Seputar Kaltim

    Jalan Tekukur Samarinda Jadi Prioritas Penerapan Sistem Satu Arah

    Penulis:Tria|Redaktur:Maruly Zainuddin
    09 Februari 2025 pukul 08:59 WITA

    Jalan Tekukur, Kelurahan Temindung Permai yang nantinya bakal jadi prioritas implementasi sistem satu arah, setelah sebelumnya diberlakukan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Setelah menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Gatot Subroto, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda kini tengah bersiap melakukan hal serupa di sejumlah ruas jalan strategis. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Jalan Tekukur, Kelurahan Temindung Permai.  

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa penerapan sistem satu arah akan dilakukan bertahap di tiga ruas jalan, yakni Jalan Camar, Jalan Tekukur, dan Jalan Abul Hasan.  

    Kebijakan ini, lanjutnya, diambil sebagai respons terhadap kemacetan yang kian menjadi momok di jalanan Samarinda. Dengan keterbatasan ruang yang tak memungkinkan pelebaran jalan, SSA dianggap sebagai solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.  

    Namun, dari ketiga ruas jalan tersebut, Jalan Tekukur menjadi prioritas utama. Menurutnya, letaknya yang strategis dan potensi besar dalam memperlancar arus kendaraan membuat Dishub berfokus pada jalan ini terlebih dahulu. "Jalan Tekukur ini sering menjadi titik kemacetan. Nantinya, kendaraan hanya bisa keluar dari dalam jalan, sementara akses masuk dari luar akan dibatasi," ujar Manalu.  

    Selain kemacetan, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan utama. Simpang Jalan Hasan Basri, yang selama ini kerap menjadi lokasi kecelakaan, akan mengalami perubahan pola lalu lintas. "Di simpang itu sering terjadi kecelakaan karena banyaknya persimpangan. Nantinya, kendaraan dari Jalan Hasan Basri hanya bisa belok kanan atau kiri, tidak bisa masuk ke Jalan Tekukur atau Jalan Camar," tambahnya.  

    Sebagai persiapan, Dishub Samarinda telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas yang akan dipasang di titik-titik strategis. Petugas juga akan dikerahkan untuk membantu pengendara beradaptasi dengan sistem baru.  

    Ia juga menyebut bahwa dukungan anggaran sudah tersedia, serta kajian pun sudah rampung dilakukan. Kebijakan SSA ini dirancang untuk menyesuaikan dengan perkembangan Samarinda yang semakin padat. 

    Manalu optimistis, jika sistem ini diterapkan, arus lalu lintas akan lebih teratur dan aman. "Tinggal pemasangan rambu dan fasilitas pendukung lainnya. Nanti akan ada peluncuran resmi bersama stakeholder terkait," pungkasnya.  

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Jalan Tekukur Samarinda Jadi Prioritas Penerapan Sistem Satu Arah

    Penulis:Tria|Redaktur:Maruly Zainuddin
    09 Februari 2025 pukul 08:59 WITA

    Jalan Tekukur, Kelurahan Temindung Permai yang nantinya bakal jadi prioritas implementasi sistem satu arah, setelah sebelumnya diberlakukan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Setelah menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Gatot Subroto, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda kini tengah bersiap melakukan hal serupa di sejumlah ruas jalan strategis. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Jalan Tekukur, Kelurahan Temindung Permai.  

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa penerapan sistem satu arah akan dilakukan bertahap di tiga ruas jalan, yakni Jalan Camar, Jalan Tekukur, dan Jalan Abul Hasan.  

    Kebijakan ini, lanjutnya, diambil sebagai respons terhadap kemacetan yang kian menjadi momok di jalanan Samarinda. Dengan keterbatasan ruang yang tak memungkinkan pelebaran jalan, SSA dianggap sebagai solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.  

    Namun, dari ketiga ruas jalan tersebut, Jalan Tekukur menjadi prioritas utama. Menurutnya, letaknya yang strategis dan potensi besar dalam memperlancar arus kendaraan membuat Dishub berfokus pada jalan ini terlebih dahulu. "Jalan Tekukur ini sering menjadi titik kemacetan. Nantinya, kendaraan hanya bisa keluar dari dalam jalan, sementara akses masuk dari luar akan dibatasi," ujar Manalu.  

    Selain kemacetan, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan utama. Simpang Jalan Hasan Basri, yang selama ini kerap menjadi lokasi kecelakaan, akan mengalami perubahan pola lalu lintas. "Di simpang itu sering terjadi kecelakaan karena banyaknya persimpangan. Nantinya, kendaraan dari Jalan Hasan Basri hanya bisa belok kanan atau kiri, tidak bisa masuk ke Jalan Tekukur atau Jalan Camar," tambahnya.  

    Sebagai persiapan, Dishub Samarinda telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas yang akan dipasang di titik-titik strategis. Petugas juga akan dikerahkan untuk membantu pengendara beradaptasi dengan sistem baru.  

    Ia juga menyebut bahwa dukungan anggaran sudah tersedia, serta kajian pun sudah rampung dilakukan. Kebijakan SSA ini dirancang untuk menyesuaikan dengan perkembangan Samarinda yang semakin padat. 

    Manalu optimistis, jika sistem ini diterapkan, arus lalu lintas akan lebih teratur dan aman. "Tinggal pemasangan rambu dan fasilitas pendukung lainnya. Nanti akan ada peluncuran resmi bersama stakeholder terkait," pungkasnya.  

    (Sf/Mr)