Seputar Kaltim

    Jalan Usaha Tani hingga Sekolah Rakyat jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur Berau 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Mei 2026 pukul 14:01 WITA

    Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tahun 2026 pada sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sejumlah proyek strategis disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan akses pendidikan, serta memperkuat konektivitas wilayah pedesaan dan pesisir.

    Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto, mengatakan pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.

    "Jalan yang dibangun harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Baik untuk mendukung aktivitas ekonomi, akses pendidikan, maupun mobilitas warga," ujar Bambang.

    Salah satu proyek prioritas adalah keberadaan jalan usaha tani yang akan dikerjakan sepanjang 700 meter di KM 16 Kampung Maluang. Menurutnya, Dengan akses yang lebih baik, proses pengangkutan hasil panen akan lebih cepat dan efisien. Harapannya biaya distribusi dapat ditekan sehingga memberi keuntungan lebih bagi petani

    "Infrastruktur ini penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan memudahkan petani mengangkut hasil panen menuju pusat pemasaran. Harapannya biaya distribusi juga dapat ditekan sehingga memberi keuntungan lebih bagi petani," tuturnya.

    Selain itu, pemerintah juga mengarahkan prioritas pembangunan pada peningkatan akses pendidikan. Pembangunan akses tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pelajar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur menuju lokasi sekolah.

    "Tahun ini, Pemkab Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Gunung Tabur," ujarnya.

    Tak hanya itu, wilayah pesisir juga menjadi sasaran pembangunan melalui peningkatan jalan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Program tersebut ditujukan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah dan mengurangi keterisolasian masyarakat pesisir.

    Sementara di kawasan perkotaan, peningkatan kualitas jalan tetap dilakukan pada sejumlah ruas strategis seperti Jalan Limunjan-Mantaritip, Singkuang-Mantaritip, hingga kawasan Gunung Panjang guna mengimbangi tingginya aktivitas kendaraan.

    Bambang mengakui tantangan pembangunan infrastruktur di Berau masih dipengaruhi kondisi geografis yang cukup kompleks, terutama pada wilayah yang memerlukan pembukaan akses baru. 

    Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara transparan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Saat ini sebagian besar paket pekerjaan telah memasuki tahap lelang dan diharapkan segera berlanjut ke tahap pelaksanaan fisik apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal.

    "Kalau proses lelang berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik bisa segera dimulai. Kami berharap seluruh proyek selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Bambang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jalan Usaha Tani hingga Sekolah Rakyat jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur Berau 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Mei 2026 pukul 14:01 WITA

    Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tahun 2026 pada sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sejumlah proyek strategis disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan akses pendidikan, serta memperkuat konektivitas wilayah pedesaan dan pesisir.

    Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto, mengatakan pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.

    "Jalan yang dibangun harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Baik untuk mendukung aktivitas ekonomi, akses pendidikan, maupun mobilitas warga," ujar Bambang.

    Salah satu proyek prioritas adalah keberadaan jalan usaha tani yang akan dikerjakan sepanjang 700 meter di KM 16 Kampung Maluang. Menurutnya, Dengan akses yang lebih baik, proses pengangkutan hasil panen akan lebih cepat dan efisien. Harapannya biaya distribusi dapat ditekan sehingga memberi keuntungan lebih bagi petani

    "Infrastruktur ini penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan memudahkan petani mengangkut hasil panen menuju pusat pemasaran. Harapannya biaya distribusi juga dapat ditekan sehingga memberi keuntungan lebih bagi petani," tuturnya.

    Selain itu, pemerintah juga mengarahkan prioritas pembangunan pada peningkatan akses pendidikan. Pembangunan akses tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pelajar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur menuju lokasi sekolah.

    "Tahun ini, Pemkab Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Gunung Tabur," ujarnya.

    Tak hanya itu, wilayah pesisir juga menjadi sasaran pembangunan melalui peningkatan jalan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Program tersebut ditujukan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah dan mengurangi keterisolasian masyarakat pesisir.

    Sementara di kawasan perkotaan, peningkatan kualitas jalan tetap dilakukan pada sejumlah ruas strategis seperti Jalan Limunjan-Mantaritip, Singkuang-Mantaritip, hingga kawasan Gunung Panjang guna mengimbangi tingginya aktivitas kendaraan.

    Bambang mengakui tantangan pembangunan infrastruktur di Berau masih dipengaruhi kondisi geografis yang cukup kompleks, terutama pada wilayah yang memerlukan pembukaan akses baru. 

    Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara transparan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Saat ini sebagian besar paket pekerjaan telah memasuki tahap lelang dan diharapkan segera berlanjut ke tahap pelaksanaan fisik apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal.

    "Kalau proses lelang berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik bisa segera dimulai. Kami berharap seluruh proyek selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Bambang.

    (Sf/Rs)