Seputar Kaltim

    Jalan Longsor Desa Jembayan Makin Hancur, Kadus Minta Carikan Solusi Jalan Alternatif

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    24 September 2024 pukul 11:59 WITA

    Jalan Desa Jembayan Ilir, Kukar semakin hancur. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Akses jalan Tenggarong menuju Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) terancam putus. Sebab titik jalan yang berada di RT 04, Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mengkhawatirkan akibat longsor.

    Kondisi ini diperparah dengan lalu lintas kendaraan berat yang seakan tidak peduli dengan kondisi jalan. Kini, selain longsor di jalur Tenggarong-Loa Janan, jalur sebaliknya pun sudah amblas hingga dua meter tingginya.

    Kepala Dusun (Kadus) Jembayan Ilir, Haerudi mengatakan telah mengadakan pertemuan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Dinas Pekerja Umum (DPU) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pekerja Umum (DPU) Kukar dan enam perwakilan perusahaan untuk membahas terkait pengalihan, serta perbaikan jalan tersebut.

    "Ada semua hadir tadi untuk mencarikan solusi jalan alternatif masyarakat. Soalnya kalau tidak ada solusi, ya jalan semakin hancur. Kita takut berdampak ke rumah warga lainnya," kata Haerudi, Senin (23/9/2024).

    Haerudin menjelaskan, sebelumnya jalan telah menurun sejak lima hari yang lalu, tapi karena sering dilalui oleh kendaraan alat berat jalan tersebut semakin menurun hingga dua meter lebih. 

    Pihaknya juga telah memasang imbauan di media sosial dan di tepi jalan untuk memberikan informasikan kepada masyarakat agar tidak melalui jalan tersebut. Sebab, dikhawatir jalan akan semakin menurun.

    Sementara dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (23/9/2024) kemarin, pihaknya menyempatkan berkeliling di area lokasi untuk mencari jalur alternatif yang bisa dilalui oleh mobil. 

    "Alternatif pertama lewat jalan perusahaan tambang BKS dengan jarak tujuh Kilometer (Km). Kemudian alternatif kedua ada jalan yang memang melewati beberapa kampung dan itu perlu lagi perbaikan dengan jarak 14 Km lebih," ujarnya.

    Haerudin berharap rapat yang diikuti oleh enam perusahaan tersebut dapat membuahkan hasil yang diinginkan sebagai solusi untuk warga Jembayan. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Jalan Longsor Desa Jembayan Makin Hancur, Kadus Minta Carikan Solusi Jalan Alternatif

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    24 September 2024 pukul 11:59 WITA

    Jalan Desa Jembayan Ilir, Kukar semakin hancur. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Akses jalan Tenggarong menuju Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) terancam putus. Sebab titik jalan yang berada di RT 04, Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mengkhawatirkan akibat longsor.

    Kondisi ini diperparah dengan lalu lintas kendaraan berat yang seakan tidak peduli dengan kondisi jalan. Kini, selain longsor di jalur Tenggarong-Loa Janan, jalur sebaliknya pun sudah amblas hingga dua meter tingginya.

    Kepala Dusun (Kadus) Jembayan Ilir, Haerudi mengatakan telah mengadakan pertemuan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Dinas Pekerja Umum (DPU) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pekerja Umum (DPU) Kukar dan enam perwakilan perusahaan untuk membahas terkait pengalihan, serta perbaikan jalan tersebut.

    "Ada semua hadir tadi untuk mencarikan solusi jalan alternatif masyarakat. Soalnya kalau tidak ada solusi, ya jalan semakin hancur. Kita takut berdampak ke rumah warga lainnya," kata Haerudi, Senin (23/9/2024).

    Haerudin menjelaskan, sebelumnya jalan telah menurun sejak lima hari yang lalu, tapi karena sering dilalui oleh kendaraan alat berat jalan tersebut semakin menurun hingga dua meter lebih. 

    Pihaknya juga telah memasang imbauan di media sosial dan di tepi jalan untuk memberikan informasikan kepada masyarakat agar tidak melalui jalan tersebut. Sebab, dikhawatir jalan akan semakin menurun.

    Sementara dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (23/9/2024) kemarin, pihaknya menyempatkan berkeliling di area lokasi untuk mencari jalur alternatif yang bisa dilalui oleh mobil. 

    "Alternatif pertama lewat jalan perusahaan tambang BKS dengan jarak tujuh Kilometer (Km). Kemudian alternatif kedua ada jalan yang memang melewati beberapa kampung dan itu perlu lagi perbaikan dengan jarak 14 Km lebih," ujarnya.

    Haerudin berharap rapat yang diikuti oleh enam perusahaan tersebut dapat membuahkan hasil yang diinginkan sebagai solusi untuk warga Jembayan. 

    (Sf/By)