Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni dalam acara jumpa pers menjelaskan mengenai progres MTQ Nasional ke-XXX. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tak lama lagi, pada bulan September, Kalimantan Timur akan menjadi tuan rumah acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX 2024. Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh provinsi di Indonesia, dengan total partisipan sekitar 6.826 orang.
Dengan Rincian peserta meliputi 1.836 peserta, 884 pelatih, 1.000 ofisial, 1.660 pendamping, 1.090 peserta pawai ta’aruf, 156 dewan hakim, 150 pejabat dan daerah, serta 50 tamu negara. Setiap delegasi kafilah dari setiap provinsi akan berjumlah 190 orang.
Dengan kedatangan ribuan orang ke Kaltim, Pemprov tengah melakukan sejumlah persiapan, yakni memastikan ketersediaan tempat tinggal, mulai dari hotel hingga guest house dan rehabilitasi vanue lomba.
Ajang sebesar ini, sebelumnya Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, tidak menyangka bahwa Kaltim kali kedua menjadi tuan rumah MTQ. Pemprov Kaltim bahkan telah mengusulkan agar Kaltim kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2026 untuk memperingati 50 tahun kembalinya MTQ di wilayah ini.
Namun, respon dari pemerintah pusat justru lebih cepat. Tidak perlu menunggu 50 tahun, tahun 2024 MTQ seharusnya diadakan di daerah lain, yaitu Benua Etam. Keputusan penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah MTQ untuk kedua kalinya dikeluarkan pada akhir 2023.
“Tentu ini tidak terlepas dari hadirnya Ibu Kota Nusanatara (IKN) di Kaltim. Akan menjadi sejarah ketika IKN, yang akan berpindah pada 17 Agustus, sudah berlangsung di Kaltim satu bulan setelahnya,” jelas Sri Wahyuni dalam jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jum'at (31/5/2024).
Kendati demikian, penyelenggaraan di IKN masih dalam tahap perencanaan. Saat ini, IKN menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Kaltim. Para peserta MTQ kemungkinan akan diajak mengunjungi lokasi IKN.
"Masih menunggu secara resmi dari kesekretariatan negara untuk penyelenggaraan di IKN. Apalagi per Agustus Presiden sudah berkantor di IKN, dengan begitu ada sterilisasi lokasi," paparnya.
MTQ akan berlangsung dari 6 hingga 16 September mendatang. Dengan beragam rangkaian acara, MTQ dimulai dengan pawai ta’aruf, di mana delegasi dari 38 provinsi akan beriringan menggunakan kendaraan dan ditampilkan di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Selanjutnya, akan ada malam ta’aruf atau malam ramah tamah, pelantikan dewan hakim, pameran MTQ, dan sajian makanan halal.
Pelaksanaan MTQ yang terpusat di Samarinda ini, Sri Wahyuni berharap dengan kedatangan ribuan orang yang hadir, perputaran ekonomi dan lainnya juga dapat berjalan.
"Kami memiliki 5 target sukses, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, sukses syiar agama, dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga pelaksanaan MTQ ini membawa kelimpahan rezeki dan pengaruh bagi kemajuan Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni dalam acara jumpa pers menjelaskan mengenai progres MTQ Nasional ke-XXX. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tak lama lagi, pada bulan September, Kalimantan Timur akan menjadi tuan rumah acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX 2024. Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh provinsi di Indonesia, dengan total partisipan sekitar 6.826 orang.
Dengan Rincian peserta meliputi 1.836 peserta, 884 pelatih, 1.000 ofisial, 1.660 pendamping, 1.090 peserta pawai ta’aruf, 156 dewan hakim, 150 pejabat dan daerah, serta 50 tamu negara. Setiap delegasi kafilah dari setiap provinsi akan berjumlah 190 orang.
Dengan kedatangan ribuan orang ke Kaltim, Pemprov tengah melakukan sejumlah persiapan, yakni memastikan ketersediaan tempat tinggal, mulai dari hotel hingga guest house dan rehabilitasi vanue lomba.
Ajang sebesar ini, sebelumnya Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, tidak menyangka bahwa Kaltim kali kedua menjadi tuan rumah MTQ. Pemprov Kaltim bahkan telah mengusulkan agar Kaltim kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2026 untuk memperingati 50 tahun kembalinya MTQ di wilayah ini.
Namun, respon dari pemerintah pusat justru lebih cepat. Tidak perlu menunggu 50 tahun, tahun 2024 MTQ seharusnya diadakan di daerah lain, yaitu Benua Etam. Keputusan penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah MTQ untuk kedua kalinya dikeluarkan pada akhir 2023.
“Tentu ini tidak terlepas dari hadirnya Ibu Kota Nusanatara (IKN) di Kaltim. Akan menjadi sejarah ketika IKN, yang akan berpindah pada 17 Agustus, sudah berlangsung di Kaltim satu bulan setelahnya,” jelas Sri Wahyuni dalam jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jum'at (31/5/2024).
Kendati demikian, penyelenggaraan di IKN masih dalam tahap perencanaan. Saat ini, IKN menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Kaltim. Para peserta MTQ kemungkinan akan diajak mengunjungi lokasi IKN.
"Masih menunggu secara resmi dari kesekretariatan negara untuk penyelenggaraan di IKN. Apalagi per Agustus Presiden sudah berkantor di IKN, dengan begitu ada sterilisasi lokasi," paparnya.
MTQ akan berlangsung dari 6 hingga 16 September mendatang. Dengan beragam rangkaian acara, MTQ dimulai dengan pawai ta’aruf, di mana delegasi dari 38 provinsi akan beriringan menggunakan kendaraan dan ditampilkan di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Selanjutnya, akan ada malam ta’aruf atau malam ramah tamah, pelantikan dewan hakim, pameran MTQ, dan sajian makanan halal.
Pelaksanaan MTQ yang terpusat di Samarinda ini, Sri Wahyuni berharap dengan kedatangan ribuan orang yang hadir, perputaran ekonomi dan lainnya juga dapat berjalan.
"Kami memiliki 5 target sukses, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, sukses syiar agama, dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga pelaksanaan MTQ ini membawa kelimpahan rezeki dan pengaruh bagi kemajuan Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)