Cari disini...
Seputar Kaltim
Jalan Poros Kecamatan Samboja yang longsor. (Foto:Tangkapan Layar)
Tenggarong - Jalan poros di Kilometer (Km) 9 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanrgara (Kukar) yang merupakan akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) lumpuh akibat longsor.
Tragedi jalan longsor ini terjadi pada pukul 23.20 WITA, Minggu (22/12/2024) malam tadi. Ratusan pengendara pun harus menunggu karena tidak bisa melintas.
Dalam video yang beredar di media sosial (Medsos) Facebook, kendaraan besar tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua dan roda empat diimbau untuk tetap berhati-hati.
Warganet yang melihat unggahan itu ramai memberikan tanggapan. "Kalau dilihat kondisi kayak begini tak ada harapan harapan pemerintah daerah (Pemda) untuk cepat memperbaiki, pengerjaan bisa memakan waktu lama," kata Musa
"Dari zaman belanda, kontur tanah sudah seperti sekarang, yang dipertanyakan itu saat pembangunan jalan ada perhatian nggak ke medan yang cenderung terjadinya longsor atau retakan, sehingga ada upaya pencegahan baik itu pembangunan turap di sisi jalan atau memang minim perencanaan. Jadi musim hujan sedikit terjadi lagi longsor, nanti disalahin kontur tanah tidak bagus lagi," ujar Alan.
"Apakah ini jalan satu-satunya, tidak ada jln alternatif lagi. Mungkin kelelahan dan akhirnya ambruk, setiap hari kendaraan berat lalu lalang di situ, sedangkan perawatan minim," jelas Ibrah.
Sementara, Seputar Fakta masih menunggu konfirmasi terkait peristiwa tersebut.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jalan Poros Kecamatan Samboja yang longsor. (Foto:Tangkapan Layar)
Tenggarong - Jalan poros di Kilometer (Km) 9 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanrgara (Kukar) yang merupakan akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) lumpuh akibat longsor.
Tragedi jalan longsor ini terjadi pada pukul 23.20 WITA, Minggu (22/12/2024) malam tadi. Ratusan pengendara pun harus menunggu karena tidak bisa melintas.
Dalam video yang beredar di media sosial (Medsos) Facebook, kendaraan besar tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua dan roda empat diimbau untuk tetap berhati-hati.
Warganet yang melihat unggahan itu ramai memberikan tanggapan. "Kalau dilihat kondisi kayak begini tak ada harapan harapan pemerintah daerah (Pemda) untuk cepat memperbaiki, pengerjaan bisa memakan waktu lama," kata Musa
"Dari zaman belanda, kontur tanah sudah seperti sekarang, yang dipertanyakan itu saat pembangunan jalan ada perhatian nggak ke medan yang cenderung terjadinya longsor atau retakan, sehingga ada upaya pencegahan baik itu pembangunan turap di sisi jalan atau memang minim perencanaan. Jadi musim hujan sedikit terjadi lagi longsor, nanti disalahin kontur tanah tidak bagus lagi," ujar Alan.
"Apakah ini jalan satu-satunya, tidak ada jln alternatif lagi. Mungkin kelelahan dan akhirnya ambruk, setiap hari kendaraan berat lalu lalang di situ, sedangkan perawatan minim," jelas Ibrah.
Sementara, Seputar Fakta masih menunggu konfirmasi terkait peristiwa tersebut.
(Sf/By)