Seputar Kaltim

    Jalur Udara Jadi Target Baru Peredaran Narkoba, Polda Kaltim Bongkar Jaringan Sumut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2025 pukul 15:27 WITA

    Barang bukti koper yang digunakan tersangka IF saat membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi dari Sumatera Utara ke Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ditresnarkoba Polda Kaltim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, beberapa waktu lalu. Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 1.029,8 gram dan 475 butir ekstasi.

    Barang haram tersebut ditemukan dalam koper milik tersangka berinisial IF, yang diketahui merupakan bagian dari jaringan narkoba asal Sumatera Utara.

    “IF juga tercatat sebagai residivis dengan kasus serupa,” ucap Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Arif Bestari kepada media, Senin (22/9/2025).

    Kombes Arif menjelaskan, bahwa modus operandi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan jalur udara. Tersangka membawa narkoba yang disembunyikan di dalam pakaian di koper dan diletakkan di kabin pesawat, dengan tujuan mengelabui pemeriksaan elektronik dan petugas bandara.

    "Kami masih mendalami bagaimana barang tersebut bisa lolos dari pengawasan, mulai dari Sumatera Utara, transit di Jakarta, hingga sampai ke Balikpapan," terangnya.

    Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak bandara untuk menindaklanjuti temuan ini dan memperkuat pengawasan di jalur udara.

    Kombes Arif menyebut bahwa temuan ini membuka indikasi adanya jaringan baru yang mencoba memperluas peredaran narkoba di wilayah Kaltim. 

    “Biasanya, jaringan narkoba ke Kaltim menggunakan jalur darat, namun kali ini diduga mulai beralih ke jalur udara,” akunya.

    Lanjut Arif, rencananya narkoba tersebut akan diedarkan di dua kota besar di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda, yang telah menjadi target pemasaran jaringan ini.

    “Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jalur Udara Jadi Target Baru Peredaran Narkoba, Polda Kaltim Bongkar Jaringan Sumut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2025 pukul 15:27 WITA

    Barang bukti koper yang digunakan tersangka IF saat membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi dari Sumatera Utara ke Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ditresnarkoba Polda Kaltim berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, beberapa waktu lalu. Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 1.029,8 gram dan 475 butir ekstasi.

    Barang haram tersebut ditemukan dalam koper milik tersangka berinisial IF, yang diketahui merupakan bagian dari jaringan narkoba asal Sumatera Utara.

    “IF juga tercatat sebagai residivis dengan kasus serupa,” ucap Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Arif Bestari kepada media, Senin (22/9/2025).

    Kombes Arif menjelaskan, bahwa modus operandi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan jalur udara. Tersangka membawa narkoba yang disembunyikan di dalam pakaian di koper dan diletakkan di kabin pesawat, dengan tujuan mengelabui pemeriksaan elektronik dan petugas bandara.

    "Kami masih mendalami bagaimana barang tersebut bisa lolos dari pengawasan, mulai dari Sumatera Utara, transit di Jakarta, hingga sampai ke Balikpapan," terangnya.

    Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak bandara untuk menindaklanjuti temuan ini dan memperkuat pengawasan di jalur udara.

    Kombes Arif menyebut bahwa temuan ini membuka indikasi adanya jaringan baru yang mencoba memperluas peredaran narkoba di wilayah Kaltim. 

    “Biasanya, jaringan narkoba ke Kaltim menggunakan jalur darat, namun kali ini diduga mulai beralih ke jalur udara,” akunya.

    Lanjut Arif, rencananya narkoba tersebut akan diedarkan di dua kota besar di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda, yang telah menjadi target pemasaran jaringan ini.

    “Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tuturnya.

    (Sf/Rs)