Cari disini...
Seputar Kaltim
Lurah Lok Tuan, Supriadi. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Peminjaman lahan eks PT Kelsri yang akan digunakan untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Lok Tuan hingga kini belum ada kepastian.
Lurah Lok Tuan, Supriadi mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak Maybank Jakarta dan belum mendapat balasan untuk izin penggunaan lahan.
“Kita masih menunggu balasan, harapannya sih dalam waktu dekat sudah dapat izin, agar bisa segera kita bersihkan lahannya untuk relokasi pedagang,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Sementara para pedagang yang berjualan di atas trotoar sepanjang Jalan Slamet Riyadi masih diizinkan berjualan dengan syarat rombongnya wajib lepas pasang dan menjaga kebersihan.
“Tetap kita izinkan jualan, sambil tunggu relokasi. Tapi yang penting habis jualan dibersihkan lagi,” ucapnya.
Ia juga mengatakan rencananya ada sekitar 15 pedagang yang akan direlokasi ke lahan tersebut. Nantinya kelurahan akan bekerja sama dengan para pedagang untuk membersihkan lahan eks PT Kelsri agar nyaman digunakan berjualan.
“Saat ini kondisinya penuh semak dan rumput ya. Belum lagi juga rawan kebakaran. Jadi nanti harus dibersihkan dulu,” kata dia.
Terkait Surat Peringatan (SP), pihak kelurahan memilih untuk menahan dan mengutamakan untuk berdialog dengan pedagan terkait aturan yang wajib dipatuhi selama masih berjualan di atas trotoar.
“SP 2 sudah di tangan saya, tapi saya tahan. Karena tidak mungkin kita gusur kalau belum ada solusi buat mereka,” kata Supriadi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lurah Lok Tuan, Supriadi. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Peminjaman lahan eks PT Kelsri yang akan digunakan untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Lok Tuan hingga kini belum ada kepastian.
Lurah Lok Tuan, Supriadi mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak Maybank Jakarta dan belum mendapat balasan untuk izin penggunaan lahan.
“Kita masih menunggu balasan, harapannya sih dalam waktu dekat sudah dapat izin, agar bisa segera kita bersihkan lahannya untuk relokasi pedagang,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Sementara para pedagang yang berjualan di atas trotoar sepanjang Jalan Slamet Riyadi masih diizinkan berjualan dengan syarat rombongnya wajib lepas pasang dan menjaga kebersihan.
“Tetap kita izinkan jualan, sambil tunggu relokasi. Tapi yang penting habis jualan dibersihkan lagi,” ucapnya.
Ia juga mengatakan rencananya ada sekitar 15 pedagang yang akan direlokasi ke lahan tersebut. Nantinya kelurahan akan bekerja sama dengan para pedagang untuk membersihkan lahan eks PT Kelsri agar nyaman digunakan berjualan.
“Saat ini kondisinya penuh semak dan rumput ya. Belum lagi juga rawan kebakaran. Jadi nanti harus dibersihkan dulu,” kata dia.
Terkait Surat Peringatan (SP), pihak kelurahan memilih untuk menahan dan mengutamakan untuk berdialog dengan pedagan terkait aturan yang wajib dipatuhi selama masih berjualan di atas trotoar.
“SP 2 sudah di tangan saya, tapi saya tahan. Karena tidak mungkin kita gusur kalau belum ada solusi buat mereka,” kata Supriadi.
(Sf/Lo)