Cari disini...
Seputar Kaltim
Perwakilan Ikatan Keluarga Alumni Agroteknologi, Bahar, saat menyampaikan sambutannya dalam seminar bertema "Transformasi Pertanian Kutai Timur: Modernisasi, Inovasi, dan Regenerasi Petani Muda". (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dalam upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutai Timur menggelar seminar bertema "Transformasi Pertanian Kutai Timur: Modernisasi, Inovasi, dan Regenerasi Petani Muda". Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa (22/4/2025) dan berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Agroteknologi yang diwakili oleh Bahar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa agroteknologi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah tantangan menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena regenerasi petani sangat dibutuhkan. Indonesia adalah negara agraris, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Bahar.
Ia mengungkapkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sekitar 1.086.000 orang atau 29,6 persen dari total angkatan kerja Indonesia masih bergelut di bidang pertanian. Angka ini menunjukkan pentingnya sektor pertanian dalam menopang ketahanan dan kemandirian bangsa.
Lebih lanjut, Bahar mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa agroteknologi, untuk tak hanya fokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga membawa inovasi dalam sistem pertanian. Ia menyoroti pentingnya penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, serta teknik budidaya modern sebagai bagian dari upaya transformasi pertanian di Kutai Timur.
“Kita butuh petani muda yang berorientasi pada inovasi. Budidaya unggul, pemanfaatan teknologi, dan modernisasi menjadi kunci keberlanjutan pertanian ke depan,” tambahnya.
Seminar ini diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk terlibat aktif dalam dunia pertanian serta menjadi motor penggerak transformasi pertanian yang berkelanjutan di Kutai Timur.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Perwakilan Ikatan Keluarga Alumni Agroteknologi, Bahar, saat menyampaikan sambutannya dalam seminar bertema "Transformasi Pertanian Kutai Timur: Modernisasi, Inovasi, dan Regenerasi Petani Muda". (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dalam upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Kutai Timur menggelar seminar bertema "Transformasi Pertanian Kutai Timur: Modernisasi, Inovasi, dan Regenerasi Petani Muda". Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa (22/4/2025) dan berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Agroteknologi yang diwakili oleh Bahar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa agroteknologi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah tantangan menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena regenerasi petani sangat dibutuhkan. Indonesia adalah negara agraris, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Bahar.
Ia mengungkapkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sekitar 1.086.000 orang atau 29,6 persen dari total angkatan kerja Indonesia masih bergelut di bidang pertanian. Angka ini menunjukkan pentingnya sektor pertanian dalam menopang ketahanan dan kemandirian bangsa.
Lebih lanjut, Bahar mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa agroteknologi, untuk tak hanya fokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga membawa inovasi dalam sistem pertanian. Ia menyoroti pentingnya penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, serta teknik budidaya modern sebagai bagian dari upaya transformasi pertanian di Kutai Timur.
“Kita butuh petani muda yang berorientasi pada inovasi. Budidaya unggul, pemanfaatan teknologi, dan modernisasi menjadi kunci keberlanjutan pertanian ke depan,” tambahnya.
Seminar ini diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk terlibat aktif dalam dunia pertanian serta menjadi motor penggerak transformasi pertanian yang berkelanjutan di Kutai Timur.
(Sf/Rs)