Seputar Kaltim

    Jalan Poros Desa Jembayan Amblas Lagi, Akses Utama Warga Terputus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 Agustus 2026 pukul 16:15 WITA

    Kondisi badan Jalan Poros Desa Jembayan yang mengalami amblas (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Jalan Poros Dusun Margasari, RT 4, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan dengan kedalaman perkiraan mencapai tiga meter, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 6.00 WITA.

    Kondisi tersebut menyebabkan akses utama warga di kawasan setempat tidak dapat dilalui karena telah tergenang air Sungai Mahakam akibat tanggul yang menjadi pembatas turut ambruk.

    Penyebab amblasnya jalan tersebut diduga akibat adanya pergeseran tanah pada badan jalan. Atas kejadian ini, masyarakat diminta menempuh jalur alternatif melalui gang warga di wilayah setempat yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua karena kondisi jalannya cukup sempit.

    Sementara, kendaraan roda empat atau selebihnya dianjurkan untuk menggunakan Jalan Poros Tenggarong-Samarinda.

    “Untuk sementara jalan ditutup dan tidak ada pilihan lain selain memutar dari arah Samarinda ke Tenggarong begitu juga sebaliknya dengan melalui jalan yang ada di kota,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kukar, Muhammad Iriyanto.

    Kini pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan badan jalan tersebut, mengingat akses utama warga itu berstatus sebagai jalan nasional, sehingga kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

    Insiden amblasnya badan Jalan Desa Jembayan ini merupakan peristiwa yang ketiga kalinya, mengingat sebelumnya sempat terjadi kejadian serupa pada 2024 lalu.

    Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), Dedi menyatakan perbaikan badan jalan tersebut telah selesai dan diserahterimakan pada 17 Januari 2026 lalu.

    “Penangangan jalan ini sebenarnya sudah Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026 kemarin,” terang Dedi.

    Ia menyampaikan pihaknya kini tengah menyiapkan penanganan lanjutan dengan membangun jembatan sebagai solusi sementara terhadap kondisi badan jalan yang kembali amblas.

    Pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan untuk menggantikan badan jalan yang mengalami penurunan, sekaligus memastikan akses masyarakat di kawasan tersebut kembali dapat dilalui dengan aman.

    “Kami saat ini sedang berupaya untuk mencoba mbeling. Insyaallah pekan depan, kita sudah bergerak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Jalan Poros Desa Jembayan Amblas Lagi, Akses Utama Warga Terputus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 Agustus 2026 pukul 16:15 WITA

    Kondisi badan Jalan Poros Desa Jembayan yang mengalami amblas (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Jalan Poros Dusun Margasari, RT 4, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan dengan kedalaman perkiraan mencapai tiga meter, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 6.00 WITA.

    Kondisi tersebut menyebabkan akses utama warga di kawasan setempat tidak dapat dilalui karena telah tergenang air Sungai Mahakam akibat tanggul yang menjadi pembatas turut ambruk.

    Penyebab amblasnya jalan tersebut diduga akibat adanya pergeseran tanah pada badan jalan. Atas kejadian ini, masyarakat diminta menempuh jalur alternatif melalui gang warga di wilayah setempat yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua karena kondisi jalannya cukup sempit.

    Sementara, kendaraan roda empat atau selebihnya dianjurkan untuk menggunakan Jalan Poros Tenggarong-Samarinda.

    “Untuk sementara jalan ditutup dan tidak ada pilihan lain selain memutar dari arah Samarinda ke Tenggarong begitu juga sebaliknya dengan melalui jalan yang ada di kota,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kukar, Muhammad Iriyanto.

    Kini pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan badan jalan tersebut, mengingat akses utama warga itu berstatus sebagai jalan nasional, sehingga kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

    Insiden amblasnya badan Jalan Desa Jembayan ini merupakan peristiwa yang ketiga kalinya, mengingat sebelumnya sempat terjadi kejadian serupa pada 2024 lalu.

    Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), Dedi menyatakan perbaikan badan jalan tersebut telah selesai dan diserahterimakan pada 17 Januari 2026 lalu.

    “Penangangan jalan ini sebenarnya sudah Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026 kemarin,” terang Dedi.

    Ia menyampaikan pihaknya kini tengah menyiapkan penanganan lanjutan dengan membangun jembatan sebagai solusi sementara terhadap kondisi badan jalan yang kembali amblas.

    Pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan untuk menggantikan badan jalan yang mengalami penurunan, sekaligus memastikan akses masyarakat di kawasan tersebut kembali dapat dilalui dengan aman.

    “Kami saat ini sedang berupaya untuk mencoba mbeling. Insyaallah pekan depan, kita sudah bergerak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)