Seputar Kaltim

    Inovasi "Business Matching" untuk Pemberdayaan UMKM, Sudah Menyasar ke Hotel di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2024 pukul 14:05 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis dalam mengembangkan sinergi antarsektor industri melalui program Business Matching. 

    Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam upaya bersama memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kaltim.

    Business Matching, yang diadakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada pelaku UKM untuk berkonsultasi dan mengembangkan usaha mereka, telah menjadi fokus utama DPPKUKM. 

    Kepala Dinas PPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menekankan pentingnya penggunaan produk lokal di semua tingkatan pemerintahan dan bisnis. "Kami mendorong penggunaan produk lokal melalui fasilitasi e-Katalog, yang kini menjadi wajib bagi biro layanan umum daerah," ujar Heni.

    Program e-Katalog sendiri telah mendapatkan respons positif dari para pelaku UMKM di Kaltim, yang kini akan mendapatkan dukungan lebih lanjut melalui Business Matching. 

    "Kami akan terus mendorong dan memberikan pendampingan untuk penggunaan e-Katalog, dengan harapan dapat menyelenggarakan Business Matching setidaknya sekali dalam sebulan," tambah Heni.

    Salah satu target utama dari Business Matching adalah hotel-hotel di Kaltim, yang diharapkan dapat memberdayakan UMKM tidak hanya sebagai penyedia ruang atau tempat, tetapi juga sebagai pembeli produk UMKM untuk dijadikan cenderamata. "Kami ingin menciptakan kerjasama yang lebih konkret antara UMKM dan hotel-hotel," jelas Heni.

    Heni juga menekankan pentingnya kualitas, kontinuitas, dan kuantitas dalam produk UMKM, serta kolaborasi antar UKM sejenis untuk memastikan keberlanjutan minat dari pihak hotel. "Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa produk yang dipilih dapat memenuhi standar yang diharapkan oleh hotel," tuturnya.

    Penerapan e-Katalog yang masif di Kaltim telah membawa provinsi ini ke peringkat kedua secara nasional dalam produktivitas penggunaan UMKM dan koperasi. 

    Dengan Business Matching, Heni berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana UMKM dapat berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian daerah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Inovasi "Business Matching" untuk Pemberdayaan UMKM, Sudah Menyasar ke Hotel di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2024 pukul 14:05 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis dalam mengembangkan sinergi antarsektor industri melalui program Business Matching. 

    Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam upaya bersama memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kaltim.

    Business Matching, yang diadakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada pelaku UKM untuk berkonsultasi dan mengembangkan usaha mereka, telah menjadi fokus utama DPPKUKM. 

    Kepala Dinas PPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menekankan pentingnya penggunaan produk lokal di semua tingkatan pemerintahan dan bisnis. "Kami mendorong penggunaan produk lokal melalui fasilitasi e-Katalog, yang kini menjadi wajib bagi biro layanan umum daerah," ujar Heni.

    Program e-Katalog sendiri telah mendapatkan respons positif dari para pelaku UMKM di Kaltim, yang kini akan mendapatkan dukungan lebih lanjut melalui Business Matching. 

    "Kami akan terus mendorong dan memberikan pendampingan untuk penggunaan e-Katalog, dengan harapan dapat menyelenggarakan Business Matching setidaknya sekali dalam sebulan," tambah Heni.

    Salah satu target utama dari Business Matching adalah hotel-hotel di Kaltim, yang diharapkan dapat memberdayakan UMKM tidak hanya sebagai penyedia ruang atau tempat, tetapi juga sebagai pembeli produk UMKM untuk dijadikan cenderamata. "Kami ingin menciptakan kerjasama yang lebih konkret antara UMKM dan hotel-hotel," jelas Heni.

    Heni juga menekankan pentingnya kualitas, kontinuitas, dan kuantitas dalam produk UMKM, serta kolaborasi antar UKM sejenis untuk memastikan keberlanjutan minat dari pihak hotel. "Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa produk yang dipilih dapat memenuhi standar yang diharapkan oleh hotel," tuturnya.

    Penerapan e-Katalog yang masif di Kaltim telah membawa provinsi ini ke peringkat kedua secara nasional dalam produktivitas penggunaan UMKM dan koperasi. 

    Dengan Business Matching, Heni berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana UMKM dapat berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian daerah.

    (Sf/Rs)