Seputar Kaltim

    Infrastruktur Jalan di Kutai Timur Cepat Rusak, Ini Penyebabnya

    Penulis:lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    ilustrasi jalan rusak(Freepik)

    Sangatta – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi berbagai kendala, terutama akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan sistem drainase yang belum optimal. Masalah ini membuat konstruksi jalan mudah rusak meski baru dibangun.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Kutim terdiri dari tanah lunak dan lempung ekspansif yang sangat dipengaruhi oleh kadar air.

    "Tanah kita ini kembang-susut karena sangat rentan terhadap air. Hal ini membuat jalan cepat rusak meski baru dibangun," ungkap Joni.

    Ia menjelaskan, kondisi hidrologi yang ekstrem dan kontur tanah yang bergelombang juga memperburuk situasi. Lapisan tanah yang tidak stabil menyebabkan jalan mudah turun, retak, bahkan berlubang.

    Meski demikian, Joni menegaskan bahwa pembangunan tetap bisa dilakukan dengan perencanaan dan strategi teknis yang tepat.

    "Dengan perencanaan matang, perkerasan dasar yang kuat, dan sistem drainase yang baik, kerusakan jalan bisa diminimalkan," tegasnya.

    Selain itu, ia menambahkan bahwa drainase menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan jalan. genangan air di bahu jalan bisa masuk ke lapisan dasar, mempercepat kerusakan struktur jalan, dan menyebabkan kerusakan pada permukaan aspal.

    "Tanpa drainase yang baik, air tergenang di bahu jalan dan meresap ke pori-pori, lalu masuk ke lapisan dasar. Hal ini merusak struktur perkerasan dan aspal di atasnya"tambahnya.

    Joni juga menyoroti beban kendaraan yang melebihi kapasitas atau dikenal dengan Over Dimension and Overload (ODOL). Ini menjadi penyebab lain kerusakan jalan di Kutim.

    "Banyak jalan rusak akibat kendaraan bermuatan lebih dari kapasitas. Padahal, jalan dan jembatan dirancang sesuai batas beban tertentu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Infrastruktur Jalan di Kutai Timur Cepat Rusak, Ini Penyebabnya

    Penulis:lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    ilustrasi jalan rusak(Freepik)

    Sangatta – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi berbagai kendala, terutama akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan sistem drainase yang belum optimal. Masalah ini membuat konstruksi jalan mudah rusak meski baru dibangun.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Kutim terdiri dari tanah lunak dan lempung ekspansif yang sangat dipengaruhi oleh kadar air.

    "Tanah kita ini kembang-susut karena sangat rentan terhadap air. Hal ini membuat jalan cepat rusak meski baru dibangun," ungkap Joni.

    Ia menjelaskan, kondisi hidrologi yang ekstrem dan kontur tanah yang bergelombang juga memperburuk situasi. Lapisan tanah yang tidak stabil menyebabkan jalan mudah turun, retak, bahkan berlubang.

    Meski demikian, Joni menegaskan bahwa pembangunan tetap bisa dilakukan dengan perencanaan dan strategi teknis yang tepat.

    "Dengan perencanaan matang, perkerasan dasar yang kuat, dan sistem drainase yang baik, kerusakan jalan bisa diminimalkan," tegasnya.

    Selain itu, ia menambahkan bahwa drainase menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan jalan. genangan air di bahu jalan bisa masuk ke lapisan dasar, mempercepat kerusakan struktur jalan, dan menyebabkan kerusakan pada permukaan aspal.

    "Tanpa drainase yang baik, air tergenang di bahu jalan dan meresap ke pori-pori, lalu masuk ke lapisan dasar. Hal ini merusak struktur perkerasan dan aspal di atasnya"tambahnya.

    Joni juga menyoroti beban kendaraan yang melebihi kapasitas atau dikenal dengan Over Dimension and Overload (ODOL). Ini menjadi penyebab lain kerusakan jalan di Kutim.

    "Banyak jalan rusak akibat kendaraan bermuatan lebih dari kapasitas. Padahal, jalan dan jembatan dirancang sesuai batas beban tertentu," pungkasnya.

    (Sf/Rs)