Seputar Kaltim

    Investasi di Balikpapan Meningkat Signifikan pada 2024, Tembus Rp25,7 Triliun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan mencatatkan angka investasi yang terus meningkat. Berdasarkan laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, pada tahun 2024, total nilai investasi di kota ini mencapai Rp25,7 triliun.

    “Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp24,1 triliun,” ucap Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi kepada media, Jumat (14/2/2025).

    Dirinya menyatakan bahwa Balikpapan tetap menjadi kota dengan investasi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), diikuti oleh Kutai Kartanegara dengan Rp16,4 triliun dan Kutai Timur yang mencapai Rp9,4 triliun.

    “Dari total Rp25,7 triliun investasi tersebut, sebanyak Rp4,4 triliun berasal dari penanaman modal asing, sementara sisanya, Rp21,3 triliun, merupakan penanaman modal dalam negeri,” ujar Helmi sapaan akrabnya.

    Yang menarik, kata dia, pada 2024 investasi terbesar tidak lagi disumbangkan oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Di 2024, sektor non-PSN mendominasi dengan kontribusi Rp20,7 triliun, sementara PSN hanya menyumbang Rp5 triliun.

    “Sementara pada 2021 hingga 2023, proyek PSN seperti pembangunan jalan tol dan Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi penyumbang utama,” lanjutnya.

    Dipaparkan, bahwa sektor industri yang mencatatkan investasi terbesar di dalam negeri pada 2024 antara lain industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatan, industri kimia dan farmasi, serta pertambangan.

    Sementara itu, untuk penanaman modal asing, industri kimia dan farmasi, RDMP, serta sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, dan makanan menjadi yang terdepan.

    “Dengan pencapaian yang melampaui target investasi tahun 2024 sebesar Rp20 triliun, Balikpapan menunjukkan hasil yang memuaskan,” akunya.

    Helmi menambahkan bahwa untuk tahun 2025, target investasi belum dapat dipastikan dan baru akan diumumkan sekitar bulan April 2025. Ia berharap investasi besar, terutama dari proyek jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, dapat segera terealisasi pada 2025.

    Untuk mendukung peningkatan investasi, Balikpapan terus menawarkan insentif kepada para investor, seperti pengurangan pajak. 

    “Namun insentif tersebut hanya diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat, salah satunya adalah mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal,” tegasnya.

    Helmi menegaskan, ke depan pihaknya akan bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mendorong lebih banyak investor masuk ke Balikpapan, dengan target yang lebih besar pada tahun 2026.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Investasi di Balikpapan Meningkat Signifikan pada 2024, Tembus Rp25,7 Triliun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan mencatatkan angka investasi yang terus meningkat. Berdasarkan laporan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, pada tahun 2024, total nilai investasi di kota ini mencapai Rp25,7 triliun.

    “Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp24,1 triliun,” ucap Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi kepada media, Jumat (14/2/2025).

    Dirinya menyatakan bahwa Balikpapan tetap menjadi kota dengan investasi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), diikuti oleh Kutai Kartanegara dengan Rp16,4 triliun dan Kutai Timur yang mencapai Rp9,4 triliun.

    “Dari total Rp25,7 triliun investasi tersebut, sebanyak Rp4,4 triliun berasal dari penanaman modal asing, sementara sisanya, Rp21,3 triliun, merupakan penanaman modal dalam negeri,” ujar Helmi sapaan akrabnya.

    Yang menarik, kata dia, pada 2024 investasi terbesar tidak lagi disumbangkan oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Di 2024, sektor non-PSN mendominasi dengan kontribusi Rp20,7 triliun, sementara PSN hanya menyumbang Rp5 triliun.

    “Sementara pada 2021 hingga 2023, proyek PSN seperti pembangunan jalan tol dan Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi penyumbang utama,” lanjutnya.

    Dipaparkan, bahwa sektor industri yang mencatatkan investasi terbesar di dalam negeri pada 2024 antara lain industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatan, industri kimia dan farmasi, serta pertambangan.

    Sementara itu, untuk penanaman modal asing, industri kimia dan farmasi, RDMP, serta sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, dan makanan menjadi yang terdepan.

    “Dengan pencapaian yang melampaui target investasi tahun 2024 sebesar Rp20 triliun, Balikpapan menunjukkan hasil yang memuaskan,” akunya.

    Helmi menambahkan bahwa untuk tahun 2025, target investasi belum dapat dipastikan dan baru akan diumumkan sekitar bulan April 2025. Ia berharap investasi besar, terutama dari proyek jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, dapat segera terealisasi pada 2025.

    Untuk mendukung peningkatan investasi, Balikpapan terus menawarkan insentif kepada para investor, seperti pengurangan pajak. 

    “Namun insentif tersebut hanya diberikan kepada perusahaan yang memenuhi syarat, salah satunya adalah mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal,” tegasnya.

    Helmi menegaskan, ke depan pihaknya akan bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mendorong lebih banyak investor masuk ke Balikpapan, dengan target yang lebih besar pada tahun 2026.

    (Sf/Rs)