Seputar Kaltim

    Investigasi Dimulai, Jembatan Mahakam I Ditutup Mulai Hari Ini

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdiato
    28 Februari 2025 pukul 10:20 WITA

    Jembatan Mahakam I ditutup mulai Jumat (28/2/2025), lalu lintas dialihkan ke Jembatan Mahakam IV yang dibuka dua arah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Jembatan Mahakam I ditutup mulai hari ini, Jumat (28/2/2025) pagi untuk keperluan investigasi menyeluruh terkait keamanannya. 

    Penutupan ini dilakukan setelah pilar jembatan sempat ditabrak tongkang bermuatan kayu pada 16 Februari 2025 lalu.  

    Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur sebelumnya telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penelitian terhadap struktur jembatan guna memastikan kelayakan dan keamanan penggunaannya.  

    Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 BBPJN Kaltim, Akmizal mengatakan, proses investigasi itu setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, ditambah beberapa hari untuk analisis hasil penelitian.  

    "Itu di luar urusan administrasi dan lain-lain," jelas Akmizal. 

    Ia menyebut dalam investigasi ini tim ahli dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) akan turun ke lapangan untuk meneliti tiga aspek utama. Yakni terkait dengan geometri jembatan, perilaku dinamis, serta kekuatan struktur. 

    Selain itu, fender jembatan yang dinilai rusak akibat tabrakan juga perlu diganti, mengingat fungsinya sebagai pelindung pilar dari benturan kapal yang melintas. 

    Adanya proses ini membuat lalu lintas sedikit berubah. Dinas Perhubungan juga telah membuat rekayasa lalu lintas. Jembatan Mahakam IV yang biasanya hanya dijalankan satu arah, kini dibuka menjadi dua arah. 

    Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif selama proses investigasi berlangsung. Sedangkan keputusan akhir mengenai kelayakan Jembatan Mahakam I baru akan diambil setelah hasil penelitian diumumkan.

    "Setelah dievaluasi secara struktur maupun visual, nanti akan ada rekomendasi yang dikeluarkan," pungkasnya.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Investigasi Dimulai, Jembatan Mahakam I Ditutup Mulai Hari Ini

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdiato
    28 Februari 2025 pukul 10:20 WITA

    Jembatan Mahakam I ditutup mulai Jumat (28/2/2025), lalu lintas dialihkan ke Jembatan Mahakam IV yang dibuka dua arah. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Jembatan Mahakam I ditutup mulai hari ini, Jumat (28/2/2025) pagi untuk keperluan investigasi menyeluruh terkait keamanannya. 

    Penutupan ini dilakukan setelah pilar jembatan sempat ditabrak tongkang bermuatan kayu pada 16 Februari 2025 lalu.  

    Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur sebelumnya telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penelitian terhadap struktur jembatan guna memastikan kelayakan dan keamanan penggunaannya.  

    Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 BBPJN Kaltim, Akmizal mengatakan, proses investigasi itu setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, ditambah beberapa hari untuk analisis hasil penelitian.  

    "Itu di luar urusan administrasi dan lain-lain," jelas Akmizal. 

    Ia menyebut dalam investigasi ini tim ahli dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) akan turun ke lapangan untuk meneliti tiga aspek utama. Yakni terkait dengan geometri jembatan, perilaku dinamis, serta kekuatan struktur. 

    Selain itu, fender jembatan yang dinilai rusak akibat tabrakan juga perlu diganti, mengingat fungsinya sebagai pelindung pilar dari benturan kapal yang melintas. 

    Adanya proses ini membuat lalu lintas sedikit berubah. Dinas Perhubungan juga telah membuat rekayasa lalu lintas. Jembatan Mahakam IV yang biasanya hanya dijalankan satu arah, kini dibuka menjadi dua arah. 

    Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif selama proses investigasi berlangsung. Sedangkan keputusan akhir mengenai kelayakan Jembatan Mahakam I baru akan diambil setelah hasil penelitian diumumkan.

    "Setelah dievaluasi secara struktur maupun visual, nanti akan ada rekomendasi yang dikeluarkan," pungkasnya.


    (Sf/Rs)