Seputar Kaltim

    Ini Tantangan Terbesar Menghilangkan Jukir Liar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 15:54 WITA

    Parkir di atas trotoar yang mengundang keberadaan jukir liar di kawasan Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengatasi juru parkir liar adalah memerlukan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, masyarakat harus berani menolak memberikan uang kepada jukir liar. 

    Ia menyebut rasa kasihan sering kali menjadi alasan masyarakat tetap memberikan uang, padahal jika masyarakat tidak memberi, jukir liar tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

    "Fenomena ini mirip dengan pengemis dan pengamen di jalan. Selama masyarakat terus memberi uang karena merasa iba, mereka akan tetap ada di sana. Ini adalah strategi mereka dan dianggap sebagai pasar mereka," jelas Manalu, Selasa (27/8/2024).

    Ia menambahkan, jika masyarakat ketika melakukan penolakan kemudian merasa terintimidasi atau diancam oleh jukir liar, mereka dapat melapor kepada aparat. 

    "Kejadian beberapa waktu lalu, di mana jukir merusak kendaraan pribadi hingga akhirnya ditangkap karena sudah masuk pidana. Sama halnya jika masyarakat merasa terancam oleh jukir, laporkan saja, karena ini bisa dikategorikan sebagai pemerasan," bebernya.

    Manalu pun menekankan perlunya peran pengusaha dalam mengatasi jukir liar. Di mana pengusaha harus berani menjaga kawasan mereka dari oknum jukir liar. 
    Ia meminta pengusaha yang tidak mengenakan biaya parkir untuk memasang banner atau spanduk pemberitahuan bahwa parkir adalah gratis.

    "Ini adalah hak pengusaha, bukan hak jukir liar," tuturnya. 

    Ia menilai timbulnya jukir liar adalah karena adanya kesempatan untuk mendapat penghasilan. Selama masyarakat tetap memberi uang pada jukir-jukir tesebut, maka keberadaannya akan tetap ada.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ini Tantangan Terbesar Menghilangkan Jukir Liar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 15:54 WITA

    Parkir di atas trotoar yang mengundang keberadaan jukir liar di kawasan Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengatasi juru parkir liar adalah memerlukan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, masyarakat harus berani menolak memberikan uang kepada jukir liar. 

    Ia menyebut rasa kasihan sering kali menjadi alasan masyarakat tetap memberikan uang, padahal jika masyarakat tidak memberi, jukir liar tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

    "Fenomena ini mirip dengan pengemis dan pengamen di jalan. Selama masyarakat terus memberi uang karena merasa iba, mereka akan tetap ada di sana. Ini adalah strategi mereka dan dianggap sebagai pasar mereka," jelas Manalu, Selasa (27/8/2024).

    Ia menambahkan, jika masyarakat ketika melakukan penolakan kemudian merasa terintimidasi atau diancam oleh jukir liar, mereka dapat melapor kepada aparat. 

    "Kejadian beberapa waktu lalu, di mana jukir merusak kendaraan pribadi hingga akhirnya ditangkap karena sudah masuk pidana. Sama halnya jika masyarakat merasa terancam oleh jukir, laporkan saja, karena ini bisa dikategorikan sebagai pemerasan," bebernya.

    Manalu pun menekankan perlunya peran pengusaha dalam mengatasi jukir liar. Di mana pengusaha harus berani menjaga kawasan mereka dari oknum jukir liar. 
    Ia meminta pengusaha yang tidak mengenakan biaya parkir untuk memasang banner atau spanduk pemberitahuan bahwa parkir adalah gratis.

    "Ini adalah hak pengusaha, bukan hak jukir liar," tuturnya. 

    Ia menilai timbulnya jukir liar adalah karena adanya kesempatan untuk mendapat penghasilan. Selama masyarakat tetap memberi uang pada jukir-jukir tesebut, maka keberadaannya akan tetap ada.

    (Sf/Rs)