Seputar Kaltim

    Ini Alasan Disdag Belum Bagikan Kartu Pembelian Elpiji 3 Kilogram di Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 15:03 WITA

    Masyarakat yang antre di pangkalan gas karena terjadi kelangkaan gas di pasaran pada bulan Juni 2024 lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani menyampaikan bahwa kartu pembelian tabung subsidi LPG (elpiji) 3 kilogram bakal dibagikan pada bulan September ini. 

    Perempuan yang akrab disapa Yama itu menjelaskan semua elemen terkait dengan pembagian kartu itu sudah siap. Hanya saja, adanya rotasi jabatan dari pihak Pertamina juga berdampak pada pembagian kartu ini. 

    "Kita tinggal menunggu dari Pertamina karena manajer yang biasa menangani ini diganti, jadi masih menunggu," jelas Yama saat ditemui di ruangannya, Senin (2/9/2024).

    Sesuai dengan rencana awal, kartu pembelian tabung gas subsidi ini akan diberikan kepada warga Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu, sebagai pilot project. Nantinya akan diterapkan juga pada kelurahan lain secara bertahap. 

    Pembagian berdasarkan jumlah jiwa yang berada dalam satu kartu keluarga (KK). Ia menyebut, jika terdapat dua atau tiga jiwa maka bisa mendapatkan jatah dua tabung dalam sebulan.

    "Ada yang dapat empat tabung perbulan, ada yang dua, beda-beda tergantung dari jumlah keluarganya, paling banyak itu ada tujuh sampai sembilan orang," bebernya. 

    Kartu ini akan dibagikan kepada 498 KK yang akan akomodir oleh lima pangkalan. Setelah dibagikan ia akan melakukan evaluasi sebagai tolak ukur dalam penerapan sistem yang sama di kelurahan lain. Namun sebelum itu ia akan menyasar kepada UMKM yang ada, dihitung dari skala produksinya. 

    "Kalau bisa bulan ini, secepatnya pasti akan segera dibagikan, karena ini dalam rangka mengatasi kelangkaan juga," ungkapnya. 

    Ketika jadwal pengambilan tabung sudah ada, masyarakat diimbau untuk segera menukarkan tabungnya. Sebab akan ada estimasi waktu pengambilan, maksimal dua hari. 

    Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka jatah tabungnya itu akan diberikan kepada masyarakat lain sesuai dengan Harga Eceren Tertinggi (HET) yang berlaku. 

    Ia menegaskan, yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah, kartu pembelian ini tidak memberikan tabung secara gratis, tapi hanya menjamin bahwa masyarakat itu pasti mendapatkan tabung tersebut. 

    "Karena pengambilannya juga tidak ada jadwal pasti, nanti akan di koordinir oleh kelurahan atau RT," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ini Alasan Disdag Belum Bagikan Kartu Pembelian Elpiji 3 Kilogram di Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 15:03 WITA

    Masyarakat yang antre di pangkalan gas karena terjadi kelangkaan gas di pasaran pada bulan Juni 2024 lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani menyampaikan bahwa kartu pembelian tabung subsidi LPG (elpiji) 3 kilogram bakal dibagikan pada bulan September ini. 

    Perempuan yang akrab disapa Yama itu menjelaskan semua elemen terkait dengan pembagian kartu itu sudah siap. Hanya saja, adanya rotasi jabatan dari pihak Pertamina juga berdampak pada pembagian kartu ini. 

    "Kita tinggal menunggu dari Pertamina karena manajer yang biasa menangani ini diganti, jadi masih menunggu," jelas Yama saat ditemui di ruangannya, Senin (2/9/2024).

    Sesuai dengan rencana awal, kartu pembelian tabung gas subsidi ini akan diberikan kepada warga Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu, sebagai pilot project. Nantinya akan diterapkan juga pada kelurahan lain secara bertahap. 

    Pembagian berdasarkan jumlah jiwa yang berada dalam satu kartu keluarga (KK). Ia menyebut, jika terdapat dua atau tiga jiwa maka bisa mendapatkan jatah dua tabung dalam sebulan.

    "Ada yang dapat empat tabung perbulan, ada yang dua, beda-beda tergantung dari jumlah keluarganya, paling banyak itu ada tujuh sampai sembilan orang," bebernya. 

    Kartu ini akan dibagikan kepada 498 KK yang akan akomodir oleh lima pangkalan. Setelah dibagikan ia akan melakukan evaluasi sebagai tolak ukur dalam penerapan sistem yang sama di kelurahan lain. Namun sebelum itu ia akan menyasar kepada UMKM yang ada, dihitung dari skala produksinya. 

    "Kalau bisa bulan ini, secepatnya pasti akan segera dibagikan, karena ini dalam rangka mengatasi kelangkaan juga," ungkapnya. 

    Ketika jadwal pengambilan tabung sudah ada, masyarakat diimbau untuk segera menukarkan tabungnya. Sebab akan ada estimasi waktu pengambilan, maksimal dua hari. 

    Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka jatah tabungnya itu akan diberikan kepada masyarakat lain sesuai dengan Harga Eceren Tertinggi (HET) yang berlaku. 

    Ia menegaskan, yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah, kartu pembelian ini tidak memberikan tabung secara gratis, tapi hanya menjamin bahwa masyarakat itu pasti mendapatkan tabung tersebut. 

    "Karena pengambilannya juga tidak ada jadwal pasti, nanti akan di koordinir oleh kelurahan atau RT," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)