Seputar Kaltim

    Ini Pesan Kemenag untuk ASN di Peringatan Hari Amal Bakti ke-80

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Januari 2026 pukul 10:43 WITA

    Upacara HAB ke-80 Kemenag Republik Indonesia Tahun 2026 di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Berau, Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) 2026. 

    Upacara tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Berau, Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Sabtu (3/1/2026).

    Dalam amanat Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau, M Hendratno menegaskan peringatan HAB ke-80 tidak sekadar menjadi refleksi perjalanan kelembagaan, tetapi juga momentum memperkuat peran kemenag dalam menjawab tantangan zaman.

    Sehingga menag menekankan pentingnya kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) kemenag dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, integritas dan etika.

    "Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA-Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI," tegasnya.

    Menurutnya, ASN kemenag harus mampu mewarnai perkembangan AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk dan mencerahkan, sehingga teknologi dapat menjadi sarana penguat kerukunan umat.

    "Kita harus memastikan algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan," katanya.

    Ia menekankan setiap ASN kemenag dituntut untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lincah (agile), adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan empati dan integritas.

    Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis kemenag sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan melalui penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, layanan keagamaan berbasis digital, serta pengembangan program kerukunan yang berdampak langsung di tengah masyarakat.

    "Di bidang pendidikan, kualitas madrasah, sekolah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan melalui inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana, sehingga mampu bersaing dan tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua," tambahnya.

    Menurutnya penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah dan berbagai dana sosial keagamaan lainnya juga terus dilakukan untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

    Hendratno menyampaikan melalui program Desa Sadar Kerukunan, kemenag telah membawa nilai-nilai toleransi dan kerukunan ke dalam praktik nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

    "Setiap kebijakan dan langkah kemenag harus menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ini Pesan Kemenag untuk ASN di Peringatan Hari Amal Bakti ke-80

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Januari 2026 pukul 10:43 WITA

    Upacara HAB ke-80 Kemenag Republik Indonesia Tahun 2026 di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Berau, Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) 2026. 

    Upacara tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Berau, Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Sabtu (3/1/2026).

    Dalam amanat Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau, M Hendratno menegaskan peringatan HAB ke-80 tidak sekadar menjadi refleksi perjalanan kelembagaan, tetapi juga momentum memperkuat peran kemenag dalam menjawab tantangan zaman.

    Sehingga menag menekankan pentingnya kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) kemenag dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, integritas dan etika.

    "Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA-Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI," tegasnya.

    Menurutnya, ASN kemenag harus mampu mewarnai perkembangan AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk dan mencerahkan, sehingga teknologi dapat menjadi sarana penguat kerukunan umat.

    "Kita harus memastikan algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan," katanya.

    Ia menekankan setiap ASN kemenag dituntut untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lincah (agile), adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan empati dan integritas.

    Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis kemenag sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan melalui penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, layanan keagamaan berbasis digital, serta pengembangan program kerukunan yang berdampak langsung di tengah masyarakat.

    "Di bidang pendidikan, kualitas madrasah, sekolah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan melalui inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana, sehingga mampu bersaing dan tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua," tambahnya.

    Menurutnya penguatan ekonomi umat melalui pesantren serta pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah dan berbagai dana sosial keagamaan lainnya juga terus dilakukan untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

    Hendratno menyampaikan melalui program Desa Sadar Kerukunan, kemenag telah membawa nilai-nilai toleransi dan kerukunan ke dalam praktik nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

    "Setiap kebijakan dan langkah kemenag harus menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)