Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dasmiah didampingi oleh Ketua Tim Pendirian ISBI Kaltim, Prof Bohari Yusuf. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) yang sempat vakum dari 2018 kini kembali membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru.
Salah satu daya tarik utama dibukanya kembali ISBI Kaltim adalah adanya program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Program beasiswa ini menjamin seluruh biaya pendidikan mahasiswa asal Kaltim akan ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi.
"Pendaftaran sudah dibuka sejak 7 Juli lalu dan akan ditutup pada 30 Agustus mendatang," ungkap Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltim, Dasmiah, pada Jumat (23/8/2024).
Kabar gembira ini menjaring banyak putra-putri Kaltim yang tertarik dengan seni. Namun kuota yang tersedia untuk tahun ini sebanyak 125 mahasiswa. "Jadi, bagi putra-putri Kaltim yang berminat mengembangkan bakat di bidang seni, tidak perlu khawatir soal biaya. Semua sudah ditanggung oleh pemerintah," tegas Dasmiah.
ISBI Kaltim menawarkan empat program studi yang menarik minat para calon mahasiswa, yaitu S1 Seni Tari, S1 Entomusikologi, S1 Seni Kriya, dan S1 Film dan Televisi. Program-program studi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang seni dan budaya di Kaltim
Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman https://pmb.isi.ac.id. Selain itu, calon mahasiswa juga dapat datang langsung ke Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Gedung A Kantor Gubernur Lantai 4, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran.
Ketua Tim Pendirian ISBI Kaltim, Prof. Bohari Yusuf, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap ISBI Kaltim sangat tinggi. Hal ini terbukti dari hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya.
Walaupun pendirian ISBI Kaltim ini sebelumnya sempat diragukan oleh Setneg terkait proyeksi mahasiswa ISBI yang dianggap kurang rasional. Kemudian Kemendikbud meminta Prof. Bahri untuk memberikan justifikasi terkait proyeksi jumlah mahasiswa.
"Kami melihat potensi besar di bidang seni dan budaya di Kaltim. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk mengembangkan ISBI Kaltim menjadi pusat pendidikan seni yang berkualitas," tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dasmiah didampingi oleh Ketua Tim Pendirian ISBI Kaltim, Prof Bohari Yusuf. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) yang sempat vakum dari 2018 kini kembali membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru.
Salah satu daya tarik utama dibukanya kembali ISBI Kaltim adalah adanya program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Program beasiswa ini menjamin seluruh biaya pendidikan mahasiswa asal Kaltim akan ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi.
"Pendaftaran sudah dibuka sejak 7 Juli lalu dan akan ditutup pada 30 Agustus mendatang," ungkap Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltim, Dasmiah, pada Jumat (23/8/2024).
Kabar gembira ini menjaring banyak putra-putri Kaltim yang tertarik dengan seni. Namun kuota yang tersedia untuk tahun ini sebanyak 125 mahasiswa. "Jadi, bagi putra-putri Kaltim yang berminat mengembangkan bakat di bidang seni, tidak perlu khawatir soal biaya. Semua sudah ditanggung oleh pemerintah," tegas Dasmiah.
ISBI Kaltim menawarkan empat program studi yang menarik minat para calon mahasiswa, yaitu S1 Seni Tari, S1 Entomusikologi, S1 Seni Kriya, dan S1 Film dan Televisi. Program-program studi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang seni dan budaya di Kaltim
Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman https://pmb.isi.ac.id. Selain itu, calon mahasiswa juga dapat datang langsung ke Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Gedung A Kantor Gubernur Lantai 4, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran.
Ketua Tim Pendirian ISBI Kaltim, Prof. Bohari Yusuf, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap ISBI Kaltim sangat tinggi. Hal ini terbukti dari hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya.
Walaupun pendirian ISBI Kaltim ini sebelumnya sempat diragukan oleh Setneg terkait proyeksi mahasiswa ISBI yang dianggap kurang rasional. Kemudian Kemendikbud meminta Prof. Bahri untuk memberikan justifikasi terkait proyeksi jumlah mahasiswa.
"Kami melihat potensi besar di bidang seni dan budaya di Kaltim. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk mengembangkan ISBI Kaltim menjadi pusat pendidikan seni yang berkualitas," tukasnya.
(Sf/Rs)