Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Plt Kepala Badan Kesbangpol Samarinda, Sucipto Wasis saat diwawancara media di Hotel Harris Samarinda, Senin (24/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Meskipun mengalami kenaikan, partisipasi pemilih dalam Pilkada Samarinda 2024 masih tergolong rendah. Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Sucipto Wasis, mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab minimnya antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Menurut Sucipto, salah satu kendala utama adalah pengurangan jumlah tempat pemungutan suara (TPS), yang menyebabkan jarak bagi pemilih semakin jauh. Pada Pemilu Februari 2024 lalu ada sekotar 2.564 TPS, kemudian menyusut pada Pilkada di bulan November 2024 menjadi 1.202 TPS.
"Karena jumlah TPS berkurang, pemilih harus menempuh jarak lebih jauh untuk memberikan suara, yang berpengaruh pada partisipasi," kata Sucipto usai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion bersama KPU di Hotel Harris Samarinda, Senin (24/2/2025).
Selain itu lanjutnya, faktor politik uang atau money politic juga masih mempengaruhi partisipasi masyarakat. Menurutnya pemilih yang terbiasa menerima sesuatu dalam pemilu kemudian pada pilkada tidak mendapatkannya berdampak pada motivasi mereka untuk datang ke TPS.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah adanya penggusuran warga di kawasan Sungai Karang Mumus (SKM), yang menyebabkan sebagian warga kehilangan tempat tinggal tetap dan kesulitan menyalurkan hak pilihnya.
Selain itu, keberadaan calon tunggal dalam Pilkada Samarinda 2024 juga dianggap menurunkan antusiasme masyarakat.
"Dengan hanya satu calon yang bertarung, banyak pemilih merasa kurang memiliki pilihan yang beragam, sehingga enggan berpartisipasi. Beruntung, pemilihan ini berbarengan dengan pemilihan gubernur yang sedikit lebih menarik perhatian publik," tambahnya.
Sucipto berharap agar evaluasi terhadap faktor-faktor ini dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu mendatang.
"Semoga ke depan kita bisa mencari solusi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Plt Kepala Badan Kesbangpol Samarinda, Sucipto Wasis saat diwawancara media di Hotel Harris Samarinda, Senin (24/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Meskipun mengalami kenaikan, partisipasi pemilih dalam Pilkada Samarinda 2024 masih tergolong rendah. Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Sucipto Wasis, mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab minimnya antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Menurut Sucipto, salah satu kendala utama adalah pengurangan jumlah tempat pemungutan suara (TPS), yang menyebabkan jarak bagi pemilih semakin jauh. Pada Pemilu Februari 2024 lalu ada sekotar 2.564 TPS, kemudian menyusut pada Pilkada di bulan November 2024 menjadi 1.202 TPS.
"Karena jumlah TPS berkurang, pemilih harus menempuh jarak lebih jauh untuk memberikan suara, yang berpengaruh pada partisipasi," kata Sucipto usai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion bersama KPU di Hotel Harris Samarinda, Senin (24/2/2025).
Selain itu lanjutnya, faktor politik uang atau money politic juga masih mempengaruhi partisipasi masyarakat. Menurutnya pemilih yang terbiasa menerima sesuatu dalam pemilu kemudian pada pilkada tidak mendapatkannya berdampak pada motivasi mereka untuk datang ke TPS.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah adanya penggusuran warga di kawasan Sungai Karang Mumus (SKM), yang menyebabkan sebagian warga kehilangan tempat tinggal tetap dan kesulitan menyalurkan hak pilihnya.
Selain itu, keberadaan calon tunggal dalam Pilkada Samarinda 2024 juga dianggap menurunkan antusiasme masyarakat.
"Dengan hanya satu calon yang bertarung, banyak pemilih merasa kurang memiliki pilihan yang beragam, sehingga enggan berpartisipasi. Beruntung, pemilihan ini berbarengan dengan pemilihan gubernur yang sedikit lebih menarik perhatian publik," tambahnya.
Sucipto berharap agar evaluasi terhadap faktor-faktor ini dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu mendatang.
"Semoga ke depan kita bisa mencari solusi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.
(Sf/Rs)