Seputar Kaltim

    Infrastruktur Minim, Produktivitas Pertanian di Jembayan Tengah Belum Optimal

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2025 pukul 15:55 WITA

    Lahan pertanian di Desa Jembayan. (Foto: Syahrani)

    Tenggarong - Ada 15 kelompok tani di Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu mengeluh karena infrastruktur yang kurang merata. 

    "Selama ini hasil panen pertanian yang dirasakan petani per hektare (ha) hanya 2-3 ton. Kalau infrastrukturnya mendukung, hasil panen pasti lebih dari 3 ton," kata Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Karya, Wahab Syahrani, Kamis (10/7/2025).

    Kini kelompok tani memerlukan pembangunan irigasi dan embung. Keduanya memang ada, tetapi kurang maksimal untuk mendukung pertanian di wilayah tersebut. 

    "Sistem pengairan yang ada ini hanya menggunakan pengairan bekas tambang batu bara saja," ujarnya.

    Ia menilai infrastruktur yang mendukung dapat meningkatkan produktivitas pertanian, maka diperkirakan hasil panen bisa lebih meningkat dan mencapai hasil yang diharapkan sekitar lima ton per ha.

    "Lahan yang dikelola saat ini sekitar 200 ha. Masih ada sekitar 100 ha yang belum dikelola. Semoga pemerintah daerah bisa membangunkan infrastruktur pertanian khususnya irigasi dan embung di desa kami," harapnya.

    Sementara Sekretaris Desa Jembayan Tengah, Fahriah membenarkan yang menjadi kendala sektor pertanian kini adalah infrastruktur pertanian, baik irigasi atau embung yang kurang maksimal. 

    "Kami akan coba terus berkoordiniasi dengan Dinas Pertanian untuk dapat memperhatikan sektor pertanian di Jembayan Tengah," sebutnya. 

    Kata dia, masih banyak lahan tidur yang belum dimaksimalkan untuk diolah menjadi lahan pertanian. Pihaknya juga telah memberikan dukungan penuh melalui program ketahanan pangan, baik memberikan bantuan pupuk non subsidi maupun lainnya.

    "Sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk memaksimalkan pertanian dengan memanfaatkan program ketahanan pangan," jelasnya.

    Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik menegaskan pemerintah daerah akan terus berkomitmen dalam mendukung sektor pertanian di seluruh desa se-Kukar.

    "Kami akan usahakan dukungan ini merata, Pemkab Kukar juga telah beberapa kali menyalurkan bantuan sarana dan produksi pertanian (saprodi), alat mesin pertanian dan ke beberapa lokasi pertanian," ucapnya. 

    Ia menegaskan, embangunan infrastruktur pertanian ini bakal direalisasikan secara bertahap. "Pembangunan sektor pertanian terus dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan Kalimantan Timur (Kaltim)," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Infrastruktur Minim, Produktivitas Pertanian di Jembayan Tengah Belum Optimal

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2025 pukul 15:55 WITA

    Lahan pertanian di Desa Jembayan. (Foto: Syahrani)

    Tenggarong - Ada 15 kelompok tani di Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu mengeluh karena infrastruktur yang kurang merata. 

    "Selama ini hasil panen pertanian yang dirasakan petani per hektare (ha) hanya 2-3 ton. Kalau infrastrukturnya mendukung, hasil panen pasti lebih dari 3 ton," kata Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Karya, Wahab Syahrani, Kamis (10/7/2025).

    Kini kelompok tani memerlukan pembangunan irigasi dan embung. Keduanya memang ada, tetapi kurang maksimal untuk mendukung pertanian di wilayah tersebut. 

    "Sistem pengairan yang ada ini hanya menggunakan pengairan bekas tambang batu bara saja," ujarnya.

    Ia menilai infrastruktur yang mendukung dapat meningkatkan produktivitas pertanian, maka diperkirakan hasil panen bisa lebih meningkat dan mencapai hasil yang diharapkan sekitar lima ton per ha.

    "Lahan yang dikelola saat ini sekitar 200 ha. Masih ada sekitar 100 ha yang belum dikelola. Semoga pemerintah daerah bisa membangunkan infrastruktur pertanian khususnya irigasi dan embung di desa kami," harapnya.

    Sementara Sekretaris Desa Jembayan Tengah, Fahriah membenarkan yang menjadi kendala sektor pertanian kini adalah infrastruktur pertanian, baik irigasi atau embung yang kurang maksimal. 

    "Kami akan coba terus berkoordiniasi dengan Dinas Pertanian untuk dapat memperhatikan sektor pertanian di Jembayan Tengah," sebutnya. 

    Kata dia, masih banyak lahan tidur yang belum dimaksimalkan untuk diolah menjadi lahan pertanian. Pihaknya juga telah memberikan dukungan penuh melalui program ketahanan pangan, baik memberikan bantuan pupuk non subsidi maupun lainnya.

    "Sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk memaksimalkan pertanian dengan memanfaatkan program ketahanan pangan," jelasnya.

    Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik menegaskan pemerintah daerah akan terus berkomitmen dalam mendukung sektor pertanian di seluruh desa se-Kukar.

    "Kami akan usahakan dukungan ini merata, Pemkab Kukar juga telah beberapa kali menyalurkan bantuan sarana dan produksi pertanian (saprodi), alat mesin pertanian dan ke beberapa lokasi pertanian," ucapnya. 

    Ia menegaskan, embangunan infrastruktur pertanian ini bakal direalisasikan secara bertahap. "Pembangunan sektor pertanian terus dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan Kalimantan Timur (Kaltim)," pungkasnya.

    (Sf/Lo)