Seputar Kaltim

    Jadi Garda Terdepan saat Bencana, PMI Latih Kader Lewat Jumbara

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    20 Desember 2024 pukul 20:18 WITA

    Pelaksanaan Jumbara ke-II di Rumah Adat Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Palang Merah Indonesia (PMI) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke-II sebagai ajang berlatih untuk mengasah keterampilan para kader ketika dihadapkan suatu permasalahan yang berhubungan dengan kemanusiaan.

    Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 19-22 Desember 2024 ini digelar di Rumah Adat Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam dengan diikuti 320 pelajar dari 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

    Sekretaris PMI PPU, Abdul Cholik mengatakan kegiatan yang hanya dilaksanakan dua tahun sekali ini dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kader PMI sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terdampak bencana alam, sekaligus wadah menciptakan bibit unggul dan terampil dari generasi muda.

    “Jumbara ini kita mengajarkan para pelajar tentang bagaimana cara memberikan pertolongan pertama, sanitasi kesehatan, donor darah, siaga bencana dan lainnya,” ucap Cholik, Jumat (20/12/2024).

    Selain mengajarkan tentang sisi kemanusiaan, PMI PPU juga menanamkan akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi terjadinya bencana alam, seperti banjir dan lainnya.

    “Banyak hal yang kita ajarkan ke mereka, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan lainnya, baik itu di sekolah maupun di rumah. Sebab, ini merupakan bagian dari sisi kemanusiaan,” ungkap Cholik.

    Ia mengaku partisipasi para pelajar yang mengikut kegiatan kemanusiaan ini sangat tinggi dibandingkan saat pelaksanaan Jumbara sebelumnya. “Dulu hanya tujuh sekolah, tapi kini menjadi 16 sekolah,” ujarnya.

    Cholik berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama mahkluk hidup di sekitarnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Jadi Garda Terdepan saat Bencana, PMI Latih Kader Lewat Jumbara

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    20 Desember 2024 pukul 20:18 WITA

    Pelaksanaan Jumbara ke-II di Rumah Adat Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Palang Merah Indonesia (PMI) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke-II sebagai ajang berlatih untuk mengasah keterampilan para kader ketika dihadapkan suatu permasalahan yang berhubungan dengan kemanusiaan.

    Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 19-22 Desember 2024 ini digelar di Rumah Adat Rekan Tatau, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam dengan diikuti 320 pelajar dari 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

    Sekretaris PMI PPU, Abdul Cholik mengatakan kegiatan yang hanya dilaksanakan dua tahun sekali ini dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kader PMI sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terdampak bencana alam, sekaligus wadah menciptakan bibit unggul dan terampil dari generasi muda.

    “Jumbara ini kita mengajarkan para pelajar tentang bagaimana cara memberikan pertolongan pertama, sanitasi kesehatan, donor darah, siaga bencana dan lainnya,” ucap Cholik, Jumat (20/12/2024).

    Selain mengajarkan tentang sisi kemanusiaan, PMI PPU juga menanamkan akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi terjadinya bencana alam, seperti banjir dan lainnya.

    “Banyak hal yang kita ajarkan ke mereka, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan lainnya, baik itu di sekolah maupun di rumah. Sebab, ini merupakan bagian dari sisi kemanusiaan,” ungkap Cholik.

    Ia mengaku partisipasi para pelajar yang mengikut kegiatan kemanusiaan ini sangat tinggi dibandingkan saat pelaksanaan Jumbara sebelumnya. “Dulu hanya tujuh sekolah, tapi kini menjadi 16 sekolah,” ujarnya.

    Cholik berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama mahkluk hidup di sekitarnya.

    (Sf/By)