Seputar Kaltim

    Intrusi Air Laut Mereda, 9 IPA Tirta Kencana Kembali Normal, Bantuas Masih Terdampak

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:21 WITA

    Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Cevi Wahyudi (foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kondisi layanan air bersih Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda berangsur normal setelah intrusi air laut yang sebelumnya berdampak pada 10 instalasi pengolahan air (IPA) mulai mereda. Per Senin (14/9/2026), hanya IPA Bantuas yang masih terdampak kadar klorida tinggi, sementara sembilan IPA lainnya telah kembali beroperasi normal.

    Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan kondisi intrusi air laut sudah membaik dibandingkan saat krisis pada 10 September 2026.

    “Untuk informasi per tanggal 14 September 2026, hari ini kita sudah ke kondisi normal,” ujar Cevi, Senin (14/9/2026).

    Sebelumnya, pada 10 September, kondisi intrusi air laut membuat sejumlah IPA masuk status krisis. Pemantauan kemudian menunjukkan perbaikan secara bertahap hingga status diturunkan menjadi siaga, waspada dan kini kembali normal.

    Cevi menyebut IPA Selili, Sungai Kapih, Keledang, Pulaubatas, Tirta Kencana, Gunung Lipan dan Seberang serta sejumlah IPA lainnya telah kembali beroperasi.

    Saat ini, hanya IPA Bantuas yang belum dapat beroperasi secara normal karena kadar kloridanya masih tinggi.

    “Cuma Bantuas saja yang tidak operasi, masih ada kloridanya tinggi. Tapi untuk IPA yang Selili, IPA Keledang, sama IPA Pulaubatas sudah beroperasi normal,” ungkapnya.

    Meski demikian, kondisi IPA Bantuas masih dipantau secara ketat. Pengurangan jam operasional dilakukan menyesuaikan kadar klorida.

    Produksi dapat kembali dijalankan ketika kadar klorida menurun dan dihentikan sementara apabila kembali meningkat.

    Cevi menjelaskan pemantauan kadar klorida dilakukan secara intensif, terutama saat kondisi krisis, siaga hingga waspada. Pemantauan bahkan dilakukan setiap 15 menit untuk memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar.

    “Kalau kloridanya menurun kita produksi, apabila naik kita stop lagi. Tapi tidak ada stop total 24 jam, cuma pengurangan jam operasional saja,” jelasnya.

    Perumda Tirta Kencana juga memastikan pemulihan distribusi air kepada pelanggan terus dilakukan. Setelah sejumlah IPA kembali beroperasi, aliran air secara bertahap dialirkan ke jaringan yang sebelumnya kosong akibat gangguan.

    Cevi menyebut proses pengisian pipa membutuhkan waktu sehingga aliran air belum langsung merata ke seluruh pelanggan. Kondisi tersebut diharapkan berangsur normal setelah seluruh jaringan kembali terisi.

    “Mudah-mudahan malam ini sudah merata semua untuk aliran. Mungkin kalau masih belum mengalir, masih untuk mengisi pipa-pipa kita yang kosong,” katanya.

    Seiring membaiknya kondisi, layanan bantuan air bersih gratis di sejumlah titik juga dihentikan. Perumda Tirta Kencana saat ini hanya mempertahankan pelayanan dari IPA Bantuas sesuai kondisi di lapangan.

    Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan kondisi layanan yang mulai normal dengan menampung air secukupnya dan menggunakan air secara bijak. Pemantauan terhadap potensi intrusi air laut juga akan kembali dilakukan dalam 10 hari ke depan.

    “Kita pantau lagi di 10 hari ke depan. Mudah-mudahan di hulu ada hujan, di Samarinda ada hujan juga, mudah-mudahan tidak ada lagi intrusi air asin,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Intrusi Air Laut Mereda, 9 IPA Tirta Kencana Kembali Normal, Bantuas Masih Terdampak

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:21 WITA

    Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Cevi Wahyudi (foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kondisi layanan air bersih Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda berangsur normal setelah intrusi air laut yang sebelumnya berdampak pada 10 instalasi pengolahan air (IPA) mulai mereda. Per Senin (14/9/2026), hanya IPA Bantuas yang masih terdampak kadar klorida tinggi, sementara sembilan IPA lainnya telah kembali beroperasi normal.

    Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan kondisi intrusi air laut sudah membaik dibandingkan saat krisis pada 10 September 2026.

    “Untuk informasi per tanggal 14 September 2026, hari ini kita sudah ke kondisi normal,” ujar Cevi, Senin (14/9/2026).

    Sebelumnya, pada 10 September, kondisi intrusi air laut membuat sejumlah IPA masuk status krisis. Pemantauan kemudian menunjukkan perbaikan secara bertahap hingga status diturunkan menjadi siaga, waspada dan kini kembali normal.

    Cevi menyebut IPA Selili, Sungai Kapih, Keledang, Pulaubatas, Tirta Kencana, Gunung Lipan dan Seberang serta sejumlah IPA lainnya telah kembali beroperasi.

    Saat ini, hanya IPA Bantuas yang belum dapat beroperasi secara normal karena kadar kloridanya masih tinggi.

    “Cuma Bantuas saja yang tidak operasi, masih ada kloridanya tinggi. Tapi untuk IPA yang Selili, IPA Keledang, sama IPA Pulaubatas sudah beroperasi normal,” ungkapnya.

    Meski demikian, kondisi IPA Bantuas masih dipantau secara ketat. Pengurangan jam operasional dilakukan menyesuaikan kadar klorida.

    Produksi dapat kembali dijalankan ketika kadar klorida menurun dan dihentikan sementara apabila kembali meningkat.

    Cevi menjelaskan pemantauan kadar klorida dilakukan secara intensif, terutama saat kondisi krisis, siaga hingga waspada. Pemantauan bahkan dilakukan setiap 15 menit untuk memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar.

    “Kalau kloridanya menurun kita produksi, apabila naik kita stop lagi. Tapi tidak ada stop total 24 jam, cuma pengurangan jam operasional saja,” jelasnya.

    Perumda Tirta Kencana juga memastikan pemulihan distribusi air kepada pelanggan terus dilakukan. Setelah sejumlah IPA kembali beroperasi, aliran air secara bertahap dialirkan ke jaringan yang sebelumnya kosong akibat gangguan.

    Cevi menyebut proses pengisian pipa membutuhkan waktu sehingga aliran air belum langsung merata ke seluruh pelanggan. Kondisi tersebut diharapkan berangsur normal setelah seluruh jaringan kembali terisi.

    “Mudah-mudahan malam ini sudah merata semua untuk aliran. Mungkin kalau masih belum mengalir, masih untuk mengisi pipa-pipa kita yang kosong,” katanya.

    Seiring membaiknya kondisi, layanan bantuan air bersih gratis di sejumlah titik juga dihentikan. Perumda Tirta Kencana saat ini hanya mempertahankan pelayanan dari IPA Bantuas sesuai kondisi di lapangan.

    Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan kondisi layanan yang mulai normal dengan menampung air secukupnya dan menggunakan air secara bijak. Pemantauan terhadap potensi intrusi air laut juga akan kembali dilakukan dalam 10 hari ke depan.

    “Kita pantau lagi di 10 hari ke depan. Mudah-mudahan di hulu ada hujan, di Samarinda ada hujan juga, mudah-mudahan tidak ada lagi intrusi air asin,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)