Cari disini...
Seputar Kaltim
Almarhum KH Siswanto telah tiba di rumah. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Benua Etam kehilangan salah satu pilar penting dalam pergerakan dakwah dan pendidikan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim), KH Siswanto, berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (20/5/2026) di Samarinda.
Kepergian tokoh karismatik ini terjadi begitu cepat dan mengejutkan banyak pihak.
Sejatinya, almarhum masih memiliki agenda untuk menyapa jemaahnya melalui sebuah kajian agama pada sore harinya.
Namun, waktu istirahat siang di kediamannya justru menjadi momen peristirahatan terakhir.
Berdasarkan penuturan pihak keluarga, almarhum sempat merebahkan diri sesudah santap siang.
“Beliau di rumah saja mas, habis makan siang rencana mau mengisi kajian sore hari. Kemudian tidur. Saat tidur ngorok dan istrinya kaget tiba-tiba kaku lalu dilarikan ke rumah sakit. Dan dinyatakan meninggal,” urai salah satu anggota keluarga.
Kepanikan sempat terjadi saat almarhum dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Namun, takdir berkata lain. Konfirmasi wafatnya sang ulama sontak memicu kedatangan para pelayat dari berbagai kalangan.
Wafatnya KH Siswanto memutus langkah seorang pemimpin yang tengah gencar membangun kemandirian umat.
Menahkodai PWM Kaltim untuk periode 2022–2027, dedikasi beliau sangat terasa dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Almarhum dikenal bertangan dingin dalam mendorong tata kelola pendidikan dasar hingga menengah, memperluas jangkauan layanan kesehatan, serta menjalin sinergi nyata dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Di luar lingkup persyarikatan, almarhum adalah sosok perekat kerukunan. Ia senantiasa hadir sebagai wajah Muhammadiyah dalam merawat dialog lintas tokoh bersama pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, dan jajaran pimpinan ormas Islam lainnya di Kaltim.
Saat ini, jenazah almarhum telah dibawa dari RSUD AWS menuju rumah duka. Sang guru mungkin telah pergi sebelum kajian sorenya dimulai, namun jejak dakwah dan pembaruannya di Kaltim akan terus hidup dan dilanjutkan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Almarhum KH Siswanto telah tiba di rumah. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Benua Etam kehilangan salah satu pilar penting dalam pergerakan dakwah dan pendidikan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim), KH Siswanto, berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (20/5/2026) di Samarinda.
Kepergian tokoh karismatik ini terjadi begitu cepat dan mengejutkan banyak pihak.
Sejatinya, almarhum masih memiliki agenda untuk menyapa jemaahnya melalui sebuah kajian agama pada sore harinya.
Namun, waktu istirahat siang di kediamannya justru menjadi momen peristirahatan terakhir.
Berdasarkan penuturan pihak keluarga, almarhum sempat merebahkan diri sesudah santap siang.
“Beliau di rumah saja mas, habis makan siang rencana mau mengisi kajian sore hari. Kemudian tidur. Saat tidur ngorok dan istrinya kaget tiba-tiba kaku lalu dilarikan ke rumah sakit. Dan dinyatakan meninggal,” urai salah satu anggota keluarga.
Kepanikan sempat terjadi saat almarhum dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Namun, takdir berkata lain. Konfirmasi wafatnya sang ulama sontak memicu kedatangan para pelayat dari berbagai kalangan.
Wafatnya KH Siswanto memutus langkah seorang pemimpin yang tengah gencar membangun kemandirian umat.
Menahkodai PWM Kaltim untuk periode 2022–2027, dedikasi beliau sangat terasa dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Almarhum dikenal bertangan dingin dalam mendorong tata kelola pendidikan dasar hingga menengah, memperluas jangkauan layanan kesehatan, serta menjalin sinergi nyata dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Di luar lingkup persyarikatan, almarhum adalah sosok perekat kerukunan. Ia senantiasa hadir sebagai wajah Muhammadiyah dalam merawat dialog lintas tokoh bersama pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, dan jajaran pimpinan ormas Islam lainnya di Kaltim.
Saat ini, jenazah almarhum telah dibawa dari RSUD AWS menuju rumah duka. Sang guru mungkin telah pergi sebelum kajian sorenya dimulai, namun jejak dakwah dan pembaruannya di Kaltim akan terus hidup dan dilanjutkan.
(Sf/Rs)