Seputar Kaltim

    Jamaluddin Soroti Masifnya Toko Modern di PPU, Ancam Usaha Kecil dan Perputaran Uang Lokal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Mei 2025 pukul 13:17 WITA

    Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kehadiran Toko Modern seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi semakin masif di Penajam Paser Utara (PPU). 

    Lokasinya dinilai strategis menurut para pengusaha, karena berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Jamaluddin mengaku tidak setuju dengan kehadiran toko modern, karena dinilai dapat mengancam mata pencaharian warga setempat, terutama usaha kecil lokal.

    “Saya di antara seribu orang, mungkin salah satu orang yang tidak setuju dan tidak mengizinkan adanya toko modern di PPU apabila memiliki wewenang,” ucap Jamaluddin, Jumat (2/5/2025).

    “Menurut saya kehadiran Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya itu dapat membunuh masyarakat yang berjualan. Jadi saya terus terang tidak setuju ada toko modern,” sambungnya.

    Meski kehadiran toko modern turut berperan dalam mengurangi angka pengangguran di PPU, tapi Jamaluddin berpendapat Lowongan Kerja (Loker) yang disediakan tidak sebanding dengan dampak yang harus dialami usaha kecil lokal.

    “Memang benar kehadiran toko modern dapat membuka peluang kerja, tapi seberapa besar sih peluang kerja yang diberikan kepada anak-anak daerah kita dari dampak mematikan terhadap usaha kecil lokal,” ungkapnya.

    Selain itu alasan Jamaluddin tidak menyetujui kehadiran toko modern juga karena perputaran uang lokal sering terjadi di luar daerah, sehingga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Kalau toko modern yang punya adalah orang lokal justru saya setuju karena uangnya berputar di situ-situ saja. Berbeda dengan toko modern seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi yang dimiliki orang dari luar daerah,” jelasnya.

    Ia mengharapkan pemerintah daerah dapat mengevaluasi dan mengkaji secara mendalam terkait perizinan pendirian toko modern di PPU.
    “Seharusnya kebijakan seperti itu (perizinan toko modern) harus dikaji ulang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jamaluddin Soroti Masifnya Toko Modern di PPU, Ancam Usaha Kecil dan Perputaran Uang Lokal

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Mei 2025 pukul 13:17 WITA

    Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kehadiran Toko Modern seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi semakin masif di Penajam Paser Utara (PPU). 

    Lokasinya dinilai strategis menurut para pengusaha, karena berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Jamaluddin mengaku tidak setuju dengan kehadiran toko modern, karena dinilai dapat mengancam mata pencaharian warga setempat, terutama usaha kecil lokal.

    “Saya di antara seribu orang, mungkin salah satu orang yang tidak setuju dan tidak mengizinkan adanya toko modern di PPU apabila memiliki wewenang,” ucap Jamaluddin, Jumat (2/5/2025).

    “Menurut saya kehadiran Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya itu dapat membunuh masyarakat yang berjualan. Jadi saya terus terang tidak setuju ada toko modern,” sambungnya.

    Meski kehadiran toko modern turut berperan dalam mengurangi angka pengangguran di PPU, tapi Jamaluddin berpendapat Lowongan Kerja (Loker) yang disediakan tidak sebanding dengan dampak yang harus dialami usaha kecil lokal.

    “Memang benar kehadiran toko modern dapat membuka peluang kerja, tapi seberapa besar sih peluang kerja yang diberikan kepada anak-anak daerah kita dari dampak mematikan terhadap usaha kecil lokal,” ungkapnya.

    Selain itu alasan Jamaluddin tidak menyetujui kehadiran toko modern juga karena perputaran uang lokal sering terjadi di luar daerah, sehingga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Kalau toko modern yang punya adalah orang lokal justru saya setuju karena uangnya berputar di situ-situ saja. Berbeda dengan toko modern seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi yang dimiliki orang dari luar daerah,” jelasnya.

    Ia mengharapkan pemerintah daerah dapat mengevaluasi dan mengkaji secara mendalam terkait perizinan pendirian toko modern di PPU.
    “Seharusnya kebijakan seperti itu (perizinan toko modern) harus dikaji ulang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)