Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor ketika sambutan di acara peresmian RSUD Aji Muhammad Salehuddin II. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Tersisa kurang dari sepekan lagi, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) akan berakhir, pada akhir September 2023. Riuh ramai perbincangan terkait sosok yang bakal menduduki kursi sementara Kaltim 1, makin terdengar. Sejumlah asumsi dilempar dan bergulir di masyarakat.
Nama Akmal Malik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), disebut-sebut sudah mengantongi tiket dari Menteri Dalam Negeri untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.
Tapi, Gubernur Kaltim Isran Noor, enggan memberikan pernyataan terkait desas-desus Pj Gubernur Kaltim. Saat ditanya terkait hal ini, Isran justru mengalihkan pembicaraan. "Tanya yang lain," ungkap Isran Noor saat peresmian RSUD Aji Muhammad Salehuddin di Jalan Wahid Hasyim I, Samarinda, Selasa (26/9/2023).
Diambil dari Sambutan Isran Noor, ia hanya memberikan sinyal untuk melanjutkan pembangunan yang saat ini masih berlangsung. Dan ia meminta kepada Pj yang akan menggantikan dapat menambah jumlah bangunan yang diperbaiki.
Adapun pembangunan dan rehabilitasi gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pada tahun 2019 sampai dengan 2023 pada masa pemerintahan Isran Noor sebanyak 53 Gedung dengan total nilai Rp 1,214 triliun, dengan status akan selesai sebanyak 51 gedung dan konstruksi.
Selain itu, Pemprov rajin memberikan Hibah kepada pihak ketiga dalam pembangunan dan rehabilitasi sarana Ibadah dan lainnya sebanyak 61 gedung dengan total nilai Rp 401,4 miliar dari tahun 2019 sampai dengan 2022.
"Termasuk rumah rumah ibadat, Ada yang sudah disetujui, ada yang belum disetujui, Siapapun gubernurnya itu harus berlanjut," jelasnya.
Isran Noor menjelaskan, sebagai gubernur itu harus pintar mengelola anggaran, agar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dalam sambutan ini mengisyaratkan untuk penggantinya dapat melanjutkan program yang telah ia lakukan selama masa jabatan Isran dan Hadi.
"Gubernur hanya memprogramkan sebuah prioritas untuk kepentingan masyarakat, nah jadi gubernur itu harus bisa memanage itu," tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor ketika sambutan di acara peresmian RSUD Aji Muhammad Salehuddin II. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Tersisa kurang dari sepekan lagi, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) akan berakhir, pada akhir September 2023. Riuh ramai perbincangan terkait sosok yang bakal menduduki kursi sementara Kaltim 1, makin terdengar. Sejumlah asumsi dilempar dan bergulir di masyarakat.
Nama Akmal Malik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), disebut-sebut sudah mengantongi tiket dari Menteri Dalam Negeri untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.
Tapi, Gubernur Kaltim Isran Noor, enggan memberikan pernyataan terkait desas-desus Pj Gubernur Kaltim. Saat ditanya terkait hal ini, Isran justru mengalihkan pembicaraan. "Tanya yang lain," ungkap Isran Noor saat peresmian RSUD Aji Muhammad Salehuddin di Jalan Wahid Hasyim I, Samarinda, Selasa (26/9/2023).
Diambil dari Sambutan Isran Noor, ia hanya memberikan sinyal untuk melanjutkan pembangunan yang saat ini masih berlangsung. Dan ia meminta kepada Pj yang akan menggantikan dapat menambah jumlah bangunan yang diperbaiki.
Adapun pembangunan dan rehabilitasi gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pada tahun 2019 sampai dengan 2023 pada masa pemerintahan Isran Noor sebanyak 53 Gedung dengan total nilai Rp 1,214 triliun, dengan status akan selesai sebanyak 51 gedung dan konstruksi.
Selain itu, Pemprov rajin memberikan Hibah kepada pihak ketiga dalam pembangunan dan rehabilitasi sarana Ibadah dan lainnya sebanyak 61 gedung dengan total nilai Rp 401,4 miliar dari tahun 2019 sampai dengan 2022.
"Termasuk rumah rumah ibadat, Ada yang sudah disetujui, ada yang belum disetujui, Siapapun gubernurnya itu harus berlanjut," jelasnya.
Isran Noor menjelaskan, sebagai gubernur itu harus pintar mengelola anggaran, agar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dalam sambutan ini mengisyaratkan untuk penggantinya dapat melanjutkan program yang telah ia lakukan selama masa jabatan Isran dan Hadi.
"Gubernur hanya memprogramkan sebuah prioritas untuk kepentingan masyarakat, nah jadi gubernur itu harus bisa memanage itu," tukasnya.
(Sf/Rs)