Seputar Kaltim

    Jalan Rusak Hambat Ekonomi, Pemkab Kutim Prioritaskan Infrastruktur di APBD 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya infrastruktur sebagai syarat utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, tanpa infrastruktur yang memadai, mustahil roda perekonomian di daerah bisa berjalan optimal.

    Kerusakan jalan di sejumlah wilayah seperti Rantau Pulung membuat aktivitas warga terganggu dan ekonomi tersendat. Hal inilah yang mendorong Pemkab Kutim untuk menjadikan sektor infrastruktur sebagai prioritas dalam pembangunan daerah.

    Ia pun menekankan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 nanti akan difokuskan pada sektor infrastruktur sebagai upaya percepatan pembangunan.

    “Maka penyesuaian, penyusunan APBD 2026 kita maksimalkan untuk infrastruktur,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, Pemkab Kutim akan memaksimalkan anggaran untuk membenahi hal tersebut, terutama jalan-jalan rusak yang menghambat aktivitas warga dan pelaku usaha.

    Ia juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada tim khusus yang merancang rencana pembangunan. Tim ini akan menentukan proyek mana yang diprioritaskan dan siapa yang akan mengerjakannya.

    "Tim itu nanti yang akan buat rencana. Kita juga akan lihat lagi perusahaan-perusahaan mana yang dulu kerjanya bagus. Jangan sampai perusahaan yang kemarin kerjanya tidak bagus, dipekerjakan lagi,” tutupnya.

    Mahyunadi berharap pembangunan infrastruktur yang lebih baik bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mobilitas masyarakat, serta mendorong investasi masuk ke daerah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jalan Rusak Hambat Ekonomi, Pemkab Kutim Prioritaskan Infrastruktur di APBD 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya infrastruktur sebagai syarat utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, tanpa infrastruktur yang memadai, mustahil roda perekonomian di daerah bisa berjalan optimal.

    Kerusakan jalan di sejumlah wilayah seperti Rantau Pulung membuat aktivitas warga terganggu dan ekonomi tersendat. Hal inilah yang mendorong Pemkab Kutim untuk menjadikan sektor infrastruktur sebagai prioritas dalam pembangunan daerah.

    Ia pun menekankan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 nanti akan difokuskan pada sektor infrastruktur sebagai upaya percepatan pembangunan.

    “Maka penyesuaian, penyusunan APBD 2026 kita maksimalkan untuk infrastruktur,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, Pemkab Kutim akan memaksimalkan anggaran untuk membenahi hal tersebut, terutama jalan-jalan rusak yang menghambat aktivitas warga dan pelaku usaha.

    Ia juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada tim khusus yang merancang rencana pembangunan. Tim ini akan menentukan proyek mana yang diprioritaskan dan siapa yang akan mengerjakannya.

    "Tim itu nanti yang akan buat rencana. Kita juga akan lihat lagi perusahaan-perusahaan mana yang dulu kerjanya bagus. Jangan sampai perusahaan yang kemarin kerjanya tidak bagus, dipekerjakan lagi,” tutupnya.

    Mahyunadi berharap pembangunan infrastruktur yang lebih baik bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mobilitas masyarakat, serta mendorong investasi masuk ke daerah.

    (Sf/Rs)