Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama DPUPR melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan rusak di Jalan Poros Nasional Berau-Bulungan Kilometer (km) 26, Senin (2/6/2025). (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan rusak di Jalan Poros Nasional Berau-Bulungan Kilometer (km) 26, Senin (2/6/2025).
Gamalis mengatakan kerusakan yang terjadi bersifat titik per titik (spot by spot). Sehingga, kerusakan tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat. Bahkan antrian cukup panjang terjadi khususnya dari arah Berau. Oleh karena itu, diperlukan percepatan perbaikan.
"Perbaikan jalan tersebut tengah ditangani oleh PPK 2.6 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau," ujar Gamalis.
Ia pun mengatakan, meskipun ruas jalan ini berstatus jalan nasional, namun Pemkab Berau turut ambil bagian dalam penanganannya demi mempercepat proses perbaikan jalan tersebut.
"Ini bentuk kolaborasi kita. Walaupun statusnya jalan nasional, tapi masyarakat yang terdampak itu warga Berau juga. Pemerintah daerah tidak bisa tinggal diam, kita tetap bantu sebisanya," katanya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut, Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menurunkan satu unit alat berat serta operator dan menyuplai material untuk membantu peninggian (elevasi) jalan yang mengalami penurunan serta kerusakan cukup parah.
Sementara itu, ia juga menekankan pentingnya ruas jalan tersebut sebagai satu-satunya akses darat penghubung antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
"Jalan ini vital. Tidak ada alternatif lain. Maka harus jadi prioritas," tuturnya.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa jalan poros nasional yang berada di Kabupaten Berau pada tahun 2025 ini mendapatkan anggaran sebesar Rp18 miliar khusus untuk konservasi jalan. Titik-titik perbaikan jalan tersebut berada di Jalan Poros Labanan–Teluk Bayur hingga KM 5, serta Jalan Poros menuju Tanjung Batu. Kemudian Jalan Poros Berau–Bulungan hingga gapura perbatasan.
"Semoga di perubahan anggaran nanti ada tambahan untuk anggaran tersebut karena kerusakan jalan kerap terjadi secara tiba-tiba akibat faktor alam maupun lalu lintas berat," ujarnya.
Kendati demikian, peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Berau dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur, tetap menjadi perhatian bersama lintas instansi.
"Kita ingin masyarakat tidak lagi terganggu dalam aktivitasnya karena kondisi jalan. Dan saya berharap perbaikan ini bisa segera tuntas agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan normal," tutup Gamalis.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama DPUPR melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan rusak di Jalan Poros Nasional Berau-Bulungan Kilometer (km) 26, Senin (2/6/2025). (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peninjauan langsung ke lokasi perbaikan jalan rusak di Jalan Poros Nasional Berau-Bulungan Kilometer (km) 26, Senin (2/6/2025).
Gamalis mengatakan kerusakan yang terjadi bersifat titik per titik (spot by spot). Sehingga, kerusakan tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat. Bahkan antrian cukup panjang terjadi khususnya dari arah Berau. Oleh karena itu, diperlukan percepatan perbaikan.
"Perbaikan jalan tersebut tengah ditangani oleh PPK 2.6 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau," ujar Gamalis.
Ia pun mengatakan, meskipun ruas jalan ini berstatus jalan nasional, namun Pemkab Berau turut ambil bagian dalam penanganannya demi mempercepat proses perbaikan jalan tersebut.
"Ini bentuk kolaborasi kita. Walaupun statusnya jalan nasional, tapi masyarakat yang terdampak itu warga Berau juga. Pemerintah daerah tidak bisa tinggal diam, kita tetap bantu sebisanya," katanya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut, Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menurunkan satu unit alat berat serta operator dan menyuplai material untuk membantu peninggian (elevasi) jalan yang mengalami penurunan serta kerusakan cukup parah.
Sementara itu, ia juga menekankan pentingnya ruas jalan tersebut sebagai satu-satunya akses darat penghubung antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
"Jalan ini vital. Tidak ada alternatif lain. Maka harus jadi prioritas," tuturnya.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa jalan poros nasional yang berada di Kabupaten Berau pada tahun 2025 ini mendapatkan anggaran sebesar Rp18 miliar khusus untuk konservasi jalan. Titik-titik perbaikan jalan tersebut berada di Jalan Poros Labanan–Teluk Bayur hingga KM 5, serta Jalan Poros menuju Tanjung Batu. Kemudian Jalan Poros Berau–Bulungan hingga gapura perbatasan.
"Semoga di perubahan anggaran nanti ada tambahan untuk anggaran tersebut karena kerusakan jalan kerap terjadi secara tiba-tiba akibat faktor alam maupun lalu lintas berat," ujarnya.
Kendati demikian, peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Berau dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur, tetap menjadi perhatian bersama lintas instansi.
"Kita ingin masyarakat tidak lagi terganggu dalam aktivitasnya karena kondisi jalan. Dan saya berharap perbaikan ini bisa segera tuntas agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan normal," tutup Gamalis.
(Sf/Rs)