Seputar Kaltim

    Isran Noor bakal Tulis Buku Soal Perjuangan di Pilkada 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2024 pukul 09:59 WITA

    Calon gubernur nomor urut kosong satu, Isran Noor. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Calon Gubernur Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor memiliki keinginan menulis buku tentang perjuangannya merebut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 ini.

    Isran menyampaikan ini dalam pertemuan dengan relawan Dayak Bersama Isran-Hadi di Hotel Five Primiere Plaza Mulia, Samarinda, Sabtu (19/10/2024).

    Komitmen tersebut sudah mulai dibingkai oleh Isran saat awal mula dirinya susah dalam mendapatkan dukungan partai. Isran juga percaya diri dengan komitmen ini kemenangannya telah di depan mata.

    “Perjuangan ini dimulai dari bagaimana kritisnya pasangan Isran-Hadi ketika mendapat dukungan partai, saya akan tulis itu nanti,” ungkap Isran dalam sambutannya.

    Isran menyebut tulisan ini akan dia buat sebelum kematian datang pada dirinya. Ia berkelakar dihadapan masyarakat suku Dayak, bahkan kematian dirinya akan sangat lama karena pengaruh dosa.

    “Saya akan tulis, indah itu tulisannya, sebelum mati, dan saya lama baru mati, panjang umur, kalau saya panjang umur karena dosanya banyak,” kelakar Isran.

    Dalam forum itu ia sangat berterima kasih kepada partai pendukung yang telah berjuang hingga kini untuk meraih kemenangan Paslon nomor urut kosong satu ini. 

    Terutama kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat. Kedua partai ini telah membawa Isran-Hadi menuju pendaftaran KPU, walaupun dengan jumlah kursi yang cukup.

    “Saya berterima kasih PDIP, Demokrat, Perindo, Gelora, Hanura, Ummat, yang sudah punya hati nurani mendukung kami. Ada partai yang bisa di bayar, dan ada yang tidak, dan tentu yang tidak ini memiliki marwah,” tuturnya.

    Bahkan tak segan ia menyinggung soal jual beli dukungan partai. Isran Noor memiliki prinsip dengan kekayaan harta yang dimilikinya tidak semena-mena digunakan untuk membayar partai dan suara masyarakat.

    “Saya menjadi gubernur bukan untuk kekayaan pribadi. Saya punya uang banyak, tapi tidak gunakan uang untuk membayar partai politik dan membayar suara, haram,” tegasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Isran Noor bakal Tulis Buku Soal Perjuangan di Pilkada 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2024 pukul 09:59 WITA

    Calon gubernur nomor urut kosong satu, Isran Noor. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Calon Gubernur Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor memiliki keinginan menulis buku tentang perjuangannya merebut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 ini.

    Isran menyampaikan ini dalam pertemuan dengan relawan Dayak Bersama Isran-Hadi di Hotel Five Primiere Plaza Mulia, Samarinda, Sabtu (19/10/2024).

    Komitmen tersebut sudah mulai dibingkai oleh Isran saat awal mula dirinya susah dalam mendapatkan dukungan partai. Isran juga percaya diri dengan komitmen ini kemenangannya telah di depan mata.

    “Perjuangan ini dimulai dari bagaimana kritisnya pasangan Isran-Hadi ketika mendapat dukungan partai, saya akan tulis itu nanti,” ungkap Isran dalam sambutannya.

    Isran menyebut tulisan ini akan dia buat sebelum kematian datang pada dirinya. Ia berkelakar dihadapan masyarakat suku Dayak, bahkan kematian dirinya akan sangat lama karena pengaruh dosa.

    “Saya akan tulis, indah itu tulisannya, sebelum mati, dan saya lama baru mati, panjang umur, kalau saya panjang umur karena dosanya banyak,” kelakar Isran.

    Dalam forum itu ia sangat berterima kasih kepada partai pendukung yang telah berjuang hingga kini untuk meraih kemenangan Paslon nomor urut kosong satu ini. 

    Terutama kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat. Kedua partai ini telah membawa Isran-Hadi menuju pendaftaran KPU, walaupun dengan jumlah kursi yang cukup.

    “Saya berterima kasih PDIP, Demokrat, Perindo, Gelora, Hanura, Ummat, yang sudah punya hati nurani mendukung kami. Ada partai yang bisa di bayar, dan ada yang tidak, dan tentu yang tidak ini memiliki marwah,” tuturnya.

    Bahkan tak segan ia menyinggung soal jual beli dukungan partai. Isran Noor memiliki prinsip dengan kekayaan harta yang dimilikinya tidak semena-mena digunakan untuk membayar partai dan suara masyarakat.

    “Saya menjadi gubernur bukan untuk kekayaan pribadi. Saya punya uang banyak, tapi tidak gunakan uang untuk membayar partai politik dan membayar suara, haram,” tegasnya. 

    (Sf/Rs)