Seputar Kaltim

    Jalan Desa Kayubatu Longsor, Akses Muara Muntai dan Muara Wis ke Tenggarong Terputus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 13:33 WITA

    Akses Jalan Desa Kayubatu yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong mengalami longsor (Dok: Camat Muara Muntai)

    Tenggarong - Jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terputus setelah badan jalan di Desa Kayubatu mengalami longsor, Selasa (25/8/2026) dini hari.

    Dalam peristiwa ini, material longsor menyebabkan sebagian badan jalan amblas, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan tersebut untuk sementara waktu.

    Camat Muara Muntai, Mulyadi menyebut bagian jalan yang terdampak longsor memiliki panjang sekitar 7-10 meter.

    Ia menjelaskan ruas tersebut menjadi satu-satunya akses darat yang digunakan masyarakat dari Muara Muntai dan Muara Wis untuk menuju pusat pemerintahan di Tenggarong.

    “Jadi jalan itu merupakan satu-satunya jalan yang arah Muara Muntai, Muara Wis menuju ke kota. Kejadiannya dari malam itu jalan putus akibat longsor,” ujar Mulyadi.

    Kini dilaporkan belum tersedia jalur alternatif yang dapat menggantikan akses tersebut. 

    Pemerintah kecamatan tengah berupaya membuka jalan sementara di sekitar lokasi dengan mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna jalan.

    “Kita lagi upayakan hari ini untuk membuat jalan di sampingnya atau di mana, jalan itu nanti yang tidak membahayakan kendaraan sepeda motor maupun mobil,” terangnya.

    Mulyadi menerangkan upaya penanganan saat ini tengah menunggu dukungan alat berat dari pihak perusahaan, salah satunya PT JMS yang dilaporkan akan mengirimkan ekskavator dan truk ke lokasi untuk membantu proses perbaikan.

    “Saat ini kita masih menunggu peralatan dari pihak PT JMS. Pagi ini informasinya akan meluncur peralatan itu, seperti ekskavator, katanya termasuk truk,” ungkapnya.

    Ia menyampaikan sempat muncul usulan dari warga setempat untuk beralih menggunakan feri penyeberangan sebagai solusi mengatasi terputusnya akses jalan tersebut.

    Namun, alternatif tersebut masih menghadapi kendala karena kontur tepian sungai yang cukup curam, sehingga dianggap menyulitkan kendaraan saat keluar menuju badan jalan.

    Mulyadi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati titik longsor, khususnya pengendara kendaraan roda empat.

    “Jadi kendaraan belum bisa, untuk roda empat. Kalau roda dua ini memang bisa dipaksakan tapi mengkhawatirkan juga nanti,” tuturnya.

    “Imbauan kami dari pihak pemerintahan kecamatan mengharapkan kepada para pengendara sepeda motor maupun roda empat untuk lebih berhati-hati kalau melewati itu,” tambahnya.

    Atas terputusnya jalur penting tersebut, pemerintah kecamatan berharap akses sementara dapat segera dibuat agar sepeda motor bisa kembali melintas, sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan sembari menunggu proses perbaikan jalan secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jalan Desa Kayubatu Longsor, Akses Muara Muntai dan Muara Wis ke Tenggarong Terputus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 13:33 WITA

    Akses Jalan Desa Kayubatu yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong mengalami longsor (Dok: Camat Muara Muntai)

    Tenggarong - Jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terputus setelah badan jalan di Desa Kayubatu mengalami longsor, Selasa (25/8/2026) dini hari.

    Dalam peristiwa ini, material longsor menyebabkan sebagian badan jalan amblas, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan tersebut untuk sementara waktu.

    Camat Muara Muntai, Mulyadi menyebut bagian jalan yang terdampak longsor memiliki panjang sekitar 7-10 meter.

    Ia menjelaskan ruas tersebut menjadi satu-satunya akses darat yang digunakan masyarakat dari Muara Muntai dan Muara Wis untuk menuju pusat pemerintahan di Tenggarong.

    “Jadi jalan itu merupakan satu-satunya jalan yang arah Muara Muntai, Muara Wis menuju ke kota. Kejadiannya dari malam itu jalan putus akibat longsor,” ujar Mulyadi.

    Kini dilaporkan belum tersedia jalur alternatif yang dapat menggantikan akses tersebut. 

    Pemerintah kecamatan tengah berupaya membuka jalan sementara di sekitar lokasi dengan mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna jalan.

    “Kita lagi upayakan hari ini untuk membuat jalan di sampingnya atau di mana, jalan itu nanti yang tidak membahayakan kendaraan sepeda motor maupun mobil,” terangnya.

    Mulyadi menerangkan upaya penanganan saat ini tengah menunggu dukungan alat berat dari pihak perusahaan, salah satunya PT JMS yang dilaporkan akan mengirimkan ekskavator dan truk ke lokasi untuk membantu proses perbaikan.

    “Saat ini kita masih menunggu peralatan dari pihak PT JMS. Pagi ini informasinya akan meluncur peralatan itu, seperti ekskavator, katanya termasuk truk,” ungkapnya.

    Ia menyampaikan sempat muncul usulan dari warga setempat untuk beralih menggunakan feri penyeberangan sebagai solusi mengatasi terputusnya akses jalan tersebut.

    Namun, alternatif tersebut masih menghadapi kendala karena kontur tepian sungai yang cukup curam, sehingga dianggap menyulitkan kendaraan saat keluar menuju badan jalan.

    Mulyadi pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati titik longsor, khususnya pengendara kendaraan roda empat.

    “Jadi kendaraan belum bisa, untuk roda empat. Kalau roda dua ini memang bisa dipaksakan tapi mengkhawatirkan juga nanti,” tuturnya.

    “Imbauan kami dari pihak pemerintahan kecamatan mengharapkan kepada para pengendara sepeda motor maupun roda empat untuk lebih berhati-hati kalau melewati itu,” tambahnya.

    Atas terputusnya jalur penting tersebut, pemerintah kecamatan berharap akses sementara dapat segera dibuat agar sepeda motor bisa kembali melintas, sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan sembari menunggu proses perbaikan jalan secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)