Seputar Kaltim

    Jalan Penghubung Muara Wis-Kota Bangun Seberang Semakin Parah, Warga Minta Pemerintah Lakukan Perbaikan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Bunuyamin
    26 Desember 2024 pukul 14:57 WITA

    Jalan penghubung antara Desa Muara Wis - Kota Bangun Seberang. (Foto:Fadhli Annur)

    Tenggarong - Jalan poros yang menghubungkan Desa Muara Wis dengan Kota Bangun Seberang mengalami kerusakan berat di sejumlah titik.

    Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi jalan menjadi semakin licin dan membahayakan pengendara roda dua, bahkan roda empat.

    Warga pun meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan, meski bersifat sementara untuk mempermudah aksesibilitas warga. 

    “Jalan ini merupakan jalur utama bagi warga untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisinya yang rusak dan licin saat hujan sangat menghambat mobilitas kami,” ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya. 

    Jalan poros tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi masyarakat di kawasan sekitar, sehingga percepatan perbaikan diharapkan dapat dilakukan agar jalur ini kembali aman dan nyaman untuk dilalui.

    Camat Muara Wis, Fadhli Annur mengaku selama musim hujan dengan intensitas tinggi, jalan tersebut semakin mengalami kerusakan, tetapi pemerintah kecamatan kini telah melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut. 

    "Masyarakat juga ikut bergotong royong untuk memperbaiki jalan itu," ujar Fadhli Kamis (26/12/2024).

    Jalan yang menghubungkan Muara Wis - Kota Bangun Seberang ini sepanjang 16 Kilometer (Km), sementara jalan yang masih dalam tahap perbaikan sekitar delapan Km dengan lebar delapan meter.

    "Terkait dengan jalur alternatif bisa melalui jalur air, tetapi tidak semuanya menggunakan jalur itu, karena memeng jalan utamanya dan satu satunya lewat darat," ungkapnya. 

    "Kami harap, di 2025 jalur ini bisa jadi prioritas pembangunan di Kukar. Untuk meminimalisir kerusakan itu, kami juga berinisiatif melakukan penimbunan dengan tanah dan batu. Sebelumnya memang sudah di aspal tapi karena memang sudah lama aspalnya hancur," harapnya. 

    Pemerintah Kecamatan Muara Wis mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melalui genangan air yang berlubang. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Jalan Penghubung Muara Wis-Kota Bangun Seberang Semakin Parah, Warga Minta Pemerintah Lakukan Perbaikan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Bunuyamin
    26 Desember 2024 pukul 14:57 WITA

    Jalan penghubung antara Desa Muara Wis - Kota Bangun Seberang. (Foto:Fadhli Annur)

    Tenggarong - Jalan poros yang menghubungkan Desa Muara Wis dengan Kota Bangun Seberang mengalami kerusakan berat di sejumlah titik.

    Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi jalan menjadi semakin licin dan membahayakan pengendara roda dua, bahkan roda empat.

    Warga pun meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan, meski bersifat sementara untuk mempermudah aksesibilitas warga. 

    “Jalan ini merupakan jalur utama bagi warga untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisinya yang rusak dan licin saat hujan sangat menghambat mobilitas kami,” ujar warga yang tak ingin disebutkan namanya. 

    Jalan poros tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi masyarakat di kawasan sekitar, sehingga percepatan perbaikan diharapkan dapat dilakukan agar jalur ini kembali aman dan nyaman untuk dilalui.

    Camat Muara Wis, Fadhli Annur mengaku selama musim hujan dengan intensitas tinggi, jalan tersebut semakin mengalami kerusakan, tetapi pemerintah kecamatan kini telah melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut. 

    "Masyarakat juga ikut bergotong royong untuk memperbaiki jalan itu," ujar Fadhli Kamis (26/12/2024).

    Jalan yang menghubungkan Muara Wis - Kota Bangun Seberang ini sepanjang 16 Kilometer (Km), sementara jalan yang masih dalam tahap perbaikan sekitar delapan Km dengan lebar delapan meter.

    "Terkait dengan jalur alternatif bisa melalui jalur air, tetapi tidak semuanya menggunakan jalur itu, karena memeng jalan utamanya dan satu satunya lewat darat," ungkapnya. 

    "Kami harap, di 2025 jalur ini bisa jadi prioritas pembangunan di Kukar. Untuk meminimalisir kerusakan itu, kami juga berinisiatif melakukan penimbunan dengan tanah dan batu. Sebelumnya memang sudah di aspal tapi karena memang sudah lama aspalnya hancur," harapnya. 

    Pemerintah Kecamatan Muara Wis mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melalui genangan air yang berlubang. 

    (Sf/By)