Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melihat lahan yang akan ditempati sebagai tempat SD Filial 005 Loa Kumbar, Loa Buah, Sungai Kunjang, Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima keluhan dari warga Loa Kumbar mengenai Infrastruktur pendidikan yang sangat kurang layak ditempati untuk belajar.
Hal demikian langsung direspon oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang mengarahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda untuk melakukan pengukuran lahan gedung SD Filial 005 Loa Kumbar.
"Kami arahkan untuk Disdikbud mengukur, membuat perencanaan dan nanti secara bareng-bareng kita lakukan pembangunan. Sebab kita menginginkan akselerasi pembangunan," tegas Andi Harun.
Satu-satunya sekolah di wilayah tersebut, kata dia, hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh tim Disdikbud dan direncakan luas bangunan mencapai 500 meter persegi untuk tujuh ruangan.
Setiap ruangan dengan ukuran 8 x 9 meter. Adapun lahan tersebut terdapat rumah yang memiliki ukuran bangunan kurang lebih 111 meter persegi. Rencananya akan dibangun tujuh Ruang Kelas Belajar (RKB).
"Rumah yang ada di depan kita ini akan kita bebaskan guna memenuhi kecukupan lahan untuk bangunan sekolah yang akan kita desain. Kita lihat legalitas tanahnya, kalau legalitasnya milik masyarakat kita ganti rugi lahan, kalau tidak nanti ganti rugi pembongkaran," jelasnya.
Kepala SD Filial 005 Loa Kumbar, Abdullah menyebutkan sejarah terbangunnya sekolah di Loa Kumbar. "Pendidikan itu dibuka aksesnya pada 2012, gedungnya yang bekas dari tempat perkantoran perusahaan," bebernya.
Sejak saat itu ada enam ruangan yang tersedia, sudah ditempati langsung enam kelas sekaligus. "Ini kerja sama dengan Disdik kala itu untuk memindahkan anak-anak kami di Kukar, dari kelas 1 - 6 kami rekrut ke sini. Kalau tidak begitu dari mana kita dapat murid, jadi pada 2012 itu terisi semua dan sekarang sudah ada lulusan 11 angkatan," jabarnya.
Abdullah memiliki harapan untuk pemerintah menindaklanjuti langkah tersebut. "Kami senang sekali kedatangan jajaran pemerintah Samarinda ke Loa Kumbar, secara tidak langsung dapat memberikan harapan lampu hijau untuk pendidikan disini, semoga terus dilakukan pembangunan tersebut," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melihat lahan yang akan ditempati sebagai tempat SD Filial 005 Loa Kumbar, Loa Buah, Sungai Kunjang, Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima keluhan dari warga Loa Kumbar mengenai Infrastruktur pendidikan yang sangat kurang layak ditempati untuk belajar.
Hal demikian langsung direspon oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang mengarahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda untuk melakukan pengukuran lahan gedung SD Filial 005 Loa Kumbar.
"Kami arahkan untuk Disdikbud mengukur, membuat perencanaan dan nanti secara bareng-bareng kita lakukan pembangunan. Sebab kita menginginkan akselerasi pembangunan," tegas Andi Harun.
Satu-satunya sekolah di wilayah tersebut, kata dia, hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh tim Disdikbud dan direncakan luas bangunan mencapai 500 meter persegi untuk tujuh ruangan.
Setiap ruangan dengan ukuran 8 x 9 meter. Adapun lahan tersebut terdapat rumah yang memiliki ukuran bangunan kurang lebih 111 meter persegi. Rencananya akan dibangun tujuh Ruang Kelas Belajar (RKB).
"Rumah yang ada di depan kita ini akan kita bebaskan guna memenuhi kecukupan lahan untuk bangunan sekolah yang akan kita desain. Kita lihat legalitas tanahnya, kalau legalitasnya milik masyarakat kita ganti rugi lahan, kalau tidak nanti ganti rugi pembongkaran," jelasnya.
Kepala SD Filial 005 Loa Kumbar, Abdullah menyebutkan sejarah terbangunnya sekolah di Loa Kumbar. "Pendidikan itu dibuka aksesnya pada 2012, gedungnya yang bekas dari tempat perkantoran perusahaan," bebernya.
Sejak saat itu ada enam ruangan yang tersedia, sudah ditempati langsung enam kelas sekaligus. "Ini kerja sama dengan Disdik kala itu untuk memindahkan anak-anak kami di Kukar, dari kelas 1 - 6 kami rekrut ke sini. Kalau tidak begitu dari mana kita dapat murid, jadi pada 2012 itu terisi semua dan sekarang sudah ada lulusan 11 angkatan," jabarnya.
Abdullah memiliki harapan untuk pemerintah menindaklanjuti langkah tersebut. "Kami senang sekali kedatangan jajaran pemerintah Samarinda ke Loa Kumbar, secara tidak langsung dapat memberikan harapan lampu hijau untuk pendidikan disini, semoga terus dilakukan pembangunan tersebut," pungkasnya.
(Sf/By)