Seputar Kaltim

    IPAL Margasari Baru Layani Tiga Kelurahan, Kapasitas Belum Maksimal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Agustus 2025 pukul 16:49 WITA

    Bak Aerator salah satu tempat mengolah limbah domestik, baik black water (limbah toilet) maupun grey water (limbah dari dapur dan kamar mandi). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pengelolaan sanitasi dan limbah domestik di Kota Balikpapan terus menjadi perhatian. 

    Salah satu fasilitas pengolahan yang kini aktif beroperasi adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Margasari, Balikpapan Barat yang dikelola oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

    Manajer Air Limbah PTMB, Haerani menjelaskan IPAL Margasari kini hanya fokus mengolah limbah domestik, baik black water (limbah toilet) maupun grey water (limbah dari dapur dan kamar mandi). Limbah dari air hujan atau drainase belum termasuk dalam sistem pengolahan ini.

    “Saat ditanya apakah air drainase juga diolah di IPAL Margasari, kami jelaskan untuk saat ini pengolahan hanya terbatas pada limbah domestik, bukan air hujan,” ucap Haerani kepada media, Sabtu (9/8/2025).

    Saat ini jaringan IPAL Margasari baru melayani rumah tangga di tiga kelurahan, yakni Karang Jati, Margasari dan Baru Tengah. Jumlah pelanggan yang terhubung dengan IPAL ini sekitar 1.300 sambungan.

    Namun demikian kapasitas pengolahan yang tersedia belum digunakan secara maksimal. Dari total kapasitas 800 meter kubik per hari, kini baru terpakai sekitar 200–250 meter kubik per hari.

    “Salah satu kendalanya adalah banyak pipa jaringan pelanggan yang berada di atas air. Saat air pasang, pipa-pipa ini sering terlepas,” jelasnya.

    Untuk mengatasi hal ini, tim lapangan dari PTMB secara rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tapi peristiwa lepasnya pipa sering terjadi pada malam atau dini hari, sehingga sulit diawasi secara penuh.

    Secara keseluruhan, baru sekitar 10 persen dari total penduduk Balikpapan yang telah mendapatkan layanan pengolahan sanitasi yang aman. Hal ini termasuk dari IPAL Margasari maupun dari Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Manggar yang juga beroperasi di Balikpapan.

    “Kehadiran IPLT Manggar turut membantu meningkatkan persentase sanitasi aman di kota ini, meski skalanya masih terbatas,” akunya.

    Haerani menjelaskan pengangkutan air limbah dari rumah warga ke IPAL dilakukan dalam enam waktu penarikan setiap hari, yaitu pukul 07.00, 10.00, 13.00, 18.00, 23.00 dan 02.00 WITA.

    Air limbah yang ditarik dari rumah masuk ke sistem pengolahan mulai dari bak IC, manhole, pump station, hingga menuju IPAL Margasari. Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahap, yakni ekualisasi, aerasi, sedimentasi, hingga disinfeksi menggunakan kaporit.

    Air hasil olahan ditampung di reservoir berkapasitas 9.000 meter kubik per hari. Kelebihan dari tampungan ini kemudian dialirkan ke badan air yang telah ditentukan.

    “Proses pengolahan berlangsung terus-menerus. Jika air limbah masuk pada pagi hari, maka dalam satu hari sudah bisa diselesaikan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    IPAL Margasari Baru Layani Tiga Kelurahan, Kapasitas Belum Maksimal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Agustus 2025 pukul 16:49 WITA

    Bak Aerator salah satu tempat mengolah limbah domestik, baik black water (limbah toilet) maupun grey water (limbah dari dapur dan kamar mandi). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pengelolaan sanitasi dan limbah domestik di Kota Balikpapan terus menjadi perhatian. 

    Salah satu fasilitas pengolahan yang kini aktif beroperasi adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Margasari, Balikpapan Barat yang dikelola oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

    Manajer Air Limbah PTMB, Haerani menjelaskan IPAL Margasari kini hanya fokus mengolah limbah domestik, baik black water (limbah toilet) maupun grey water (limbah dari dapur dan kamar mandi). Limbah dari air hujan atau drainase belum termasuk dalam sistem pengolahan ini.

    “Saat ditanya apakah air drainase juga diolah di IPAL Margasari, kami jelaskan untuk saat ini pengolahan hanya terbatas pada limbah domestik, bukan air hujan,” ucap Haerani kepada media, Sabtu (9/8/2025).

    Saat ini jaringan IPAL Margasari baru melayani rumah tangga di tiga kelurahan, yakni Karang Jati, Margasari dan Baru Tengah. Jumlah pelanggan yang terhubung dengan IPAL ini sekitar 1.300 sambungan.

    Namun demikian kapasitas pengolahan yang tersedia belum digunakan secara maksimal. Dari total kapasitas 800 meter kubik per hari, kini baru terpakai sekitar 200–250 meter kubik per hari.

    “Salah satu kendalanya adalah banyak pipa jaringan pelanggan yang berada di atas air. Saat air pasang, pipa-pipa ini sering terlepas,” jelasnya.

    Untuk mengatasi hal ini, tim lapangan dari PTMB secara rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tapi peristiwa lepasnya pipa sering terjadi pada malam atau dini hari, sehingga sulit diawasi secara penuh.

    Secara keseluruhan, baru sekitar 10 persen dari total penduduk Balikpapan yang telah mendapatkan layanan pengolahan sanitasi yang aman. Hal ini termasuk dari IPAL Margasari maupun dari Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Manggar yang juga beroperasi di Balikpapan.

    “Kehadiran IPLT Manggar turut membantu meningkatkan persentase sanitasi aman di kota ini, meski skalanya masih terbatas,” akunya.

    Haerani menjelaskan pengangkutan air limbah dari rumah warga ke IPAL dilakukan dalam enam waktu penarikan setiap hari, yaitu pukul 07.00, 10.00, 13.00, 18.00, 23.00 dan 02.00 WITA.

    Air limbah yang ditarik dari rumah masuk ke sistem pengolahan mulai dari bak IC, manhole, pump station, hingga menuju IPAL Margasari. Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahap, yakni ekualisasi, aerasi, sedimentasi, hingga disinfeksi menggunakan kaporit.

    Air hasil olahan ditampung di reservoir berkapasitas 9.000 meter kubik per hari. Kelebihan dari tampungan ini kemudian dialirkan ke badan air yang telah ditentukan.

    “Proses pengolahan berlangsung terus-menerus. Jika air limbah masuk pada pagi hari, maka dalam satu hari sudah bisa diselesaikan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)