Seputar Kaltim

    Jalan Berlubang dan Lampu Mati, DPRD Desak Pemkot Samarinda Bergerak Cepat

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    27 Juni 2026 pukul 19:27 WITA

    Potret kondisi salah satu ruas Jalan Ir. Sutami, Samarinda, yang mengalami kerusakan (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda – Keluhan masyarakat terhadap jalan berlubang dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang mati di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda mendapat perhatian serius DPRD Kota Samarinda. 

    Kondisi yang dinilai langsung berdampak pada keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas harian warga itu diminta menjadi prioritas utama pemerintah kota sebelum mengalokasikan anggaran untuk program lain yang dinilai belum mendesak.

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pihaknya terus menerima laporan masyarakat terkait kerusakan jalan di berbagai wilayah. Bahkan, menurutnya, terdapat inisiatif warga yang secara swadaya menambal jalan berlubang karena perbaikan dari pemerintah belum dilakukan.

    “Bahkan sampai ada gerakan masyarakat yang secara swadaya memperbaiki jalan. Ini harus menjadi catatan dan perhatian pemerintah kota,” ujar Rohim, Kamis (25/6/2026).

    Ia menegaskan, jalan merupakan infrastruktur dasar yang setiap hari digunakan masyarakat sehingga perbaikannya tidak boleh ditunda. Menurutnya, pemerintah harus mendahulukan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.

    “Jalan-jalan utama menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan karena setiap hari dilewati masyarakat. Hal-hal yang berdampak secara masif seperti ini harus diselesaikan lebih dahulu,” ungkapnya.

    Abdul Rohim meminta Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mempercepat perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak karena telah menjadi keluhan banyak warga.

    Selain persoalan jalan, DPRD juga menyoroti masih banyaknya lampu penerangan jalan yang padam di sejumlah titik. Beberapa ruas yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Jalan Pahlawan dan sekitar Taman Cerdas.

    Menurut Abdul Rohim, persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rapat sebelumnya. DPRD meminta perbaikan segera dilakukan dan akan melakukan evaluasi lanjutan dalam pertemuan berikutnya.

    “Saya sudah menyampaikan kepada Dishub bahwa ada beberapa ruas jalan yang lampunya tidak menyala. Kami minta segera diperbaiki dan pekan depan akan kami evaluasi kembali apakah sudah ditindaklanjuti atau belum,” tuturnya.

    Ia menilai persoalan jalan berlubang maupun lampu jalan yang mati memang terlihat sederhana, namun justru menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian lebih dibandingkan proyek-proyek besar yang manfaatnya belum dirasakan secara langsung oleh warga.

    “Hal-hal seperti jalan berlubang dan lampu jalan mati mungkin terlihat kecil, tetapi itulah yang setiap hari diakses masyarakat. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada kebutuhan dasar seperti ini,” tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Jalan Berlubang dan Lampu Mati, DPRD Desak Pemkot Samarinda Bergerak Cepat

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    27 Juni 2026 pukul 19:27 WITA

    Potret kondisi salah satu ruas Jalan Ir. Sutami, Samarinda, yang mengalami kerusakan (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda – Keluhan masyarakat terhadap jalan berlubang dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang mati di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda mendapat perhatian serius DPRD Kota Samarinda. 

    Kondisi yang dinilai langsung berdampak pada keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas harian warga itu diminta menjadi prioritas utama pemerintah kota sebelum mengalokasikan anggaran untuk program lain yang dinilai belum mendesak.

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pihaknya terus menerima laporan masyarakat terkait kerusakan jalan di berbagai wilayah. Bahkan, menurutnya, terdapat inisiatif warga yang secara swadaya menambal jalan berlubang karena perbaikan dari pemerintah belum dilakukan.

    “Bahkan sampai ada gerakan masyarakat yang secara swadaya memperbaiki jalan. Ini harus menjadi catatan dan perhatian pemerintah kota,” ujar Rohim, Kamis (25/6/2026).

    Ia menegaskan, jalan merupakan infrastruktur dasar yang setiap hari digunakan masyarakat sehingga perbaikannya tidak boleh ditunda. Menurutnya, pemerintah harus mendahulukan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.

    “Jalan-jalan utama menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan karena setiap hari dilewati masyarakat. Hal-hal yang berdampak secara masif seperti ini harus diselesaikan lebih dahulu,” ungkapnya.

    Abdul Rohim meminta Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mempercepat perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak karena telah menjadi keluhan banyak warga.

    Selain persoalan jalan, DPRD juga menyoroti masih banyaknya lampu penerangan jalan yang padam di sejumlah titik. Beberapa ruas yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Jalan Pahlawan dan sekitar Taman Cerdas.

    Menurut Abdul Rohim, persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rapat sebelumnya. DPRD meminta perbaikan segera dilakukan dan akan melakukan evaluasi lanjutan dalam pertemuan berikutnya.

    “Saya sudah menyampaikan kepada Dishub bahwa ada beberapa ruas jalan yang lampunya tidak menyala. Kami minta segera diperbaiki dan pekan depan akan kami evaluasi kembali apakah sudah ditindaklanjuti atau belum,” tuturnya.

    Ia menilai persoalan jalan berlubang maupun lampu jalan yang mati memang terlihat sederhana, namun justru menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian lebih dibandingkan proyek-proyek besar yang manfaatnya belum dirasakan secara langsung oleh warga.

    “Hal-hal seperti jalan berlubang dan lampu jalan mati mungkin terlihat kecil, tetapi itulah yang setiap hari diakses masyarakat. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada kebutuhan dasar seperti ini,” tegasnya.

    (Sf/Rs)