Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta dinas terkait segera memetakan perkembangan program integrated farming atau pertanian terpadu di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga telah berkembang di kawasan perkotaan.
Menurut Ardiansyah, integrated farming tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
"Kita sebenarnya bersyukur sudah mulai bergerak. Ada komunitas, ada rumah tangga yang menjalankan integrated farming. Ini bukan hanya untuk pangan keluarga dan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan ekonomi keluarga," ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan, integrated farming merupakan kegiatan seperti menanam sayuran, beternak ayam, dan usaha lainnya yang dilakukan dalam satu pekarangan rumah.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan PKK melalui Program Dasawisma. Di Kecamatan Sangatta Utara, integrated farming juga masuk dalam Program Kampung Beragam.
Melihat perkembangan tersebut, Ardiansyah menginstruksikan Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan untuk melakukan inventarisasi pelaksanaan integrated farming di wilayah perkotaan.
"Saya minta dinas terkait melihat dan menginventarisasi sudah seberapa gencar program ini dilaksanakan oleh masyarakat," tegasnya.
Ia mengatakan pendataan difokuskan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan karena di kecamatan lain, seperti Wahau dan Rantau Pulung, pola pertanian terpadu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi.
Ardiansyah juga meminta OPD berkoordinasi dengan camat agar diperoleh data yang lebih akurat mengenai perkembangan program tersebut.
Dari hasil kunjungannya ke sejumlah lokasi, Ardiansyah melihat integrated farming telah memberikan manfaat nyata. Salah satunya di Kampung Tator, Jalan Hasanuddin, di mana sebuah usaha rumah tangga berhasil memasok bibit ayam (day old chick atau DOC) hingga ke Samarinda.
"Yang bekerja hanya suami istri memanfaatkan pekarangan rumah, tetapi hasilnya sudah bisa memasok DOC ke Samarinda. Tetangganya juga ikut merasakan manfaatnya," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta dinas terkait segera memetakan perkembangan program integrated farming atau pertanian terpadu di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga telah berkembang di kawasan perkotaan.
Menurut Ardiansyah, integrated farming tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
"Kita sebenarnya bersyukur sudah mulai bergerak. Ada komunitas, ada rumah tangga yang menjalankan integrated farming. Ini bukan hanya untuk pangan keluarga dan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan ekonomi keluarga," ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan, integrated farming merupakan kegiatan seperti menanam sayuran, beternak ayam, dan usaha lainnya yang dilakukan dalam satu pekarangan rumah.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan PKK melalui Program Dasawisma. Di Kecamatan Sangatta Utara, integrated farming juga masuk dalam Program Kampung Beragam.
Melihat perkembangan tersebut, Ardiansyah menginstruksikan Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan untuk melakukan inventarisasi pelaksanaan integrated farming di wilayah perkotaan.
"Saya minta dinas terkait melihat dan menginventarisasi sudah seberapa gencar program ini dilaksanakan oleh masyarakat," tegasnya.
Ia mengatakan pendataan difokuskan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan karena di kecamatan lain, seperti Wahau dan Rantau Pulung, pola pertanian terpadu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi.
Ardiansyah juga meminta OPD berkoordinasi dengan camat agar diperoleh data yang lebih akurat mengenai perkembangan program tersebut.
Dari hasil kunjungannya ke sejumlah lokasi, Ardiansyah melihat integrated farming telah memberikan manfaat nyata. Salah satunya di Kampung Tator, Jalan Hasanuddin, di mana sebuah usaha rumah tangga berhasil memasok bibit ayam (day old chick atau DOC) hingga ke Samarinda.
"Yang bekerja hanya suami istri memanfaatkan pekarangan rumah, tetapi hasilnya sudah bisa memasok DOC ke Samarinda. Tetangganya juga ikut merasakan manfaatnya," pungkasnya.
(Sf/Rs)