Cari disini...
Seputarfakta.com -
Seputar Kaltim
Ilustrasi Snow Moon
Samarinda – Fenomena langit menarik kembali menyapa wilayah Indonesia. Hari ini, Senin (2/2/26), masyarakat dapat menyaksikan fenomena Snow Moon atau Bulan Purnama Salju yang menghiasi langit malam.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, jam berapa waktu terbaik menyaksikan fenomena ini di Indonesia?
Berdasarkan data astronomi, puncak fase bulan purnama ini sebenarnya terjadi pada pukul 5 sore zona waktu Amerika Timur, atau dini hari tadi waktu Indonesia. Namun, jangan khawatir, bagi pembaca di Indonesia, pemandangan Snow Moon diprediksi masih akan terlihat sangat terang dengan bentuk bulat sempurna hingga Senin malam ini.
Pemandangan Langka Berdampingan dengan Gugus Lebah
Yang membuat malam ini semakin spesial bagi pengamat di Indonesia adalah posisi bulan. Malam ini, Bulan akan tampak berdampingan dengan gugus bintang Beehive atau M44.
Gugus bintang ini terletak sekitar 577 tahun cahaya dari Bumi. Perpaduan cahaya bulan purnama yang terang dengan latar gugus bintang ini menciptakan panorama langit yang memukau dan bisa dinikmati tanpa alat bantu canggih, asalkan cuaca cerah.
Kenapa Disebut Bulan Purnama Salju?
Meski namanya Snow Moon atau Bulan Salju, fenomena ini tidak berarti akan turun salju di Indonesia. Nama ini adalah warisan budaya dari suku-suku asli di Amerika Utara dan Eropa.
Mengutip catatan NASA, nama Snow Moon diberikan karena bulan Februari secara historis merupakan puncak musim dingin dengan curah salju paling tinggi di belahan Bumi utara. Jonathan Carver, seorang penulis abad ke-18, mencatat bahwa suku asli Amerika menggunakan nama ini sebagai penanda waktu di tengah cuaca ekstrem.
Selain itu, fenomena ini juga memiliki nama lain yang unik seperti Hungry Moon (Bulan Lapar) karena sulitnya berburu makanan saat badai salju, atau Bear Moon (Bulan Beruang) menurut tradisi suku Ojibwe.
Jadi, bagi Anda yang malam ini memiliki waktu luang, sempatkanlah menengadah ke langit. Abadikan momen Snow Moon 2026 ini sebelum fenomena langit lainnya menyusul di pertengahan tahun nanti.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com -
Seputar Kaltim

Ilustrasi Snow Moon
Samarinda – Fenomena langit menarik kembali menyapa wilayah Indonesia. Hari ini, Senin (2/2/26), masyarakat dapat menyaksikan fenomena Snow Moon atau Bulan Purnama Salju yang menghiasi langit malam.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, jam berapa waktu terbaik menyaksikan fenomena ini di Indonesia?
Berdasarkan data astronomi, puncak fase bulan purnama ini sebenarnya terjadi pada pukul 5 sore zona waktu Amerika Timur, atau dini hari tadi waktu Indonesia. Namun, jangan khawatir, bagi pembaca di Indonesia, pemandangan Snow Moon diprediksi masih akan terlihat sangat terang dengan bentuk bulat sempurna hingga Senin malam ini.
Pemandangan Langka Berdampingan dengan Gugus Lebah
Yang membuat malam ini semakin spesial bagi pengamat di Indonesia adalah posisi bulan. Malam ini, Bulan akan tampak berdampingan dengan gugus bintang Beehive atau M44.
Gugus bintang ini terletak sekitar 577 tahun cahaya dari Bumi. Perpaduan cahaya bulan purnama yang terang dengan latar gugus bintang ini menciptakan panorama langit yang memukau dan bisa dinikmati tanpa alat bantu canggih, asalkan cuaca cerah.
Kenapa Disebut Bulan Purnama Salju?
Meski namanya Snow Moon atau Bulan Salju, fenomena ini tidak berarti akan turun salju di Indonesia. Nama ini adalah warisan budaya dari suku-suku asli di Amerika Utara dan Eropa.
Mengutip catatan NASA, nama Snow Moon diberikan karena bulan Februari secara historis merupakan puncak musim dingin dengan curah salju paling tinggi di belahan Bumi utara. Jonathan Carver, seorang penulis abad ke-18, mencatat bahwa suku asli Amerika menggunakan nama ini sebagai penanda waktu di tengah cuaca ekstrem.
Selain itu, fenomena ini juga memiliki nama lain yang unik seperti Hungry Moon (Bulan Lapar) karena sulitnya berburu makanan saat badai salju, atau Bear Moon (Bulan Beruang) menurut tradisi suku Ojibwe.
Jadi, bagi Anda yang malam ini memiliki waktu luang, sempatkanlah menengadah ke langit. Abadikan momen Snow Moon 2026 ini sebelum fenomena langit lainnya menyusul di pertengahan tahun nanti.
(Sf/Rs)