Seputar Kaltim

    Jamin Kelayakan Hewan Kurban, Distanak Kukar Periksa Enam Ribu Sapi Jelang Iduladha

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    25 Mei 2026 pukul 11:59 WITA

    Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kukar, Iwan Hermawan (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sapi kurban dalam kondisi sehat, layak dipotong, dan memenuhi syariat Islam.

    Pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu turut ditinjau langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, di sejumlah lokasi penjualan sapi kurban di Tenggarong.

    Kepala Bidang Peternakan Kukar, Iwan Hermawan mengatakan total stok sapi kurban yang tersedia di seluruh wilayah Kukar tahun ini mencapai sekitar enam ribu ekor. Khusus wilayah Tenggarong, terdapat sekitar 450 ekor sapi yang tersebar di kantong-kantong penjualan hewan kurban.

    “Kalau seluruh Kukar itu sekitar enam ribu sapi kurban tersedia. Kalau khusus Tenggarong sekitar 450 ekor,” ujar Iwan, Senin (25/5/2026).

    Menurutnya, pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis peternakan untuk memastikan hewan kurban bebas penyakit dan memenuhi syarat kelayakan.

    Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kelincahan gerak, kondisi tubuh, hingga usia sapi yang harus di atas dua tahun sesuai ketentuan syariat Islam.

    “Kalau sapi sehat itu gerakannya lincah, tidak ada cacat di tubuhnya dan umurnya di atas dua tahun,” katanya.

    Hewan yang dinyatakan sehat dan layak kurban kemudian diberi tanda khusus berupa kalung sebagai penanda telah lolos pemeriksaan kesehatan.

    Distanak Kukar juga menemukan satu hingga dua ekor sapi yang dinyatakan tidak layak dijual karena mengalami cedera seperti kaki patah dan lecet akibat proses pengiriman dari luar daerah.

    “Ada beberapa temuan, seperti kaki patah dan lecet. Itu tidak kami izinkan dijual untuk kurban,” tegasnya.

    Iwan menjelaskan sebagian besar sapi kurban di Kukar berasal dari Nusa Tenggara Timur atau NTT yang telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Selain itu, pasokan juga berasal dari Sulawesi dan peternak lokal Kukar.

    “Paling banyak dari NTT, sekitar 60 persen,” ujarnya.

    Selain sapi, Kukar juga menyiapkan sekitar seribu ekor kambing kurban dari peternak lokal maupun luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jamin Kelayakan Hewan Kurban, Distanak Kukar Periksa Enam Ribu Sapi Jelang Iduladha

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    25 Mei 2026 pukul 11:59 WITA

    Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kukar, Iwan Hermawan (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sapi kurban dalam kondisi sehat, layak dipotong, dan memenuhi syariat Islam.

    Pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu turut ditinjau langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, di sejumlah lokasi penjualan sapi kurban di Tenggarong.

    Kepala Bidang Peternakan Kukar, Iwan Hermawan mengatakan total stok sapi kurban yang tersedia di seluruh wilayah Kukar tahun ini mencapai sekitar enam ribu ekor. Khusus wilayah Tenggarong, terdapat sekitar 450 ekor sapi yang tersebar di kantong-kantong penjualan hewan kurban.

    “Kalau seluruh Kukar itu sekitar enam ribu sapi kurban tersedia. Kalau khusus Tenggarong sekitar 450 ekor,” ujar Iwan, Senin (25/5/2026).

    Menurutnya, pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis peternakan untuk memastikan hewan kurban bebas penyakit dan memenuhi syarat kelayakan.

    Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kelincahan gerak, kondisi tubuh, hingga usia sapi yang harus di atas dua tahun sesuai ketentuan syariat Islam.

    “Kalau sapi sehat itu gerakannya lincah, tidak ada cacat di tubuhnya dan umurnya di atas dua tahun,” katanya.

    Hewan yang dinyatakan sehat dan layak kurban kemudian diberi tanda khusus berupa kalung sebagai penanda telah lolos pemeriksaan kesehatan.

    Distanak Kukar juga menemukan satu hingga dua ekor sapi yang dinyatakan tidak layak dijual karena mengalami cedera seperti kaki patah dan lecet akibat proses pengiriman dari luar daerah.

    “Ada beberapa temuan, seperti kaki patah dan lecet. Itu tidak kami izinkan dijual untuk kurban,” tegasnya.

    Iwan menjelaskan sebagian besar sapi kurban di Kukar berasal dari Nusa Tenggara Timur atau NTT yang telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Selain itu, pasokan juga berasal dari Sulawesi dan peternak lokal Kukar.

    “Paling banyak dari NTT, sekitar 60 persen,” ujarnya.

    Selain sapi, Kukar juga menyiapkan sekitar seribu ekor kambing kurban dari peternak lokal maupun luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

    (Sf/Rs)