Cari disini...
Seputar Kaltim
Potret pelajar SDN 013 Penajam yang sempat menerima makanan bergizi gratis sebagai pilot projek pertama di PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) mengucurkan anggaran sekitar Rp11,8 miliar untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Pemerintah daerah (pemda) berencana melaksanakan program nasional itu pada November dan Desember 2025 mendatang.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan non-Formal Disdikpora PPU, Durajat merincikan dana Rp1,9 miliar digunakan untuk mengakomodasi pelajar tingkat PAUD dan TK, Rp7,2 miliar untuk SD dan Rp2,7 miliar untuk SMP negeri maupun swasta.
Ia menegaskan besaran anggaran itu belum bersifat tetap karena masih sebatas proyeksi.
Sebab pelaksanaan MBG di sebagian sekolah sudah ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga Disdikpora melakukan verifikasi ulang agar penerima manfaat dari pusat tidak tergabung dalam program yang dibiayai pemda.
“Kita masih hitung jumlah pelajar yang akan menjadi penerima manfaat karena ada beberapa sekolah yang telah diakomodir BGN. Jadi ketika selesai, maka angka penerima manfaat dan anggaran yang dialokasikan akan kelihatan persisnya berapa,” ucap Durajat, Selasa (23/9/2025).
Pendataan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG benar-benar menyasar penerima manfaat, sehingga seluruh anggaran yang dikucurkan pemda bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Jadi tujuannya itu supaya tidak ada penerima ganda dan anggaran yang dikucurkan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kami memastikan anak-anak yang belum terkover pusat akan menjadi penerima MBG mandiri yang dilaksanakan pemda,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Potret pelajar SDN 013 Penajam yang sempat menerima makanan bergizi gratis sebagai pilot projek pertama di PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) mengucurkan anggaran sekitar Rp11,8 miliar untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Pemerintah daerah (pemda) berencana melaksanakan program nasional itu pada November dan Desember 2025 mendatang.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan non-Formal Disdikpora PPU, Durajat merincikan dana Rp1,9 miliar digunakan untuk mengakomodasi pelajar tingkat PAUD dan TK, Rp7,2 miliar untuk SD dan Rp2,7 miliar untuk SMP negeri maupun swasta.
Ia menegaskan besaran anggaran itu belum bersifat tetap karena masih sebatas proyeksi.
Sebab pelaksanaan MBG di sebagian sekolah sudah ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga Disdikpora melakukan verifikasi ulang agar penerima manfaat dari pusat tidak tergabung dalam program yang dibiayai pemda.
“Kita masih hitung jumlah pelajar yang akan menjadi penerima manfaat karena ada beberapa sekolah yang telah diakomodir BGN. Jadi ketika selesai, maka angka penerima manfaat dan anggaran yang dialokasikan akan kelihatan persisnya berapa,” ucap Durajat, Selasa (23/9/2025).
Pendataan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG benar-benar menyasar penerima manfaat, sehingga seluruh anggaran yang dikucurkan pemda bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Jadi tujuannya itu supaya tidak ada penerima ganda dan anggaran yang dikucurkan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kami memastikan anak-anak yang belum terkover pusat akan menjadi penerima MBG mandiri yang dilaksanakan pemda,” tandasnya.
(Sf/Lo)