Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kondisi sebagian jalan di pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), khususnya akses menuju Ekowisata Mangrove, Kelurahan Kampung Baru dan Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam banyak ditemukan dalam keadaan berlubang dan rusak.
Keadaan tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak melintasi jalan itu ketika berkendara, terutama saat ingin mengunjungi objek wisata.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan sebagian jalan berlubang dan rusak di pesisir telah ditambal atau ditutupi dengan menggunakan agregat sebagai solusi sementara.
“Sebagian jalan di Saloloang sudah diperbaiki dengan menggunakan agregat yang tersisa dari proyek tahun lalu yang masih ada di query,” ucap Petriandy, Selasa (18/3/2025).
Saat melakukan perbaikan jalan di pesisir, DPUPR PPU turut dibantu oleh warga setempat yang bergotong royong memperbaiki jalan berlubang dan rusak.
”Antusias masyarakat di pesisir yang ingin membantu pemeliharaan jalan sangat tinggi. Jadi, kita sediakan mereka agregatnya,” ungkapnya.
Pengerjaan jalan di pesisir dilakukan secara bertahap karena anggaran yang terbatas. Apalagi dengan adanya kebijakan terkait efisiensi anggaran yang kini sedang diberlakukan secara nasional, mempengaruhi beberapa pengerjaan proyek infrastruktur di PPU.
DPUPR PPU hanya mampu melakukan pemeliharaan jalan dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia dan menggunakan agregat sisa.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kondisi sebagian jalan di pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), khususnya akses menuju Ekowisata Mangrove, Kelurahan Kampung Baru dan Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam banyak ditemukan dalam keadaan berlubang dan rusak.
Keadaan tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak melintasi jalan itu ketika berkendara, terutama saat ingin mengunjungi objek wisata.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan sebagian jalan berlubang dan rusak di pesisir telah ditambal atau ditutupi dengan menggunakan agregat sebagai solusi sementara.
“Sebagian jalan di Saloloang sudah diperbaiki dengan menggunakan agregat yang tersisa dari proyek tahun lalu yang masih ada di query,” ucap Petriandy, Selasa (18/3/2025).
Saat melakukan perbaikan jalan di pesisir, DPUPR PPU turut dibantu oleh warga setempat yang bergotong royong memperbaiki jalan berlubang dan rusak.
”Antusias masyarakat di pesisir yang ingin membantu pemeliharaan jalan sangat tinggi. Jadi, kita sediakan mereka agregatnya,” ungkapnya.
Pengerjaan jalan di pesisir dilakukan secara bertahap karena anggaran yang terbatas. Apalagi dengan adanya kebijakan terkait efisiensi anggaran yang kini sedang diberlakukan secara nasional, mempengaruhi beberapa pengerjaan proyek infrastruktur di PPU.
DPUPR PPU hanya mampu melakukan pemeliharaan jalan dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia dan menggunakan agregat sisa.
(Sf/By)