Seputar Kaltim

    Investasi di Kaltim 2023 Tembus Rp71,89 Triliun, Pecahkan Rekor Tahunan

    Penulis:Maulanan|Redaktur:Rusdianto
    16 Februari 2024 pukul 20:13 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Puguh Harjanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang investasi pada tahun 2023. Realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp71,89 Triliun atau melebihi target sebesar Rp64,5 Triliun.

    Angka tersebut merupakan akumulasi dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2023. 

    Realisasi investasi tertinggi terjadi pada triwulan IV (Oktober-Desember) tahun 2023, yaitu sebesar Rp22,14 Triliun, rinciannya PMDN mencapai Rp16,01 Triliun dari 3.254 proyek, sedangkan PMA mencapai Rp6,12 Triliun dari 461 proyek. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan investasi di akhir tahun. 

    "Kita cukup positif 2023 dengan capaian tersebut. Capaian ini paling tertinggi di Kaltim, tahun lalu juga rekor, namun ini kita ada kenaikan, hasil perbandingannya kita lihat. Ada beberapa kegiatan yang masuk untuk menjadi trigger pengembangan, sejauh ini masih didominasi sektor, seperti pertambangan, migas dan juga sawit," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, dalam konferensi pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jumat (16/2/2024).

    Menurut Puguh, realisasi investasi di Kaltim berasal dari berbagai lokasi dan sektor usaha. Kota Balikpapan menjadi daerah yang paling banyak menarik investasi, yaitu sebesar Rp7,63 Triliun atau 47,64 persen dari total PMDN. Disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Rp1,83 Triliun atau 11,43 persen dan Kabupaten Berau dengan Rp1,62 Triliun atau 10,17 persen.

    Sementara itu, dari sisi sektor usaha, subsektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar, yaitu sebesar Rp7,54 Triliun. Subsektor ini juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebanyak 2.592 orang atau 34,84 persen dari total tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui investasi PMDN.

    Puguh menambahkan, realisasi investasi di Kaltim juga didorong oleh sektor pertambangan, khususnya batu bara. "Jadi untuk yang realisasi batu bara sampe diatas target kita, otomatis hal ini positif, tentu saja kita akan maksimalkan lagi, capaian kita di 2023 dengan peringkat 4 nasional untuk PMDN, mulai dari peringkat 8, dan aslinya kita masih di peringkat 10," ujarnya.

    Puguh berharap, capaian investasi di Kaltim dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong investasi di provinsi ini.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Investasi di Kaltim 2023 Tembus Rp71,89 Triliun, Pecahkan Rekor Tahunan

    Penulis:Maulanan|Redaktur:Rusdianto
    16 Februari 2024 pukul 20:13 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Puguh Harjanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang investasi pada tahun 2023. Realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp71,89 Triliun atau melebihi target sebesar Rp64,5 Triliun.

    Angka tersebut merupakan akumulasi dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2023. 

    Realisasi investasi tertinggi terjadi pada triwulan IV (Oktober-Desember) tahun 2023, yaitu sebesar Rp22,14 Triliun, rinciannya PMDN mencapai Rp16,01 Triliun dari 3.254 proyek, sedangkan PMA mencapai Rp6,12 Triliun dari 461 proyek. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan investasi di akhir tahun. 

    "Kita cukup positif 2023 dengan capaian tersebut. Capaian ini paling tertinggi di Kaltim, tahun lalu juga rekor, namun ini kita ada kenaikan, hasil perbandingannya kita lihat. Ada beberapa kegiatan yang masuk untuk menjadi trigger pengembangan, sejauh ini masih didominasi sektor, seperti pertambangan, migas dan juga sawit," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, dalam konferensi pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Jumat (16/2/2024).

    Menurut Puguh, realisasi investasi di Kaltim berasal dari berbagai lokasi dan sektor usaha. Kota Balikpapan menjadi daerah yang paling banyak menarik investasi, yaitu sebesar Rp7,63 Triliun atau 47,64 persen dari total PMDN. Disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Rp1,83 Triliun atau 11,43 persen dan Kabupaten Berau dengan Rp1,62 Triliun atau 10,17 persen.

    Sementara itu, dari sisi sektor usaha, subsektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar, yaitu sebesar Rp7,54 Triliun. Subsektor ini juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebanyak 2.592 orang atau 34,84 persen dari total tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui investasi PMDN.

    Puguh menambahkan, realisasi investasi di Kaltim juga didorong oleh sektor pertambangan, khususnya batu bara. "Jadi untuk yang realisasi batu bara sampe diatas target kita, otomatis hal ini positif, tentu saja kita akan maksimalkan lagi, capaian kita di 2023 dengan peringkat 4 nasional untuk PMDN, mulai dari peringkat 8, dan aslinya kita masih di peringkat 10," ujarnya.

    Puguh berharap, capaian investasi di Kaltim dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong investasi di provinsi ini.

    (Sf/Rs)