru yang muncul akibat pembangunan IKN harus dimanfaatkan melalui penguatan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

    Ia mendorong pemuda untuk berani menjadi pelaku usaha pemula dengan memanfaatkan berbagai program pemerintah daerah, termasuk dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga maupun Dinas Koperasi dan UKM.

    “Pemuda harus mulai melihat peluang ekonomi yang lebih luas, terutama sektor jasa, ekonomi kreatif dan usaha berbasis digital,” katanya.

    Tak hanya itu, Desman juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses penyusunan dan pengawasan kebijakan daerah. Menurutnya, masih banyak pemuda yang bersikap apatis terhadap regulasi yang sebenarnya berdampak langsung terhadap masa depan mereka.

    Ia berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi mitra kritis pemerintah dan DPRD dalam mengawal implementasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepemudaan.

    Sebagai wakil rakyat, Desman menegaskan DPRD Kukar siap membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

    Menurutnya, aspirasi pemuda dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan regulasi maupun penguatan program-program pemberdayaan generasi muda di Kukar.

    “Pintu DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara selalu terbuka untuk gagasan-gagasan progresif dari pemuda,” tuturnya.

    Ia berharap proses kaderisasi organisasi kepemudaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan generasi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jangan Jadi Penonton, Desman Minta Pemuda Kukar Ambil Peran

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    30 Mei 2026 pukul 22:13 WITA

    Desman Minang Endianto, saat memberikan pemaparan mengenai pentingnya peran pemuda sebagai pemimpin, pelaku usaha, dan agen perubahan (Foto: Heri/Koran Kaltim)

    Tenggarong – Pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) diminta tidak hanya menjadi penonton di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    Anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto mendorong generasi muda mengambil peran strategis sebagai pemimpin, pelaku usaha dan agen perubahan bagi daerah.

    Pesan tersebut disampaikan Desman saat menjadi pemateri dalam seminar kepemimpinan dan rekrutmen anggota Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kukar di Tenggarong.

    Menurutnya, posisi Kukar sebagai daerah penyangga utama IKN menempatkan pemuda sebagai salah satu elemen penting yang menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

    “Pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek strategis yang harus mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah,” ujar Desman, Sabtu (30/5/2026).

    Ia menjelaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik yang dibangun pemerintah, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan mengisi dan mengelola berbagai peluang yang muncul di masa mendatang.

    Dalam paparannya, Desman menyoroti masih adanya sejumlah kesenjangan yang perlu diisi oleh organisasi kepemudaan, khususnya dalam aspek kepemimpinan, kewirausahaan dan partisipasi kebijakan publik.

    “Pemuda harus menjadi jembatan yang merangkul keberagaman dan mampu hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan,” ungkapnya.

    Selain itu, Desman juga menyoroti tingginya ketergantungan pemuda terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan. Menurutnya, peluang ekonomi baru yang muncul akibat pembangunan IKN harus dimanfaatkan melalui penguatan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

    Ia mendorong pemuda untuk berani menjadi pelaku usaha pemula dengan memanfaatkan berbagai program pemerintah daerah, termasuk dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga maupun Dinas Koperasi dan UKM.

    “Pemuda harus mulai melihat peluang ekonomi yang lebih luas, terutama sektor jasa, ekonomi kreatif dan usaha berbasis digital,” katanya.

    Tak hanya itu, Desman juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses penyusunan dan pengawasan kebijakan daerah. Menurutnya, masih banyak pemuda yang bersikap apatis terhadap regulasi yang sebenarnya berdampak langsung terhadap masa depan mereka.

    Ia berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi mitra kritis pemerintah dan DPRD dalam mengawal implementasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepemudaan.

    Sebagai wakil rakyat, Desman menegaskan DPRD Kukar siap membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

    Menurutnya, aspirasi pemuda dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan regulasi maupun penguatan program-program pemberdayaan generasi muda di Kukar.

    “Pintu DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara selalu terbuka untuk gagasan-gagasan progresif dari pemuda,” tuturnya.

    Ia berharap proses kaderisasi organisasi kepemudaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan generasi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

    (Sf/Lo)