Seputar Kaltim

    Ini Syarat Supaya Produk UKM Samarinda Dipromosikan Diskumi Lewat Aplikasi "Jinakleh" 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Mei 2024 pukul 17:42 WITA

    Produk UMKM Samarinda yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dalam upaya meningkatkan promosi dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Samarinda, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Kota Samarinda meluncurkan aplikasi inovatif bernama "Jinakleh." 

    Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskumi, Mohamad Rizal menyampaikan, aplikasi Jinakleh dirancang untuk memudahkan konsumen dalam membeli oleh-oleh khas Samarinda melalui sistem barcode yang dipasang di berbagai lokasi strategis seperti hotel, meja informasi, dan agen perjalanan.

    Jadi, konsumen hanya perlu memindai barcode untuk mengakses e-katalog produk UKM Samarinda.

    “Untuk masuk ke Jinakleh, para UKM harus melewati proses kurasi. Kami akan memeriksa apakah produk tersebut khas, layak, dan menggunakan bahan baku yang banyak tersedia di Samarinda,” ujar Rizal pada Seputar Fakta, Senin (27/5/2024).

    Rizal menambahkan bahwa produk yang dikurasi harus memenuhi beberapa klasifikasi penting seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas seperti PIRT, sertifikasi halal, atau BPOM, serta kemasan yang menarik dan aman, dan beralamat domisili Samarinda.

    “Hingga saat ini, sudah ada 158 UKM yang mendaftar dalam tiga hari pertama pembukaan pendaftaran," bebernya.

    Pendaftaran ini akan berlangsung 24 Juni 2024. Di mana rencananya, aplikasi Jinakleh akan resmi diluncurkan pada bulan Agustus. 

    Setelah masa pendaftaran selesai, pihaknya akan mengumpulkan dan mengkurasi produk UKM. Kemudian melakukan sesi foto untuk pembuatan e-katalog. 

    Bagi pelaku usaha yang telah mendaftar dan ingin mengirimkan produk nya, dapat diserahkan pada hari Senin hingga Kamis, pukul 08.00 - 14.00 WITA, ke Kantor Diskumi bidang PUM Lantai 4, di Jalan Juanda, Air Hitam, Samarinda.  

    Selain aplikasi Jinakleh, Diskumi juga memiliki berbagai kegiatan promosi lainnya seperti Pemasaran Produk Orang Samarinda (Prorinda) dan "Kopi Andi," sebuah acara diskusi santai bagi para pelaku UKM. 

    Kedepannya, Diskumi juga berencana meluncurkan "Welcome MAMISU" yang akan mempromosikan makanan, minuman, dan suvenir khas Samarinda.

    Rizal menjelaskan bahwa Jinakleh merupakan bagian dari rangkaian inovasi yang diharapkan dapat mendorong UKM di Samarinda untuk naik kelas dan lebih dikenal di pasar yang lebih luas.

    "Kita harap ini dapat menjadi jembatan bagi para pelaku usaha utamanya UKM untuk naik kelas," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ini Syarat Supaya Produk UKM Samarinda Dipromosikan Diskumi Lewat Aplikasi "Jinakleh" 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Mei 2024 pukul 17:42 WITA

    Produk UMKM Samarinda yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dalam upaya meningkatkan promosi dan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Samarinda, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Kota Samarinda meluncurkan aplikasi inovatif bernama "Jinakleh." 

    Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskumi, Mohamad Rizal menyampaikan, aplikasi Jinakleh dirancang untuk memudahkan konsumen dalam membeli oleh-oleh khas Samarinda melalui sistem barcode yang dipasang di berbagai lokasi strategis seperti hotel, meja informasi, dan agen perjalanan.

    Jadi, konsumen hanya perlu memindai barcode untuk mengakses e-katalog produk UKM Samarinda.

    “Untuk masuk ke Jinakleh, para UKM harus melewati proses kurasi. Kami akan memeriksa apakah produk tersebut khas, layak, dan menggunakan bahan baku yang banyak tersedia di Samarinda,” ujar Rizal pada Seputar Fakta, Senin (27/5/2024).

    Rizal menambahkan bahwa produk yang dikurasi harus memenuhi beberapa klasifikasi penting seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas seperti PIRT, sertifikasi halal, atau BPOM, serta kemasan yang menarik dan aman, dan beralamat domisili Samarinda.

    “Hingga saat ini, sudah ada 158 UKM yang mendaftar dalam tiga hari pertama pembukaan pendaftaran," bebernya.

    Pendaftaran ini akan berlangsung 24 Juni 2024. Di mana rencananya, aplikasi Jinakleh akan resmi diluncurkan pada bulan Agustus. 

    Setelah masa pendaftaran selesai, pihaknya akan mengumpulkan dan mengkurasi produk UKM. Kemudian melakukan sesi foto untuk pembuatan e-katalog. 

    Bagi pelaku usaha yang telah mendaftar dan ingin mengirimkan produk nya, dapat diserahkan pada hari Senin hingga Kamis, pukul 08.00 - 14.00 WITA, ke Kantor Diskumi bidang PUM Lantai 4, di Jalan Juanda, Air Hitam, Samarinda.  

    Selain aplikasi Jinakleh, Diskumi juga memiliki berbagai kegiatan promosi lainnya seperti Pemasaran Produk Orang Samarinda (Prorinda) dan "Kopi Andi," sebuah acara diskusi santai bagi para pelaku UKM. 

    Kedepannya, Diskumi juga berencana meluncurkan "Welcome MAMISU" yang akan mempromosikan makanan, minuman, dan suvenir khas Samarinda.

    Rizal menjelaskan bahwa Jinakleh merupakan bagian dari rangkaian inovasi yang diharapkan dapat mendorong UKM di Samarinda untuk naik kelas dan lebih dikenal di pasar yang lebih luas.

    "Kita harap ini dapat menjadi jembatan bagi para pelaku usaha utamanya UKM untuk naik kelas," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)