Cari disini...
Seputar Kaltim
Kantin sehat di MTs Negeri Paser yang tampak bersih. (Dok.padlianoor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kabupaten Paser melakukan penjagaan terhadap makanan yang dikonsumsi siswanya di sekolah. Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan para siswa agar tetap sehat dalam menjalankan kegiatan proses belajar mengajar.
Kepala MTs Negri Paser, Ridayatullah menjelaskan bahwa di sekolah tersebut mencanangkan program kantin sehat untuk konsumsi para murid di sekolah. Hal ini juga meminimalisir beberapa makanan atau minuman kemasan yang dianggap memiliki kadar gula ataupun bahan pengawet yang berlebihan untuk dikonsumsi oleh muridnya.
"Kami memiliki program kantin sehat dimana semua produk yang dijual sudah tersertifikasi halal. Jadi yang boleh diperjual belikan kepada siswa di kantin sekolah hanya makanan yang dibuat secara khusus dari tangan para penjual di kantin tanpa bahan pengawet ataupun pewarna makanan" Tegasnya, Sabtu (01/3/2025).
Ia juga menambahkan bahwa hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan para murid disekolahnya agar orang tua murid tidak khawatir terhadap makanan yang dikonsumsi anaknya sewaktu berada di kantin sekolah. Dikhawatirkan dari makanan kemasan dimungkinkan ada bahan pengawet ataupun pewarna yang dapat menjadi sumber penyakit bagi para muridnya.
"Kami juga telah bekerjasama dengan pihak Puskesmas Tanah Grogot untuk melakukan pengecekan secara berkala kepada para siswa ataupun tenaga pendidik di sekolah" Tambahnya
Untuk diketahui di Kabupaten Paser sendiri dari tahun 2023 sampai dengan 2024 terkait dengan kasus cuci darah terjadi tidak hanya kepada orang dewasa ataupun orangtua. Namun, juga terjadi pada anak yang berumur 11 tahun sampai dengan 17 tahun yang harus melakukan cuci darah. Salah satu hal yang menjadi faktor utama dari hal tersebut ialah makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung gula yang berlebih.
"Tidak hanya para siswa yang mendapatkan hal positif dari adanya program kantin sehat ini, tapi juga sampai dengan tenaga pendidik yang ada di sekolah kami," ujarnya Mengakhiri
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kantin sehat di MTs Negeri Paser yang tampak bersih. (Dok.padlianoor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kabupaten Paser melakukan penjagaan terhadap makanan yang dikonsumsi siswanya di sekolah. Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan para siswa agar tetap sehat dalam menjalankan kegiatan proses belajar mengajar.
Kepala MTs Negri Paser, Ridayatullah menjelaskan bahwa di sekolah tersebut mencanangkan program kantin sehat untuk konsumsi para murid di sekolah. Hal ini juga meminimalisir beberapa makanan atau minuman kemasan yang dianggap memiliki kadar gula ataupun bahan pengawet yang berlebihan untuk dikonsumsi oleh muridnya.
"Kami memiliki program kantin sehat dimana semua produk yang dijual sudah tersertifikasi halal. Jadi yang boleh diperjual belikan kepada siswa di kantin sekolah hanya makanan yang dibuat secara khusus dari tangan para penjual di kantin tanpa bahan pengawet ataupun pewarna makanan" Tegasnya, Sabtu (01/3/2025).
Ia juga menambahkan bahwa hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan para murid disekolahnya agar orang tua murid tidak khawatir terhadap makanan yang dikonsumsi anaknya sewaktu berada di kantin sekolah. Dikhawatirkan dari makanan kemasan dimungkinkan ada bahan pengawet ataupun pewarna yang dapat menjadi sumber penyakit bagi para muridnya.
"Kami juga telah bekerjasama dengan pihak Puskesmas Tanah Grogot untuk melakukan pengecekan secara berkala kepada para siswa ataupun tenaga pendidik di sekolah" Tambahnya
Untuk diketahui di Kabupaten Paser sendiri dari tahun 2023 sampai dengan 2024 terkait dengan kasus cuci darah terjadi tidak hanya kepada orang dewasa ataupun orangtua. Namun, juga terjadi pada anak yang berumur 11 tahun sampai dengan 17 tahun yang harus melakukan cuci darah. Salah satu hal yang menjadi faktor utama dari hal tersebut ialah makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung gula yang berlebih.
"Tidak hanya para siswa yang mendapatkan hal positif dari adanya program kantin sehat ini, tapi juga sampai dengan tenaga pendidik yang ada di sekolah kami," ujarnya Mengakhiri
(Sf/Mr)