Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menanggapi Soal Pemindahan Bank Kaltimtara ke Bank Lainnya. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana akan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) bila ada syarat dan ketentuan yang tidak dipenuhi oleh Bankaltimtara.
Ini ditengarai karena beberapa bank telah menawarkan keuntungan yang lebih menjanjikan dengan bunga sebesar 5 persen dari investasi Pemkot Samarinda. Sedangkan Bankaltimtara hanya tiga persen saja.
Namun pengalihan dana APBD yang berjumlah triliunan ini masih dalam kajian teknis dari Sekkot, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Asisten Bidang Perekonomian Pemkot Samarinda.
"Pertama, kami kaji kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan. Kedua, kaji dari sisi analisis finansial, termasuk analisis bisnisnya," ungkap Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurutnya, bisnis bukan hanya dilihat dari usaha pemerintah, melainkan hasil dari investasi tersebut. "Kita melihat keuntungan dari bank ini apa dan bank di sana itu berapa? Itu yang dikatakan bisnis," lanjutnya.
Sebab, kata dia, keuntungan yang didapatkan berpengaruh untuk peningkatan program dari Pemkot Samarinda sendiri.
"Misalnya kita memiliki uang Rp 10 juta, kita hanya bisa membuat dua program saja. Kalau kita jadikan ini sebagai investasi, tentu akan bertambah menjadi Rp 15 juta dan itu akan bisa menjadi tiga program," jelasnya.
Orang nomor satu di Samarinda ini mendapatkan informasi bahwa ada dugaan terjadinya pemindahan dana dari Bankaltimtara yang disimpan di bank lain.
"Yang patut diduga pemindahan sebagian dana dari Bankaltimtara ke bank lain, tentu pasti mereka pula meraup keuntungan walau satu persen. Dari pada mereka yang untung, alangkah baiknya kita yang untung untuk kebermanfaatan," terangnya.
AH juga menyinggung persoalan pemindahan dana APBD yang dilakukan pemkot periode sebelumnya sebesar Rp 500 miliar ke BRI. "Mereka melakukan kebijakan demikian karena BRI memberikan mobil operasional, selain mendapatkan keuntungan dari bunga juga bisa memanfaatkan mobil operasional pemerintahan," ungkapnya.
Andi harun berharap langkah-langkah yang akan diambil pemerintah ke depan bermanfaat bagi masyarakat. "Pendapatan daerah yang masuk dari pemindahan ini, semoga bermanfaat untuk kita semua," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menanggapi Soal Pemindahan Bank Kaltimtara ke Bank Lainnya. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana akan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) bila ada syarat dan ketentuan yang tidak dipenuhi oleh Bankaltimtara.
Ini ditengarai karena beberapa bank telah menawarkan keuntungan yang lebih menjanjikan dengan bunga sebesar 5 persen dari investasi Pemkot Samarinda. Sedangkan Bankaltimtara hanya tiga persen saja.
Namun pengalihan dana APBD yang berjumlah triliunan ini masih dalam kajian teknis dari Sekkot, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Asisten Bidang Perekonomian Pemkot Samarinda.
"Pertama, kami kaji kepatuhan kepada peraturan perundang-undangan. Kedua, kaji dari sisi analisis finansial, termasuk analisis bisnisnya," ungkap Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurutnya, bisnis bukan hanya dilihat dari usaha pemerintah, melainkan hasil dari investasi tersebut. "Kita melihat keuntungan dari bank ini apa dan bank di sana itu berapa? Itu yang dikatakan bisnis," lanjutnya.
Sebab, kata dia, keuntungan yang didapatkan berpengaruh untuk peningkatan program dari Pemkot Samarinda sendiri.
"Misalnya kita memiliki uang Rp 10 juta, kita hanya bisa membuat dua program saja. Kalau kita jadikan ini sebagai investasi, tentu akan bertambah menjadi Rp 15 juta dan itu akan bisa menjadi tiga program," jelasnya.
Orang nomor satu di Samarinda ini mendapatkan informasi bahwa ada dugaan terjadinya pemindahan dana dari Bankaltimtara yang disimpan di bank lain.
"Yang patut diduga pemindahan sebagian dana dari Bankaltimtara ke bank lain, tentu pasti mereka pula meraup keuntungan walau satu persen. Dari pada mereka yang untung, alangkah baiknya kita yang untung untuk kebermanfaatan," terangnya.
AH juga menyinggung persoalan pemindahan dana APBD yang dilakukan pemkot periode sebelumnya sebesar Rp 500 miliar ke BRI. "Mereka melakukan kebijakan demikian karena BRI memberikan mobil operasional, selain mendapatkan keuntungan dari bunga juga bisa memanfaatkan mobil operasional pemerintahan," ungkapnya.
Andi harun berharap langkah-langkah yang akan diambil pemerintah ke depan bermanfaat bagi masyarakat. "Pendapatan daerah yang masuk dari pemindahan ini, semoga bermanfaat untuk kita semua," tutupnya.
(Sf/By)