Seputar Kaltim

    Jadi Korban Penipuan Loker, Polsek Sepaku Bantu Pulangkan Pria Asal Bandung

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    11 Desember 2024 pukul 08:15 WITA

    Kapolsek Sepaku, IPTU Syarifuddin saat berbincang bersama Dadang yang merupakan korban penipuan loker di Kaltim.(Istimewa)

    Penajam - Seorang pria paruh baya, Dadang menjadi korban penipuan dengan modus tawaran lowongan kerja (Loker) di salah satu perusahaan di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Pria asal Bandung, Jawa Barat tersebut diiming-imingi pekerjaan di perusahaan batu bara dengan gaji Rp15 jita hingga Rp20 juta per bulan oleh seseorang melalui media sosial (Medsos).

    Namun ketika tiba di lokasi yang dijanjikan, Dadang harus menelan kenyataan pahit bahwa pekerjaan yang ditawarkan ternyata tidak ada.

    Dadang yang merantau dengan bermodalkan uang seadanya, berakhir terlantar di daerah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) karena tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halamannya di Bandung.

    Usai berkeliling selama dua minggu, Dadang pun singgah ke kantor Polsek Sepaku untuk meminta pertolongan. 

    “Korban ini tiba di Kaltim sekitar 12 hari yang lalu. Saat ditanya perusahaan yang ditawarkan berada di mana, dia mengaku tidak tahu, termasuk siapa orang yang menawarkan pekerjaan,” ucap Kapolsek Sepaku, IPTU Syarifuddin, Selasa (10/12/2024).

    Merasa kasihan, IPTU Syarifuddin memutuskan untuk memulangkan korban ke kampung halamannya dengan membelikan tiket perjalanan.

    “Beliau menceritakan bahwa istrinya yang berada di Bandung sedang mengalami musibah kecelakaan, sehingga dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya,” ungkapnya.

    IPTU Syarifuddin mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di medsos. Sebab, modus seperti ini sudah sering terjadi dan banyak memakan korban.

    “Dari kejadian yang dialami Dadang, bisa dijadikan sebagai pembelajaran. Kita harus bijak dalam menggunakan medsos agar tidak mudah percaya dan tertipu iming-iming dari seseorang tak dikenal,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Jadi Korban Penipuan Loker, Polsek Sepaku Bantu Pulangkan Pria Asal Bandung

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    11 Desember 2024 pukul 08:15 WITA

    Kapolsek Sepaku, IPTU Syarifuddin saat berbincang bersama Dadang yang merupakan korban penipuan loker di Kaltim.(Istimewa)

    Penajam - Seorang pria paruh baya, Dadang menjadi korban penipuan dengan modus tawaran lowongan kerja (Loker) di salah satu perusahaan di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Pria asal Bandung, Jawa Barat tersebut diiming-imingi pekerjaan di perusahaan batu bara dengan gaji Rp15 jita hingga Rp20 juta per bulan oleh seseorang melalui media sosial (Medsos).

    Namun ketika tiba di lokasi yang dijanjikan, Dadang harus menelan kenyataan pahit bahwa pekerjaan yang ditawarkan ternyata tidak ada.

    Dadang yang merantau dengan bermodalkan uang seadanya, berakhir terlantar di daerah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) karena tidak memiliki biaya untuk kembali ke kampung halamannya di Bandung.

    Usai berkeliling selama dua minggu, Dadang pun singgah ke kantor Polsek Sepaku untuk meminta pertolongan. 

    “Korban ini tiba di Kaltim sekitar 12 hari yang lalu. Saat ditanya perusahaan yang ditawarkan berada di mana, dia mengaku tidak tahu, termasuk siapa orang yang menawarkan pekerjaan,” ucap Kapolsek Sepaku, IPTU Syarifuddin, Selasa (10/12/2024).

    Merasa kasihan, IPTU Syarifuddin memutuskan untuk memulangkan korban ke kampung halamannya dengan membelikan tiket perjalanan.

    “Beliau menceritakan bahwa istrinya yang berada di Bandung sedang mengalami musibah kecelakaan, sehingga dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya,” ungkapnya.

    IPTU Syarifuddin mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di medsos. Sebab, modus seperti ini sudah sering terjadi dan banyak memakan korban.

    “Dari kejadian yang dialami Dadang, bisa dijadikan sebagai pembelajaran. Kita harus bijak dalam menggunakan medsos agar tidak mudah percaya dan tertipu iming-iming dari seseorang tak dikenal,” tandasnya.

    (Sf/By)