Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Pinggiran SKM yang akan diturap di kawasan Jalan Tarmidi, Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar bisa menyiapkan dana dan skema perbaikan Jalan Tarmidi.
Saat melakukan tinjauan ke Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, yang sedang dilakukan penurapan terhadap Sungai Karang Mumus (SKM), ia melihat potensi kerusakan jalan akibat kegiatan itu.
“Setelah turun kita melihat ada potensi rusaknya jalan, tetapi anggarannya tidak ada dalam pemancangan atau penurapan ini,” ungkap AH, Rabu (19/6/2024).
Untuk itu, ia meminta dinas terkait agar bisa segera mencari solusi agar setelah proyek selesai, tak lama kemudian jala juga sudah bisa berfungsi kembali seperti semula.
Selaras dengan apa yang dinyatakan AH, Pelaksana Lapangan CV Alesha Putri Mandiri, Yusuf, membenarkan bahwa pengerjaan perbaikan jalan yang rusak akibat proyek itu tidak ada dalam kontrak kerja.
“Karna pemakaian alat berat itu sangat berkemungkinan jalan jadi rusak. Kemudian dalam pemasangan tiang tiang ini juga bisa berakibat pada keretakan jalan. Tapi untuk perbaikan jalan itu tidak ada kontrak kami,” kata Yusuf.
Terkait dengan pelaksanaan di lapangan, ia menyatakan tak terdapat kendala. Bahkan, dalam progres harian melebihi dari apa yang diinginkan.
“Dalam satu hari itu kita harapannya memasang 6 atau 7 tiang, tapi kita dalam satu hari bisa 14 sampai 15. Harapan untuk Oktober selesai itu bisa tercapai,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan. Hanya saja, dipisahkan dengan proyek penurapan ini.
"Desain full-nya kami rencanakan seperti itu. Jadi, untuk kegiatan di SDA, kami menyiapkan turapnya terlebih dahulu,” jelas Desy.
Ia membeberkan, bahwa desain lengkapnya itu termasuk taman dan jalan dengan total anggaran mencapai Rp24 miliar, sampai ke Jembatan Kehewanan.
“Sedangkan dana Rp15 miliar yang ada saat ini hanya untuk pekerjaan sampai Jembatan Sungai Pinang yang sedang dikerjakan saat ini," pungkas Desy.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Pinggiran SKM yang akan diturap di kawasan Jalan Tarmidi, Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar bisa menyiapkan dana dan skema perbaikan Jalan Tarmidi.
Saat melakukan tinjauan ke Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, yang sedang dilakukan penurapan terhadap Sungai Karang Mumus (SKM), ia melihat potensi kerusakan jalan akibat kegiatan itu.
“Setelah turun kita melihat ada potensi rusaknya jalan, tetapi anggarannya tidak ada dalam pemancangan atau penurapan ini,” ungkap AH, Rabu (19/6/2024).
Untuk itu, ia meminta dinas terkait agar bisa segera mencari solusi agar setelah proyek selesai, tak lama kemudian jala juga sudah bisa berfungsi kembali seperti semula.
Selaras dengan apa yang dinyatakan AH, Pelaksana Lapangan CV Alesha Putri Mandiri, Yusuf, membenarkan bahwa pengerjaan perbaikan jalan yang rusak akibat proyek itu tidak ada dalam kontrak kerja.
“Karna pemakaian alat berat itu sangat berkemungkinan jalan jadi rusak. Kemudian dalam pemasangan tiang tiang ini juga bisa berakibat pada keretakan jalan. Tapi untuk perbaikan jalan itu tidak ada kontrak kami,” kata Yusuf.
Terkait dengan pelaksanaan di lapangan, ia menyatakan tak terdapat kendala. Bahkan, dalam progres harian melebihi dari apa yang diinginkan.
“Dalam satu hari itu kita harapannya memasang 6 atau 7 tiang, tapi kita dalam satu hari bisa 14 sampai 15. Harapan untuk Oktober selesai itu bisa tercapai,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan. Hanya saja, dipisahkan dengan proyek penurapan ini.
"Desain full-nya kami rencanakan seperti itu. Jadi, untuk kegiatan di SDA, kami menyiapkan turapnya terlebih dahulu,” jelas Desy.
Ia membeberkan, bahwa desain lengkapnya itu termasuk taman dan jalan dengan total anggaran mencapai Rp24 miliar, sampai ke Jembatan Kehewanan.
“Sedangkan dana Rp15 miliar yang ada saat ini hanya untuk pekerjaan sampai Jembatan Sungai Pinang yang sedang dikerjakan saat ini," pungkas Desy.
(Sf/Rs)