Cari disini...
Seputar Kaltim
Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji (sebelah kiri) ditemani oleh Ketua Tim Harian, Irianto Lambrie setelah melakukan koordinasi tim pemenangan di Kantor Gerindra Kaltim, Selasa (10/9/2024). (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Setelah surat keputusan tentang pembentukan tim pemenangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji yang terbit pada tanggal 30 Agustus 2024. Terpilihlah Irianto Lambrie sebagai ketua harian, satu tingkat di bawah Hasanuddin Mas’ud sebagai Ketua Tim Pemenangan.
Mantan Gubernur Kalimantan Utara ini ikut bersuara mengenai isu putra daerah yang tengah berkembang di masyarakat. Hal ini dinilai semua calon yang memiliki latar belakang apapun berhak untuk memimpin sebuah daerah sesuai dengan kapasitasnya.
Ia menceritakan sebelum reformasi, kala Presiden Soeharto semua kepala daerah yang menjabat juga bukan putra asli daerah tempat dia menjabat.
“Putra daerah ini bukan isu baru, ketika saya pernah menjadi Ketua KNPI pada 1991-1994 terutama diskursus soal politik, (waktu itu) apapun tentang putra daerah ini (dianggap) sudah selesai,” ungkap Irianto setelah rapat koordinasi bersama tim pemenangan di Kantor Gerindra, Selasa (10/9/2024).
Ia menyebut bahwa masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang mendasar dari cara berbudaya. Sehingga ketika sosok pemimpinnya bukan berasal dari etnis atau suku yang sama selalu dipermasalahkan.
“Jadi mohon jangan ada pihak yang menggaungkan isu putra daerah, isu ini nanti yang akhirnya akan merugikan dan memecah belah kita, Alhamdulillah saya jadi gubernur Kaltara dan saya bukan orang sana, tapi rakyat sana yang meminta saya dan alhamdulillah terpilih,” tuturnya.
Kemudian, Rudy Mas’ud yang berada di samping Irianto juga mempertanyakan kata tersebut. Ia menganggap bahwa dirinya sudah mengabdikan diri untuk daerah tempat tinggalnya mulai lahir di Balikpapan, Kaltim, pada tahun 1981.
“Karena putra daerah masih ambigu, apa barometernya putra daerah itu. Apakah wajib putra daerah itu suku asli Kaltim? atau kah lahir di Kaltim? atau kah berpuluh tahun hidup di Kaltim?” tanya Rudy.
Ia mengatakan bahwa saat ini eranya adalah nusantara dan tidak lagi bersinggungan dengan isu kedaerahan, melainkan melek atas peristiwa-peristiwa terkini.
“Kita berbicara soal bagaimana pengangguran, kemiskinan, meningkat sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif berbasis UMKM dan begitu pula soal infrastruktur dan era digitalisasi mendatang,” tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji (sebelah kiri) ditemani oleh Ketua Tim Harian, Irianto Lambrie setelah melakukan koordinasi tim pemenangan di Kantor Gerindra Kaltim, Selasa (10/9/2024). (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Setelah surat keputusan tentang pembentukan tim pemenangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji yang terbit pada tanggal 30 Agustus 2024. Terpilihlah Irianto Lambrie sebagai ketua harian, satu tingkat di bawah Hasanuddin Mas’ud sebagai Ketua Tim Pemenangan.
Mantan Gubernur Kalimantan Utara ini ikut bersuara mengenai isu putra daerah yang tengah berkembang di masyarakat. Hal ini dinilai semua calon yang memiliki latar belakang apapun berhak untuk memimpin sebuah daerah sesuai dengan kapasitasnya.
Ia menceritakan sebelum reformasi, kala Presiden Soeharto semua kepala daerah yang menjabat juga bukan putra asli daerah tempat dia menjabat.
“Putra daerah ini bukan isu baru, ketika saya pernah menjadi Ketua KNPI pada 1991-1994 terutama diskursus soal politik, (waktu itu) apapun tentang putra daerah ini (dianggap) sudah selesai,” ungkap Irianto setelah rapat koordinasi bersama tim pemenangan di Kantor Gerindra, Selasa (10/9/2024).
Ia menyebut bahwa masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang mendasar dari cara berbudaya. Sehingga ketika sosok pemimpinnya bukan berasal dari etnis atau suku yang sama selalu dipermasalahkan.
“Jadi mohon jangan ada pihak yang menggaungkan isu putra daerah, isu ini nanti yang akhirnya akan merugikan dan memecah belah kita, Alhamdulillah saya jadi gubernur Kaltara dan saya bukan orang sana, tapi rakyat sana yang meminta saya dan alhamdulillah terpilih,” tuturnya.
Kemudian, Rudy Mas’ud yang berada di samping Irianto juga mempertanyakan kata tersebut. Ia menganggap bahwa dirinya sudah mengabdikan diri untuk daerah tempat tinggalnya mulai lahir di Balikpapan, Kaltim, pada tahun 1981.
“Karena putra daerah masih ambigu, apa barometernya putra daerah itu. Apakah wajib putra daerah itu suku asli Kaltim? atau kah lahir di Kaltim? atau kah berpuluh tahun hidup di Kaltim?” tanya Rudy.
Ia mengatakan bahwa saat ini eranya adalah nusantara dan tidak lagi bersinggungan dengan isu kedaerahan, melainkan melek atas peristiwa-peristiwa terkini.
“Kita berbicara soal bagaimana pengangguran, kemiskinan, meningkat sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif berbasis UMKM dan begitu pula soal infrastruktur dan era digitalisasi mendatang,” tukasnya.
(Sf/Rs)